Menulis tentang kebahagiaan, Apa yang menurut kita mudah membuat bahagia belum tentu menurut orang lain. Contoh: Si Baba paling bahagia kalau ada uang terus dia belanja, katanya dia bahagia kalau bisa belanja–jiwa emak-emak yang tertukar-– Kalau Alya lagi suka mainan bertema mini mouse, diberi hadiah boneka mini mouse saja, langsung peluk sayang baba, kalau saya: Seperti yang saya rangkum di chanel Youtube: Rahma Balci

Kalau bisa bikin konten jalan jalan terus, rasanya bahagia hahahha. Eh engga ding, Bahas yang Bahagia-bahagia versi kami di rumah: Nyari kebahagiaan ga ada di Pasar dibeli kiloan. Konon katanya Bahagia itu cara kita sendiri yang membuatnya, tidak bergantung sama orang lain. Sesuatu yang terlihat sempurna, pasangan tampan, mapan, CEO pula (kena racun novel online:D) Belum tentu pasangannya yang ‘bodygoal’ ‘superglowing’ dan koleksi diamondnya ‘superblinkblink’ dan bisa bikin insyekur emak emak macam saya yang masih berkutat gimana meluruhkan lemak diperut bak Nia Ramadhani sedang masih doyan makan gorengan-.*. Belum tentu mereka pasangan bahagia.

Kebahagiaan adalah Pilihan

Ada yang bertahan dalam sebuah hubungan tidak sehat, meski batinnya tersiksa, bahagia sudah jauh dari jangkauan tapi dia bertahan dengan alasan lain. Anak salah satunya. Lalu ada juga yang lebih memilih berpisah Saya melihat sendiri dalam keluarga, syukurnya Kakak saya memilih kebahagiaan dan kewarasannya daripada bertahan dengan hubungan tidak sehat dengan mantan suami. Kebahagiaan yang dia usahakan.

Link bacaan lain:

Hal hal kecil yang membuat kita bahagia

Mau Menikah Bahagia dengan Orang Turki, Baca ini dulu

Usia pernikahan tidak jaminan kebahagiaan

Definisi Bahagia tiap orang tentu saja berbeda, bisa saja kebahagian muncul dari hal-hal kecil, ketika anak mengucapkan: aku sayang ibu…, memberi kita pelukan, atau semacam perjuangan toilet training si Balita dan berhasil, itu rasanya bak menerima academy award untuk kategori pemeran utama terbaik**yaelahhh mbaknyaaa mulai lebay**

Mengucap Syukur tiap hari, karena kebahagiaan tidak akan pernah datang kepada seseorang yang tidak menghargai apa yang sudah dia miliki. Kalau selalu melihat ke atas ada Hotman Paris katanya, tapi ingat di Atas Hotman Masih ada Jack Ma, diatas-atas-atas-atas- atasnya nya lagi sampai langit ke tujuh Ada Allah yang Maha Kaya, jadi jangan takabur. Selalu membandingkan diri dengan pencapaian orang tentu mudah sekali untuk membuat kita tidak bahagia dengan apa yang sudah kita miliki.

Kata mas Frank Tyger, ga tahu ya dia siapa: Nemu kata-kata menarik: “Melakukan apa yang kamu suka adalah kebebasan. Menyukai apa yang kamu lakukan adalah kebahagiaan.” Jadi bagaimana sudah melakukan apa yang teman teman sukai itu juga kategori bahagia loh? Misal kalau saya: Nge Blog salah satunya, karena saya belum tertarik merajut, menjahit seperti hobby hobby umumnya Kaum Hawa di Belahan Bumi Anatolia, Saya menemukan kebahagian tersendiri dengan berbagi cerita seperti ini, berinteraksi dengan sesama Blogger , Kawan sosial media. Kalau pencapaian agar terkenal, viral, sampai detik ini Follower sosial media masih sebatas itu aja, disalip konten-konten lain, contoh sederhana yang sama sama membuat konten İndonesia-Turki? Ya masing masing saja:D Tiap orang punya cara bahagianya sendiri, saya bukan tipe manusia yang terlalu ambisius. Sewajarnya saja, karena sebuah kalimat ini menyadarkan saya tentang tujuan hidup:

Semua orang akan mati kecuali KARYA nya, Maka tulislah sesuatu yang akan memBAHAGİAkan dirimu di Akherat Kelak (Ali Bin Abi Thalib R.a)

Lalu bagaimana sama teman-teman, definisi Bahagianya, Berbagi cerita juga dong:)