Kemarin saya ada undangan dari teman di Blok B, tapi ga bisa hadir karena harus pergi ke carsi, saya mau ke Bank untuk buka rekening atas nama pribadi, undangan untuk jamuan teh ala ibu ibu Turki, bilangnya nge-cay bareng sama tetangga dia, setahu saya tetangga satu lantai dengan si teman adalah istri atasan kerja suami kami, ah males ah hahaha, dia balas WA bernada kecewa karena saya ga bisa hadir (nyari kubu). Kapan kapan saja, ada hal yang jauh lebih penting kemarin itu.

pergi ke carsi nunggu angkot dulu di depan komplek

Saya pergi ke Carsi harus bersama suami, ah ga usah diceritain kalau jalan bawa anak 3 tahun tanpa babanyaeh ini cerita ding– diajak ke Bank udah bete sendiri pengen keluar, padahal saya mesti isi banyak kertas untuk pembukaan rekening baru, alhasil jadi suami yg lebih banyak ngobrol sama petugasnya, ngurus pembukaan rekening di bank lokal, memakai bukti pasport dan ikamet, untuk internet Bankingnya pake nomer hp suami dulu, Hp saya belum mendukung apalagi pernah jatuh dan screennya retak juga. slow kayak keong. İntinya saya butuh rekening atas nama sendiri buat syarat pengajuan permanent residen di Turki, agak ribet soalnya, bukti penghasilan sendiri, uang yang cair dari adsense google cuma cukup buat bayar sewa hosting:D Job Blog belum kenceng, doakan ya hehe, apa harus ekpansi serius ke youtube? ehmm nanti saya pikirkan serius. Mau nulis pekerjaan sebagai blogger tapi duitnya seret ga yakin di approve pengajuan Permanent Resident-nya (uzun donem ikamet) Tapi usaha dulu yaaa kannn.

Pindah Alamat di Turki ga mudah…,

Baca: Terkadang Hidup tidak sesuai rencana

Setelah urusan Rekening selesai, saya langsung menuju sekolah Fatih, cukup jalan kaki, karena letak sekolah juga dipusat Carsi, jemput Fatih. Kemudian lanjut belanja sayur dan buah di Pasar hari Rabu. Sepanjang perjalanan, suami sibuk ngitung di HP nya, maju mundur mau ke Bank lagi, rencana pengen ambil kredit untuk kendaraan, untuk pegawai negeri ada keringanan gitu, bolak balik nanya pendapat saya, ambil atau tidak. Terus saya hitung hitung lagi, untuk tahan dulu, apalagi ekonomi Turki masih buruk. Sabar dikit. Nunggu hari sabtu, siapa tahu dapat hadiah mobil dari Mall hahahaha, ngarep amat dari dulu. Biasa kan selalu ada program gitu setiap kelipatan belanja sekian lira bisa daftar undian hadiah mobil di Mall. Saking gabutnya diskusi sambil jalan gitu.

Jauh-jauh ke luar negeri tinggalnya di kampung

Karena sekarang tinggal di pelosok, terus terang saja kebutuhan alat transportasi jadi penting banget. Dulu sih masa bodo ketika tinggal di İstanbul, tabungan bisa buat pakai mudik sekeluarga. Sekarang kondisi berubah. Apalagi ongkos angkutan juga naik 2x lipat, angkutan yang datang cuma 2 jam sekali itu juga cuma satu angkot sekota, sampai kita kenal akrab sama supirnya. Masalah finansial keluarga meski saya tidak diamanahi buat ngatur keuangan rumah tangga, sebagai mana kebiasaan orang Turki, keuangan rumah juga dipegang suami. Tapi posisi saya sebagai monitoring dia, keluar masuk uang, harus sepengetahuan saya. Hal apapun diskusikan berdua. Pusing ya pusing berdua hehehe.

pluto ketika menghijau…menunggu petualangan keluargapanda

Ya semoga tahun ini kesampain planning kami, ada kendaraan, karena terus terang emang susah banget mau kemana-mana, biar bisa ekplore pluto lebih seru lagi, banyak tempat yang belum bisa saya kunjungi karena keterbatasan ini. Semoga tahun ini terealisi. Pulang dari Carsi bawa banyak belanjaan dan ditambah Alya ketiduran selama di jalan, beban berat gendong naik tangga, mana lift di Gedung C tidak fungsikan, padahal di Blok B dimana para atasan tinggal, liftnya difungsikan,alasannya karena ada orangtua si atasan yang ikut tinggal, biar ga capek naik turun tangga. Ketahuilah Previlege jabatan itu ada di birokrasi negara:V berhubung lojman juga dibawah kendali pengurusann utamanya di mereka ini, ya gitu pokoknya.