Peningkatan jumlah korban virus corona covid19 di Turki semakin meningkat, kemarin pemerintah Turki mengeluarkan kebijakan baru. Ada 3 kebijakan yang baru dikeluarkan yaitu:

  • Berlakunya jam malam untuk usia dibawah 20 tahun, dibatasi keluar rumah, Sebelumnya usia 65 tahun ke atas sudah dilarang keluar rumah, sekarang diberlakukan untuk usia remaja dibawah 20 tahun, karena usia ini banyak yang menjadi ‘carrier’ virus.
  • 31 Provinsi di karantina, terutama kota-kota yang penduduknya diatas 1 juta, kebetulan di Pluto, 30 ribu penduduk saja masih kurang, meski tidak kena kebijakan karantina, tapi untuk pegawai negeri sipil sudah dilarang keluar wilayah kerjanya, artinya ya sama aja, kami terkurung di pluto.
  • Wajib memakai masker jika pergi ke supermarket atau ke pasar-pasar
  • Akan dikenakan denda jika melanggar semua aturan.

Tambahan lagi, anak-anak sudah dilarang diajak ke pusat keramaian, baik ke pasar atau supermarket, ini otomatis sebagai ibunya, saya juga tidak leluasa bepergian, belanja kebutuhan pokok dilakukan suami. Tadi sore saya sempat melihat berita di TV, ketika kebijakan ketat mulai diterapkan, ada sebuah keluarga mengendarai 1 mobil, dicegat sebelum masuk pusat kota A, mereka datang dari kota B yang jaraknya 7 jam perjalanan darat, baru sampai 5 menit di pintu masuk kota A, diberhentikan petugas keamanan, kendaraan mereka dilarang masuk pusat kota, sempat terjadi adu mulut, tapi tentara yang berjaga cukup tegas menghalau mereka masuk pusat kota, entah bagaimana nasibnya, apa balik lagi ke kota sebelumnya, tidak dijelaskan.

Kebijakan lainnya, Negara juga membuka donasi untuk warganya jika mau menyumbang, lalu ada kebocoran data dari perusahaan BUMN, akan memotong gaji karyawannya 400 lira, dan hal yang sama akan diperlakukan memotong gaji semua PNS, wacananya min 100 lira. Gaji karyawan BUMN sama PNS biasa ya beda kelas saya rasa, kalau disamain potongannya, yah gimana ya. Dengan situasi sulit seperti sekarang, maunya ya nyumbang seikhlasnya gitu heheh, karena ternyata karantina diri di rumah itu butuh biaya jauh lebih besar. Tagihan-tagihan ada penundaan pembayaran tapi ga ada GRATİS! yang artinya di rapel ke bulan bulan berikutnya. pemakaian listrik, air, gas justru meningkat karena dirumah terus, kompor ya nyala terus kan ya.

Untuk pekerjaan Suami, sudah turun kebijakan dari Kementeriannya, bahwa semua staf akan dikarantina. karena tidak bisa menerapkan ”work from home” meski staf kantor pun semua harus masuk karantina, penerapannya dengan sistem grup. Grup pertama masuk kerja selama 15 hari non libur, kemudian masuk karantina 15 hari. total 30 hari tidak boleh pulang ke rumah. Staf diputar terus, kebetulan saat ini masih dirumah aja, dapat jatah grup selanjutnya yang artinya bulan Ramadhan sampai hari raya, dia akan bekerja dan berpisah sementara, tidak diperkenankan pulang ke rumah. Suami kerja 30 hari, saya kena kebijakan tidak boleh keluar bepergian, nah mau ke market saja ga memungkinkan pergi sendiri meninggalkan anak-anak, sedang kendaraan umum yang masuk wilayah komplek sudah dilarang beroperasi. iya saya nyetir belum bisa dong-.-‘

Tanggal 27 maret lalu, dapat kabar duka, dari teman sesama WNİ di İstanbul, suaminya wafat karena terpapar Corona covid19, sementara dia sendiri negatif corona, lalu karantina mandiri di rumah, baca berita duka, suaminya terpapar virus ini setelah menerima tamu, teman-temannya yang datang dari luar negeri. Tidak terbayang diposisi dia, usia pernikahan menginjak 1 tahun setengah dan harus kehilangan suami karena wabah ini, Allah Rahmet eylesin, mekanin cennet olsun insha allah. İstanbul sudah masuk Zona merah di Turki, sehari lalu saya melihat berita, Menteri kesehatan mengumumkan jumlah korban wafat, hanya untuk wilayah istanbul saja pernah 220 orang sehari, updetan terbaru jumlahnya menurun.

data 4 april 2020

Harga-harga meningkat tajam

Semenjak wabah ini, harga kebutuhan pokok meningkat, bayangkan harga bawang putih sekilo sudah 100 lira (kurs terakhir 100 lira: 243 ribu) padahal bawang putih bumbu dapur favorit saya. Semua mulai ada kenaikan. Teman di kota lain melaporkan ada kelangkaan terigu juga, saya ga stok sembako banyak, tapi menjelang Ramadan dan suami harus piket tugas 30 hari, rasanya harus stok sembako sebulan-.-‘

Kedua mertua saya usianya diatas 70 tahunan, artinya mereka termasuk orang yang dilarang keluar rumah, kebetulan cuma tinggal berdua saja di Desa, sedang kami tinggal beda wilayah. Tidak diperkenankan memasuki wilayah mertua, alhasil memantau mereka lewat telpon, mengingatkan jika ada perlu sesuatu telpon jandarma saja (tentara polisi) mereka akan membantu, kalau obat-obatannya habis dan perlu ke kota, ya semoga ada salah satu kakak ipar yang memantau, tapi ini juga membuat kami khawatir, kakak ipar ada yang kena diabetes, meminta tolong beliau juga membahayakannya. İnsha allah masih ada family lain yang bisa dimintakan tolong. Sejauh ini cuma bisa komunikasi lewat telpon saja, menjenguk mereka pun kami justru kuatir sendiri.

Saya juga tetap memantau perkembangan di Tanah air, karena ingat sama kedua orangtua, semoga mereka sehat-sehat semua dan terhindar dari wabah ini, kegiatan saya selama dirumah, ya samalah dengan orang lain, ngubek ngubek dapur terus, ngasuh anak gimana caranya supaya ga bosan dirumah. Nonton netflix, drama. Belajar fotografi, kadang juga bosan sih, pengen jalan gitu pasti kepikiran, tapi tahaaaan ga boleh bandel! karena saya pengen wabah ini segera enyah dari muka bumi. Kudu nurut! belakangan cuaca di Pluto mendung dan hujan kemudian berangin dan dingin, aih makin mager aja kan. Pengen jalan ke kebun belakang, cuacanya belum bersahabat. Tiap hari bolak balik tengok jendela, lihat kehidupan orang di lapas, yang masih sliweran, bolak balik kayak setrikaan.

Kalau cuaca sudah cerah saya mau hunting foto lagi, rasanya blog ini butuh kesegaran.:)