Pernah ga buka sosial media terutama FB lalu ada caption: Titip save-ya, kemudian posting segala foto di beranda, seakan caption itu ditujukan buat mark Z si Pendiri FB hehe, udah macam nitip sandal aja di depan majlis taklim. Posting foto untuk dokumentasi di akun sosial media. Bagusnya ya di private saja, kecuali emang sengaja dibuka ke Publik.

İstilah jejak digital kejam

Saya dapat istilah ini dari pengguna aktif sosial media, apalagi kemarin baru saja ada kasus heboh Video viral yang diduga seorang public figure. Saya tengah malam sempat buka twitter, scroll dan baca-baca cuitan teman di twitter, lalu muncul video cuplikan dance-Grup K-pop, oh saya pikir nama yang menjadi trending di İndonesia saat itu, memang seorang penyanyi İndonesia yang jadi anggota Girl band baru, *masih lugu*** sebelum kemudian saya klik hastagh yang menjadi trending issue di sebelah kanan, dan Astagfirullah..duh mata ternoda hehhe ga sengaja liat foto saja sebenarnya, ga berminat klik, cuma lanjut saja baca cuitan sambung menyambung.

Di Turki internet sangat dikontrol pemerintah

6 Cara terbaik membatasi İnternet pada anak

Tarik kebelakang, kasus Video yang sama, yang tidak kalah hebohnya, tidak saya jelaskan detail pasti paham. Kasusnya sekarang mungkin sudah reda, dan hampir terlupakan, tapi ketika naik kasus serupa, orang-orang yang diduga pernah ada dalam video heboh beberapa tahun lalu, jadi ikut terseret kembali, meski kasus terbaru tidak ada kaitannya sama sekali sama Pelaku video sebelumnya, saya menemukan di sosial media, foto dia disandingkan begitu saja dengan publik figure yang diduga ada di video 19 detik itu. Yah jejak digital memang kejam ya, ditambah kekuatan netijen İndonesia bisa mengalahkan unit cyber crime kepolisian manapun , ada yang tiba-tiba jadi pakar hukum, telematika, profiler.Psikiater anak sampai ustazah.

Hikmahnya apa bahas ini:

Saya jadi mikir, kehati-hatian menggunakan Sosial media memang harus terus dikampanyekan, teknologi semakin berkembang, jangan kira menyimpan file pribadi di smartphone yang dibuka hanya dengan sidik jari pemilik bisa aman dari hacker. Jujur saya menyimpan foto yang sangat private anak saja tidak berani di HP, bahkan ketika lepas kerudung juga, hanya sekilas kemudian buru buru hapus. Rasanya ngeri saja. Apalagi sampai urusan teramat sangat Privasi dengan pasangan. secanggih apapun fitur yang disediakan smartphone terbaru, pikir seribu kali untuk merekam dan menyimpan hal privasy.

The Power of music

Banyak aplikasi yang mengancam?

Saya pernah dapat cerita tentang perselingkuhan seseorang, padahal dia jarang buka WA pasangannya tapi ada aplikasi yang bisa dia unduh untuk memantau isi percakapan di smartphone pasangan. Bisa ya? kan saya tulis, teknologi semakin maju dan juga sedikit mengerikan. Yang sederhana saja tambahan fasilitas screenshoot di smartphone sering jadi barang bukti untuk menjatuhkan seseorang.

Negara Muslim terbesar tapi?

Ada tulisan yang beredar tentang peringkat netijen İndonesia di dunia maya? Pengakses Po*** hgrafi nomer 2 di dunia? ngeri ya, tahun 2013 masih menduduki peringkat ke-6, tahun 2015 naik menjadi nomer -2 (sumber berita: rilis.id) nah seperti kasus sehari lalu, video viral, link download bertebaran, bahkan disetiap kolom komen, entah dengan nada becanda atau serius: meminta link video. Apa ini sudah bisa mewakili pembuktian survey peringkat diatas? Ditambah ketika saya baca portal berita besar İndonesia: Polisi lansung bertindak cepat! wow berbanding terbalik dengan berbagai cuitan warga di twitter yang mengeluhkan pelayanan mereka, giliran kasus hangat, viral menyangkut publik figure geraknya cepat sekali. Sarksm ya.

Sosial media , İnternet memang tidak terpisahkan, waktu ngobrol dengan teman dan juga tetangga, dia bilang: memutuskan menutup semua akun sosial medianya. Tidak ada manfaat, dirinya masih berselancar di dunia maya, sebatas streaming drama terbaru atau cari resep masakan, terkadang WA saja dia nonaktifkan, sampai saya protes karena sulit sekali menghubungi dia kalau kebetulan pas pulsa habis, mengandalkan sekali panggilan telpon via WA heheh. Tapi saya mengatakan: Sulit buat saya melakukan hal sama dengannya, apalagi sekarang menjadi Blogger, kebutuhan akses internet dan pemanfatan sosial media sangat penting. Ya tergantung si penggunanya saja ya, Bisa kontrol diri dan memanfaatkan kemudahan teknologi dijalan yang baik. Masih berjuang…

Banyak kasus karena tingkah pengguna sosial media: ada istilah pansos, viral dan sebagainya yang berujungnya menghasilkan pundi pundi rupiah.Tapi mengingatkan saja tentang beban moral dan balik lagi tentang istilah: jejak digital sangat kejam! Berhati-hati saja.