Categories
jalan jalan

Jejak Bangsa Hittit di Museum Corum, Turki.

Ketika Membaca buku sejarah Dunia, hanya tertulis ada 3 Bangsa Besar yang pernah begitu berjaya di Muka bumi: Mesir, Babylonia, Asyuria, karena ketiga bangsa tersebut meninggalkan bukti sejarah artefak kuno yang dikenal dunia, seperti Mesir misalkan, dengan Piramidanya. Pernahkah mendengar ada 1 Bangsa besar yang ‘menghilang’ Bangsa ini disebut juga Bangsa Hittit, Penguasa Tanah anatolia (Turki sekarang) selama 3000 tahun Bangsa Hittit hilang dalam sejarah Dunia, sampai akhirnya seorang penjelajah prancis Charles Texier di tahun 1834 melakukan penjelajahan di daerah Anatolia tengah, Turki. Mencari kota hilang- Hattusa ibukota Bangsa Hittit.

Bangsa Hittit atau bangsa HET, adalah bangsa Anatolia Kuno, Jauh sebelum kedatangan Bangsa Romawi, Selcuk hingga Ottoman menguasai tanah Anatolia, Mereka ada sejak zaman perunggu, abad ke 2 sebelum Masehi, udah ada yang lahir? Mereka beribukota di Hattusa-salah satu kabupaten di Daerah provinsi Corum sekarang- kota kelahiran Suami, lalu apakah dia keturunan kaisar Hittit? Wah saya ga halu ketinggian, rentang sejarahnya panjang. Bangsa Hittit pernah berperang melawan Bangsa Mesir dan hampir membunuh Firaun Ramses, Namun peperangan ini belum usai, kedua penguasa melakukan perjanjian damai, konon perjanjian damai antara Fir’aun Ramses II dan Hattushuli III adalah perjanjian damai tertua di Dunia. Disebut perjanjian Kadesh.

Menengok İsi Museum Corum, jejak peninggalan Bangsa Hittit disimpan.

Sejarah Bangsa Hittit tidak lepas dari Provinsi Corum, Turki. Karena Wilayah— alacahoyuk-boğazkale (Hattusa) Daerah kuno peninggalan Bangsa ini berada di Corum. Lokasi Corum sekitar 3 jam dari ibukota Turki. Ankara. Artefak kuno peninggalan bangsa Hittit di simpan di Corum museum dan museum arkeologi İstanbul.

Lokasi Museum ini mudah di Jangkau, berada tidak jauh dari Hotel Anitta, salah satu bangunan bertingkat yang cukup tinggi di Corum, oh ya jangan bayangkan gedung pencakar langit semacam Burj khalifa Dubai atau Gedung tinggi di kota metropolitan.Tinggi disini standar untuk ukuran Kota kecil. Untuk masuk museum dikenakan tiket 12 lira per-orang, atau bisa menggunakan kartu khusus masuk museum se Turki (Müzekart) yang bisa jadi akses ke semua museum selama berada di Turki, termasuk Corum Museum.

Sebelum memasuki gedung utama museum, bisa melihat berbagai prasastti batu, maupun sarcofagus, peninggalan bangsa Hittit dan bangsa sesudahnya, seperti era phrygia maupun selcuk. Letaknya di kanan dan kiri area halaman museum yang memang cukup luas ini.

koleksi foto-foto bangunan sisa kota hattusa bisa di cek dari website resmi museum: https://corum.ktb.gov.tr/TR-58915/hitit-resim-galerisi.html

Sebagian koleksi di museum adalah hasil penggalian para arkeologis di daerah alacahoyuk-hattusa, koleksi berharga peninggalan bangsa hittit yang tersimpan dengan baik seperti : Pedang milik Raja Hittit: Tuthaliya II, pedang ini tidak bergagang. Beberapa koleksi perhiasan emas, dan berbagai gerabah , vas yang ditemukan para arkeolog. Dan koleksi museum yang tak kalah menarik lainnya adalah:

Kuburan Puteri Raja Hittit

makam seorang Puteri bangsa Hittit yang menjadi koleksi dari museum corum, ini kerangka asli **

Koleksi yang paling menarik di museum ini berada di lantai satu museum, ditengah museum, pengunjung dapat melihat langsung-kuburan bangsawan Hittit yang ditemukan, Posisi kerangka yang terbaring dengan mahkota di batok kepalanya. Biasanya jika raja atau keluarga kerajaan meninggal,maupun pemuka agama Hattian (sebutan untuk orang hittit) mereka akan dikuburkan dengan posisi jenazah berbaring menyamping layaknya janin dalam kandungan . Tidak lupa perhiasan berharga milik orang tersebut juga ikut dikuburkan. Untuk prosesi penguburan, pihak museum menyediakan layar LCD dengan gambar 3 dimensi. Penggambaran bagaimana upacara penguburan ini berlangsung. Makam ini khusus untuk orang dewasa, anak atau bayi tidak diberikan ritual penguburan semacam ini. Kerangka beserta bentuk makam yang menjadi koleksi museum adalah bentuk asli. Kebayang ga sih kalau ini ada dalam film Night at Museum, Petugas jaga museum yang diperankan Ben stiller dan tiba-tiba tengah malam, ‘sang puteri’ yang sedang rebahan meski dalam bentuk tengkorak terus hidup lagi. Ok ini imajinasi saya aja:D

makam puteri raja hittit

Simbol bangsa Hittit: Sun Disk

Sun disk: simbol bangsa Hittit

Simbol ini disebut juga Sun Disk: terbuat dari perunggu, menjadi simbol bangsa juga simbol kepercayaan agama bangsa Hittit yang saat itu diketahui sebagai penyembah Dewa Matari, simbol ini sering digunakan dalam ritual keagamaan Bangsa Hittit. lingkaran dalam Sun Disk ini mewakili Bumi dan Matahari, di posisi bawah ada dua tonjolan tanduk banteng. Konon di masa bangsa Hittit, Banteng dianggap binatang suci oleh para Hattian. Sedang di bagian lingkar atas mewakili kesuburan dan kebebasan di alam.

Baca juga ini ya:

Cerita dari İskilip

Apa saja isi Museum Ulama di Kota İskilip

Jalan-jalan ke Amasya lihat Mumi asli!

ziarah ke Makam guru muhamad Alfatih

Kalau teman-teman datang ke Turki, akan terbiasa melihat simbol ini yang kembali populer semenjak penggalian artefak Bangsa Hittit menemukan Sun Disk (Günes Kursu) yang dilakukan pada tahun 1935 atas perintah langsung bapak sekulernya. Attaturk. Simbol ini juga diadaftasi menjadi logo salah satu Universitas Turki yakni: Ankara University dan logo Rumah sakit Pemerintah di kota asal Sun Disk: Corum. Logo ini tidak asing saya lihat di daerah tinggal sekarang. Bahkan Logo ini juga di komersialkan oleh salah satu Brand besar di Turki. ETT* Brands- Buatan jualan Snack heheh.

sebagian besar koleksi museum di dominasi gerabah / aneka perkakas dari tanah liat, mulai dari piring , teko, gelas dsb.

Karena ketika di Museum saya malah iseng live instagram, bercerita langsung sama teman-teman di akun instagram. Ternyata saya hanya memiliki sedikit koleksi foto (duhhh) ada satu gerabah besar di dekat pintu masuk museum, ukurannya cukup besar, hingga manusia dewasa bisa masuk, Gerabah ini biasa dijadikan tempat mengubur jenazah orang hattian, biasanya jenazah akan dimasukan gerabah dengan posisi layaknya Fetus di dalam rahim, memakai perhiasan yang dia punya, kemudian dikubur. Jika Makam keluarga kerajaan maupun pemuka agama lebih besar, Orang biasa dimakamkan dengan cara dimasukan ke dalam gerabah besar.

gambaran gerabahnya hampir mirip dengan difoto, tapi ini gerabah yg dipakai untuk menaruh air. Ya anggap saja Peti jenazah bangsa hittit

Selain era Bangsa Hittit, museum ini juga menyimpan artefak kuno peninggalan bangsa sesudah Hittit, seperti era phrygia, Bangsa phrygia adalah bangsa yang menyerang Hittit, kerajaan mereka berada di wilayah İbukota Ankara sekarang, dengan İbukota Bangsa ini bernama Gordion, Legenda Raja Midas dalam mitologi Yunani berasal dari Bangsa Phrygia.

Tanah Anatolia -asia kecil- sejak zaman dahulu, diduduki bangsa-bangsa besar Dunia yang dikenal memiliki peradaban tinggi,Perbagai warisan sejarah besar bangsa-bangsa ini menjadi harta tak ternilai Turki Modern. Wisata ke Museum di berbagai daerah Turki, sayang untuk dilewatkan. Untuk informasi tentang berbagai museum Menarik di Turki bisa cek link:

İnformasi berbagai Museum menarik di Turki

4 replies on “Jejak Bangsa Hittit di Museum Corum, Turki.”

Baru paham kenapa tengkoraknya posisinya sedikit miring begitu. Ternyata, memosisikan diri kita di waktu masih dalam kandungan gitu ya. Tapi, horor juga emang kalo kaya film night at museum 😀

yg lebih horor yang dimasukin gerabah mba..jadi mayatnya ketekuk gitu ya macam bayi dlm kandungan.., semua koleksi museum tengkorak asli-.- ngeri jg kalo malem2 hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *