Jadi nikmati saja perjalanan hidup untuk 5 tahun ke depan 😀 kadang hal-hal tak terduga menjadi bahan cerita tersendiri, tinggal di Kampung di Turki..Seperti takjubnya liat kehidupan rumah petani terdekat, meski mertua juga petani tapi yang ini agak beda, rumah sederhana sekali, di garasinya yang kecil ada dua mobil terparkir, dan ada 1 terparkir di dekat tumpukan jerami mobil jenis mercedez, 1 traktor terbaru yang harganya bisa lebih mahal dari mobil sedan juga. Penampilan sederhana ga menjamin isi kantong juga sederhana kan, uniknya petani disini. Punya tetangga baru dari sanlı urfa, meski sesama orang Turki, kultur mereka berbeda. Sama-sama baru pindah ke iskilip, meski mereka ber ktp Turki, mereka aslinya berdarah arab (bukan pengungsi suriah) tapi memang orang arab yang sudah menetap di Turki sejak leluhur mereka dari zaman osmanlı, ya sekilas saya sulit membedakan, dari hidung sama -sama mancung kan ya hehe, tapi semakin sering berinteraksi bisa juga membedakan mana dari suku turki dan orang Turki dari suku lain. Dalam keluarga besarnya terbiasa memakai 2 bahasa: arab dan Turki, tapi semakin kesini katanya mereka lebih dominan berbahasa Turki saja, hanya orang tua yang masih sering berkomunikasi dalam bahasa arab.

Lingkungan sehari-hari? kira-kira seperti foto-foto dibawah ini, jalan kecil di depan komplek termasuk jalan yang baru dibangun, belum sepenuhnya teraspal, masih dalam proyek, karena lokasi komplek yang dibangun juga masih daerah baru. Tidak ada angkutan umum resmi, mobil van besar milik belediye yang difungsikan jadi angkutan umum setiap 2 jam sekali.

angkot yang disediakan belediye, hanya beroperasi setiap dua jam sekali:D
selokan di depan komplek, air bersih nan jernih
bermain bebas di tanah lapang..:D
iseng lempar batu gerombolan bebek
rumah petani terdekat yg saya maksud diatas:D

Katanya harus mulai bersahabat dengan alam, saya masih berusaha agar bisa minum dari air keran di dapur, tapi kok ragu terus ya hahah, air dari pegunungan. Segar. Otak saya masih tercemar kapitalis dari İstanbul, jadi masih sering beli air kemasan di market. Oh ya jangan ngarep ada tukang bakso gerobak lewat 😀 itu sih kampung saya banget, tiap sore bisa teriak di depan rumah manggil tukang keliling.