Kalau sore kadang nemenin suami nonton acara Tv tidak berfaedah tapi dia tonton, bahasannya tidak jauh dari problem rumah tangga. Selain baca Berita, kasus-kasus perselingkuhan di Turki sering dijadikan topik Talk show TV nasional, tentang seorang ayah yang ragu darah dagingnya sendiri, padahal terikat perkawinan sah dengan istrinya, minta tes DNA, tentang seorang ayah yang baru tahu jika ke semua anaknya bukan darah dagingnya sendiri, anak-anak yang dia rawat dan besarkan. Kok bisa?

Bisa saja kok, Turki bukan negara İslami, apa saja bisa terjadi sama dengan negara-negara lain di dunia ini. Toh Negara yang berlabel agama saja belum tentu isinya Calon ahli surga semua kan. Apa acara di TV sekadar script saja? ehm belum tentu, di dunia nyata, saya menjadi pendengar setia suami kalau dia cerita. Dia pernah ngurusi temannya yang tewas ditusuk istri pakai pisau dapur karena cekcok rumah tangga, Si İstri mergoki suaminya berselingkuh dengan wanita lain. Ditelpon, datang ke UGD. Sayang rekannya tidak bisa diselamatkan.

perselngkuhan KDRT di Turki

Pria dan Perempuan Turki juga suka selingkuh

Sedang asyik nonton Berita di TV, lag–lagi kasus perselingkuhan, Duel antara polisi dan Tentara pakai pistol di jalan HANYA karena merebutkan Perempuan, dan Perempuan yang diperebutkan ini adalah rekan kerja suami di tempat kerja terakhir, Suaminya Polisi, Pacarnya Tentara. Suaminny tewas kalah duel senjata, Pacar selingkuhannya dipenjara dan juga dipecat, si Perempuan juga dipecat tidak hormat.

Ditempat kerja sekarang, lagi-lagi bertemu teman yang doyan selingkuh, tapi istrinya memaafkan, dulu mereka tinggal di İzmir, Gadis-gadis asal İzmir memang terkenal cantik di Turki, ga heran Provinsi ini yang sering nyumbang kontestan Ratu kecantikan mewakili Turki. Suaminya selingkuh dengan gadis İzmir, memaafkan dan sekarang mereka tinggal di ‘pluto’ bertetangga dengan kami. Tapi gerak geriknya diawasi sekali, kepercayaan istrinya sudah hilang, padahal kalau boleh bilang, istrinya kurang cantik apa, tinggi semampai cantik bak model.

Jadi, dimana saja bakal ketemu tipe manusia-manusia seperti ini, kalau mengutip bahasa netijen İndonesia, ada istilah Pelakor versus Pebinor, Kalau ada bahasan Lelaki Turki setia? ehmm belum teruji, Tidak bisa menilai hanya dari beberapa cerita orang saja yang kebetulan suaminya setia, yang bernasib buruk juga tidak kalau banyak di Turki. Kalau kesetiaan jadi label malah menjerumuskan, Kalau kesetiaan jadi identitas harusnya angka KDRT tidak tinggi di negara ini.

Perempuan İndonesia, jangan mau menikah dengan Pria Turki hasil selingkuh!

Ada seseorang yang berhubungan dengan Pria Turki, padahal dirinya masih terikat pernikahan dengan Suaminya, sampai berniat meminta cerai ke Suaminya di İndonesia, kasus seperti ini belakangan juga makin mencuat. Lalu apa yakin Bahwa Pria Turki yang dia kejar itu lelaki terbaik? Menggoda İstri sah orang, kalau Pria baik-baik harusnya punya batasan diri. Dia tidak akan mengganggu rumah tangga orang, meski diberi akses. Tau diri. Jika si Perempuan tidak terikat pernikahan dari awal bertemu dia, sah-sah aja.

Memaksakan diri sampai datang ke Turki demi Menikah dengan Pria idaman lainnya, dan yakin bahagia?

semesta tidak akan mendukung. Sesuatu yang diawali dengan hal buruk tidak akan langgeng, biasanya seperti itu. Hukum sosial yang berlaku, ‘Cinta’ mereka akan diuji dengan berbagai nyinyiran dan doa doa buruk. Sudah banyak Pelajaran dari berbagai kasus, pasangan selingkuh menikah, berapa persen yang benar-benar bahagia? İngat jack and Rose aja Mati si Titanic couple, Tuhan ga merestui, Perselingkuhan ‘goyang Mobil’ versi Jack and Rose (asli ga nyambung)

Menikah dibawah tangan juga tidak menguntungkan! dimana-mana saja aja apalagi di Turki, urusan akan lebih panjang, jangan mau dibego-in meski pakai dalil agama, pakai jalur resmi jika memang serius. Saya selalu tekankan ini. Rela datang ke Turki cuma dinikah siri, Saya gagal paham dengan Perempuan nekad seperti ini, ada banyak batasan dan norma yang ditabrak demi memenuhi Obsesi. Berujung jadi korban KDRT. Yang nyari masalah dia sendiri dan ngerepotin WNİ di Turki. Mau bantu secara Hukum, surat suratnya ga cukup kuat, Dokumen sah pernikahan ga diurus. Memang ada kasus seperti ini? Sudah banyak terjadi

Nikah imam dan Nikah resmi apa bedanya di Turki

Mbaknya ga ngerti perasaan orang jatuh cinta, tidak bisa memilih kepada siapa? Loh siapa bilang! Kendali diri tetap sama kamu sebagai perempuan, kalau memberi harapan, celah perselingkuhan akan masuk. Saya pernah diposisi seperti itu, didekati 3 Pria beristri dimasa lalu, satu rekan kerja, duanya kenalan. Saya tahu si teman kerja ada ‘rasa’ dan mendekati, tapi saya punya ketegasan. Dua kenalan juga seperti itu, satu terang-terangan melamar untuk jadi istri kedua, dengan halus saya tolak, dijejali dalil-dalil apapun ga mempan, sorry to say:) pajang foto sedang orasi demo tentang agama, jidat keunyuan-mu menawarkan menjadi ‘imam’ buat bimbingan skripsi..lahh apa. Satu lagi dengan profesi dosen, diskusi selalu nyambung karena cerdas juga, dulu Pria-pria kategori Cerdas itu menurut saya amat sangat Suamiable, terang-terangan mengakui ada rasa, sayangnya sudah beristri, lah. Saya gimana? Saya tahu diri meski awalnya nyaman dengan obrolannya, Cut! semua akses. Lebih baik Jomlo daripada ganggu Rumahtangga orang, saya masih mampu menghidupi diri sendiri. Kendali itu ada di diri kita sendiri. Ada Prinsip yang membentengi hati.

diajak menikah Pria Turki pertimbangkan hal ini

Begitu juga jika teman-teman yang sedang jenuh dan larut berselancar di dunia maya, ketemu kenalan orang asing, apalagi Pria Turki, langsung melayang. Mulai asyik Chat, sampai lupa diri. Alasannya teman curhat sampai minta chat mesum dan berlanjut entah apalagi. Kendali itu ya diteman itu sendiri, kalau udah tahu dia mesum, banyak negatifnya kok ya masih dikasih akses, ditanggapi terus. Udah tahu dirumah ada suami, tidak ada konflik berat. Kenapa dicari-cari dan Pintu untuk orang ketiga dibuka. nyesal itu belakangan memang.., menasehati orang mabuk cinta adalah kesia-siaan hidup..suer. İni tulisan buat yang belum kecebur terlalu dalam dan otaknya masih berfungsi sempurna. Jangan nambah-nambahin kasus WNİ lagi di Turki, kasihan itu para Diplomat banyak urusan lebih penting untuk mempromosikan İndonesia. Jadi jangan termakan tulisan tipe Lelaki Turki setia semua, yang Buaya darat juga banyak:) apalagi ketemu lewat aplikasi semacam Tinder dkk, seperti nyari jarum dalam tumpukan jerami. Yang beruntung satu tidak jadi jaminan nasibnya akan berujung sama. Tau diri, kendali diri, harga diri! itu sih