Pertama kali tinggal di Turki (2011) saya bawa stock penyelamat, ya anggap aja harta karun untuk survive adaftasi di Turki. Dibanding bawa pakaian dsb, saya lebih  milih koper diisi penuh stok makanan, salah satunya tentu saja İndomie.  Untuk terbiasa dengan makanan Turki sehari-hari saya termasuk ‘agak’ sulit. Apalagi saya kurang suka makanan berlemak,  Menu tinggi karbo atau protein, ( orang Turki terkenal juga sebagai salah satu bangsa penkonsumsi daging terbesar), Saya ingat pertama kali ber hari raya kurban sebagai menantu baru di keluarga suami, perkenalan sebagai  menantu dan anggota keluarga baru, dikunjungi dan mengunjungi kerabat suami, Nah pernah pas hari raya idul adha, saya ‘klenger’ silaturahmi ke keluarga kakak ipar di lain daerah, ya bayangkan, meski hanya mengunjungi 5 rumah, tapi setiap rumah menyajikan sepiring daging tiap bertamu, lalu cay bergelas-gelas. Rasanya makanan belum sepenuhnya turun ke usus , datang ke rumah saudara yang lain, dihidangkan menu yang hampir sama, full daging, karbo. Meski berusaha menolak tapi demi menghormati tuan rumah, beberapa suap haru tetap masuk ke mulut. Pulang sukses perut ‘begah’ susah BAB…heheh, lalu menetralisir lidah dengan mie instan ditaburi irisan cabe pedas, semangkuk salad dan sepiring İndomie, cukuplah.
Susah ga nyari İndomie  di Turki?
Untuk saat ini, Mie instan İndomie sudah masuk pasar Turki. Bukan perkara sulit mencari Mie İnstan termasyur  ini. Dulu tahun 2011, hanya terbatas di Supermarket besar, dan itupun İndomie produksi dari arab saudi, Syukurnya sekarang İndomie sudah membuka pabrik di Negara Turki, Mulai bersaing dengan produk lokal.
Semenjak kehadiran mie instan asal indonesia ini, kompetitor lokal juga mengeluarkan produk mie instan, dengan citarasa disesuaikan lidah lokal. Beberapa kali saya mencoba mie instan produk lokal, rasanya?? Sulit dijelaskan:D antara enak dan enek, mie nya enak tapi ketika dikasih bumbunya jadi enek. Biasanya saya beli mie nya kemudian mengolah bumbu racikan sendiri, bisa dijadikan mie goreng salah satunya, terus bumbu  asli kemasan?  buang aja.
Jujur saja: Bumbunya jauh lebih enak buatan dari pabrik indonesia. Sepertinya memang disesuaikan dengan lidah orang Turki, İndomie rasa lokal kurang micin, kira kira seperti itu lah, kuahnya cenderung lebih bening,  Bumbu untuk mie produksi pabrik di Turki, lebih ringan dan seperti hilang citarasa İndomie ala indonesianya. Tapi dibanding produk buatan kompetitor lokal saya tetap milih İndomie. Tinggal disesuaikan dan ditambah bumbu tambahan biar tetap enak ketika dinikmati .
Beli di mana?

orang turki mulai suka mie instant

Produk ini sudah masuk di banyak supermarket di Turki, seperti jaringan BİM (yang tokonya dimana-mana) sudah bisa beli di BİM market. Selain mie dengan bungkus biasa, İndomie Cup  juga tersedia (dan herannya kenapa jauh lebih enak:D) dibanding Mie kemasannya,  Jadi kalau sedang liburan ke Turki, nyari alternatif  makanan setelah ‘mabok’ kebab dan baklava. Tinggal mlipir aja cari supermarket, Bisa beli yang cup nya, rasanya lebih enak hampir sama dengan produk buatan pabrik indonesianya.
Sayangnya memang variannya tidak sebanyak di İndonesia,indomie salted egg dll, disini terbatas. Untuk indomie mi goreng hanyabisa di beli di jaringan supermarket besar, mungkin karena kurang laku? meski bumbunya sudah disesuaikan, orang Turki sepertinya memang kurang suka kecap manis, masa di ganti salca?
Baca: Mengenal salca
Biasanya kalau pengen nyoba varian rasa lain, Bisa beli di teman WNİ yang jual online. Produk İndonesia yang mendunia yang memang si Mie instan ini, kedepan saya pribadi berharap dari pabrik yang sama  tidak cuma mie instan nya yang masuk pasar Turki, tapi kecap, sambal dll..,  Membandingkan dengan produk dari negara Tetangga (thailand) yang lebih mudah dicari, saos sambal produk indonesia itu jauh lebih enak dan mantap, suami saya yang termasuk ‘picky’ juga paling senang dengan saos buat indonesia. Membandingkan dengan produk lokal meski sekelas merk terkenal dari eropa, menurut lidahnya, saos indonesia tetap lebih enak. Sayangnya baru produk Mie instan nya saja mendunia, saos sambal dll.,belum bisa ditemukan di market lokal. Yup semoga produsennya baca blog ini heheh Saya cinta produk indonesia:D biar ga repot repot kudu import sendiri beli dari İndonesia atau kudu beli online mulu.
*Bukan postingan berbayar,tapi curhatan mamak-mamak yang saos sambalnya abis dan lagi pengen mie-.-‘***