Categories
dunia mix marriage

Hidup terpenjara disamping Penjara

Setiap hari kegiatan saya terkadang ‘ngintip’ hahaha, iya ngintip aktivitas 700 orang di samping Apartemen. Aktivitas para penghuni lapas khusus. Kali ini saya bercerita tentang bagaimana rasanya hidup berdampingan dengan Penjara? ada yang senasib?

Pagi saya dimulai dengan keheningan..ehmm, suasana lingkungan tinggal memang cukup tenang, karena berada di lokasi pertanian, desa terdekat sekitar 1 km, itupun perkiraan saja, karena jika malam hari, saya bisa melihat kerlap kerlip lampu penerangan dari kejauhan, kira-kira ada empat lokasi yang terpencar diantara perbukitan nun jauh. Ada 2 rumah petani di belakang Lapas dan di depan, saya mengenal salah satu keluarga petani yang lokasi rumahnya tepat berada di seberang komplek apartemen tinggal, puterinya yang terkecil hampir seusia Fatih, mereka sering bermain bersama. Kalau penasaran, beberapa kali saya posting di akun İnstagram aktifitas anak-anak bermain dengan puteri petani ini yang bernama Melissa.

Keluarga Melissa, sejauh ini saya baru mengenal ibunya dan kakak nomer duanya, Habibe, Mereka sering berinteraksi dengan penghuni komplek, İbunya Melis juga menjual susu segar, telur organik ke para penghuni komplek, Baba nya sibuk di ladang, Rumah Melis ini sering menjadi area bermain anak-anak warga komplek, ya anggap saja sekalian belajar tentang Petani dan hewan ternaknya, Keluarga Melis memiliki 40 ekor sapi, berternak bebek, domba, ayam, beberapa anjing penjaga. Tak jarang jika hari cerah, banyak dari warga komplek bermain di pekarangan rumah Melis.

Pemandangan dari rumah keluarga Melis dan antrian bebek piaraaannya

Dari Balik jendela yang penuh Cerita

Karena saya tinggal di Gedung ter ujung yang langsung bersebelahan dengan komplek lapas, Mengintip itu memang menjadi rutinitas yang menyenangkan , eits bukan sesuatu yang negatif, Banyak cerita yang terlihat dari balik jendela kamar. Namanya juga Blogger suka pengen bercerita, mungkin jiwa jurnalis juga muncul tiba-tiba….pemirsaaaa.

Satu hari saya bisa saja melihat aktifitas Penghuni lapas yang menjemput kebebasannya, dari depan gerbang, Rona bahagia keluarga yang menjemput, atau ekpresi mantan Penghuni yang begitu bersemangat ketika hari penantiannya tiba. Resmi keluar, kalau di Drama korea ada Tradisi makan tahu putih, untuk di Turki, belum saya lihat ada tradisi uniknya, hanya saja beberapa kali saya melihat mantan penghuni lapas, sengaja membuang semua pakaian yang pernah dia pakai selama di lapas, mungkin untuk buang sial. Pikir saya.

Kemudian ada juga yang mengekpresikan hari kebebasannya dengan naik mobil penjemput, lalu mengeluarkan setengah anggota badannya sambil berteriak, atau berdiri sepanjang jalan. Ada juga yang sengaja memilih berjalan kaki sampai ke jalan besar, karena angkutan umum yang melewati lapas hanya lewat setiap dua jam sekali.

Selain tentang mantan penghuni ada juga cerita dari calon penghuni, Pernah ketika saya dan anak-anak sedang bermain di pekarangan rumah Melis, tiba-tiba di depan gerbang Lapas, berhenti satu taksi, menurunkan penumpang di depan gerbang lapas, saya kira, keluarga yang akan menengok salah satu penghuni lapas. Dandanan necis, rapih, rambut klimis, berkacamata, memakai jas, kemudian mengeluarkan satu koper ukuran besar. loh! saya pikir orang mau liburan heheh, ternyata dia datang untuk masuk Lapas. Memang sedikit unik, biasanya mereka yang datang sendiri, karena kasus ringan, tanpa kawalan tentara apalagi mobil khusus. Bayar taksi sendiri, kadang diantar Keluarga, seperti anak mau masuk asrama.

Bapak Tua di Penjara karena İstri.

Saya juga pernah salah sangka dengan seorang bapak tua, usianya mungkin hampir sama dengan baba mertua, waktu itu kebetulan saya ada perlu untuk pergi ke Carsi, naik angkot yang emang selalu putar balik di depan Gerbang Lapas, Tepat di depan Lapas, Bapak tua ini turun, suami membantunya. karena beliau kesulitan untuk turun dari mobil, berjalan perlahan dengan tongkatnya, masuk ke area Lapas, sambil merentangkan tangan memberi hormat ke petugas Jaga. Tadinya saya pikir? Dia akan berkunjung ke Lapas untuk menemui seseorang, ternyata si bapak tua ini adalah penghuni juga. Dengan penuh rasa penasaran saya bertanya ke suami, kenapa sampai si Bapak tua itu masuk penjara? kesalahan apa yang sudah dia lakukan. Setelah suami cari tahu tentang kasusnya, ternyata karena bermasalah dengan istrinya, istri cerewet, si bapak tua sampai melukai istrinya. Kemudian lebih milih hidup di penjara. Waduh!

Kalau berpikir para penghuni lapas ini berwajah seram semua, eits itu juga salah, pernah saya juga naik angkot ke pasar, bareng mereka yang baru keluar, dua pria usia sekitar 20an , masih muda. Ganteng? lumayan. Mungkin kalau saya posting foto ketampanan mereka di akun sosial media, tiba-tiba makin banyak DM masuk: mbakkk kenalin dong..hahahah. Asli saya ga bohong. Wajah Mesut oziel saja belum seberapa, kalau saya mau sejajarin dengan Wajah tampan penyanyi terkenal Tarkan, rasanya masih selevel.

Kasus terbanyak para Penghuni lapas

Pernah saya tanya ke Suami, rata-rata kasus apa saja yang dilakukan para penghuni itu, Menurutnya kebanyakan karena Pencurian, kenakalan remaja seperti narkoba. Untuk kasus kekerasan juga. Pernah satu hari diawal musim semi, Para penghuni lapas di perbantukan kerja bakti di area komplek apartemen dinas. Para istri tiarap di dalam rumah, bahkan teman saya Nazli, tetangga di lantai dua bercerita heboh ketika hari gotong royong tersebut, gosip beredar di mamak mamak komplek, kalau ada mantan pembunuh 14 orang juga ikut kerja bakti, sampai ga ada yang berani mengintip lewat balik jendela. ” eh tapi benar ga ya?” lah namanya juga gosip.

Para penghuni Lapas itu..

Hampir setengah jumlah penghuni Lapas adalah pindahan dari İstanbul, ya ga mungkin banget penduduk İskilip, kota yang kecil, bahkan mobil patroli polisi saja bisa dihitung jari. Para pelaku kriminal dikirim dari Lapas besar İstanbul. Karena kepadatan di lokasi Lapas sebelumnya. Paling banyak dari Lapas terbesar Silivri. Selain karena di sana untuk Lapas pelaku teror, ehm dan kasus 2016. Beberapa kali pengiriman Tahanan dengan dua bus besar selalu datang malam hari. Kalau pas suami piket, extra kerja keras, men-data. Lembur tanpa uang lemburan.

Pekerjaan Suami

Pekerjaan suami sekarang adalah: nganter Penghuni Lapas berobat, Hahaha. Bukan itu aja, untuk job-desk nya saya kurang tahu persis. Tapi dia sering banget dapat tugas, jika ada penghuni yang sakit, mau berobat. Dengan baju sipil, diantar ke Rumah sakit Pusat di Kota provinsi Corum. Sayangnya rumah ssakit daerah di İskilip tidak ada dokter jaga di klinik khusus Tahanan. Oh ya fasilitas ini hampir selalu ada di setiap rumah sakit milik pemerintah. Satu unit klinik khusus untuk para penghuni Lapas berobat. Tentu saja dipisahkan dengan masyarakat umum. Mengantar tahanan berobat naik bis umum, kadang juga harus nombok pakai uang pribadi, kemudian ajukan penggantian ke kantor. Apa ga takut tahanan kabur? kalau kata suami: kalau mau kabur..ya silahkan, bebas kok. Tinggal telpon jandarma. Serahkan data mereka, biar mereka saja yang urus. kok santai banget ya? tapi tidak pernah ada yang berniat melarikan diri. Bahkan si bapak tua itu pernah izin pulang ke rumah seminggu, kemudian datang lagi ke penjara dengan suka rela. Kenapa ga kabur aja ya? tanya saya ke suami?. Lah Kabur juga ngerepotin Jandarma, jalan saja pakai tongkat. Kalau mau kabur silahkan saja, tapi dia milih balik sendiri. Toh di Lapas ini fasilitas modern, ada ruang laundry dengan mesin cuci langsung pengering, ada dapur , ada kantin, ada telpon, sakit ada petugas yang urus. Daripada kembali ke rumah, sepertinya bapak tua malah nyaman di Lapas.

Sistem Lapas

Kalau berpikir bahwa ini lapas maximum security semacam di film thriller, tentu saja bukan. Ada keamanan bersenjata di menara pengawas? tentu saja tidak ada. Bebas. Ada dua tipe lapas di Turki: Kapalı dan Acık (tertutup dan terbuka) untuk jenis Kapali ada beberapa tingkat juga, persisnya saya kurang tahu, tapi untuk kasus-kasus berat: seperti pelaku teror, separatis, itu dibedakan. Tidak disatukan dengan pelaku kriminal biasa. Dan biasanya maximum security dibawah pengawasan Jandarma-tentara-

Lokasi lapas sekarang adalah Acık. (open prison) Lapas ini untuk kategori pelaku kejahatan ringan atau Tahanan yang masa kurungannya akan selesai, Untuk masuk Acık hasil seleksi dari para penghuni Kapalı. Mereka yang sudah kategori baik, masa tahanan akan selesai, dipindahkan ke Acık untuk pembinaan sebelum kembali ke Masyarakat. Kenapa mereka tidak berminat untuk kabur? Lah ngapain kabur, kalau dalam hitungan setahun atau bulan akan bebas? kalau nekad kabur, resiko lebih berat, mereka akan masuk ke Kapalı. İtu yang kebanyakan mereka tidak mau. İbarat sudah di depan gerbang kebebasan, maksa keluar gerbang belum waktunya, ketahuan bisa di kunci di dalam lagi.

Kegiatan di Lapas apa saja?

salah satu kerajinan penghuni lapas

Nongkrong dan nongkrong haha…hasil ngintip lagi nih. Sebagian ada yang bekerja, iya hasil pelatihan di Kapalı lalu diberdayakan di Acık, mereka bekerja di Pabrik, ada satu gedung khusus untuk mereka bekerja, untuk di lokasi sekarang, bekerja sama dengan Pabrik sepatu branded Turki.Hasil kerja mereka di Jual online di website milik Departemen Kehakiman. Mereka bekerja dengan jam normal dan juga mendapatkan Gaji. Sebagian ada juga yang bekerja di Ladang, Bertani.Berternak Kebetulan suami salah satu teman di komplek, Bekerja sebagai insinyur pertanian di Lapas. Membina mereka. Salah satu contoh, Lapas di daerah mediterania Turki (akdeniz) mereka bekerja di perkebunan zaitun, hasil buah zaitunnya dikemas dengan merk khusus dan di jual untuk umum. Kemudian ada juga membuat aneka kerajinan tangan. Hasilnya di Jual. Biasanya diadakan Baazar di Gedung Pengadilan. Hasil rajutan nya juga cantik-cantik, mulai dari gantungan kunci, tas rajut.

Acık ini semacam lembaga binaan, lembaga kursus , membina dan membekali keterampilan penghuni lapas sebelum kembali ke Masyarakat lagi.

Di halaman Lapas, berjejer telpon koin, Para penghuni bisa menggunakannya bergiliran, berkomunikasi dengan sanak Family. Tidak ada pengawalan ketat tentara. Bebas, baju tahanan pun tidak seragam. Mereka memakai pakaian biasa dengan ketentuan tersendiri.

Setiap pagi jam 8 adalah absen pertama, kemudian jam 5 sore, mereka berkumpul di halaman berbaris rapih, kemudian jam 8 malam. Entah apa yang dibicarakan Sipir nya. Saya hanya melihat dari kejauhan. Seandainya boleh di izinkan tentu saja saya ingin memotret untuk dokumentasi tulisan ini, tapi untuk umum, ini adalah kawasan terlarang tidak untuk di ekpose publik. Kecuali dari Departemen kehakiman Turki, yang merilis foto tersebut. Lapas ini termasuk salah satu lapas yang baru dibangun semenjak peristiwa 2016, Ketika Pemimpin negara ini menghadapi peristiwa 2016 dan memenjarakan ribuan orang, tentu saja over kapasitas terutama di kota -kota besar, lalu dibangunlah beberapa Lapas baru. Apa Pekerjaan si Baba ringan? jika sedang dinas malam, hanya 5 petugas jaga untuk mengawasi 700 orang! Bahkan wakil kepala saja masih kosong. Kekurangan Pegawai. Tidak ada Mutasi pegawai baru. Extra kerja.

Serasa jadi Penghuni sebelah

Kadang ini yang saya rasakan, ketika melihat keluar jendela kamar, pemandangannya langsung isi Lapas, apalagi saya tinggal di lantai teratas. Ditambah jauh dari Pusat keramaian, kadang ketika roti habis, anak-anak pengen jajan, babanya belanja dari kantin di lapas, daripada repot harus pergi 7 km. Lalu saya katakan: ‘‘ ini juga serasa di Penjara? Penjara cinta….prettt..hahah, Menunggu Masa dinas selesai lalu kembali keperadaban.

langit yang selalu cantik

Saya masih bersyukur, meski tinggal di komplek lapas, masih sedikit lebih beruntung dari beberapa teman yang saya kenal, suaminya tugas di daerah rawah konflik di Turki Timur, Tinggal di model komplek sama. Ruang gerak juga terbatas. Saya masih bisa santai bepergian naik angkot bahkan bisa semobil sama Tahanan.(lah kok seneng, iya seganteng Tarkan.soalnya, buat yang ga tahu, silahkan googling hiyaaa.)

Baca:   perjuangan pergi ke kota

Baca link ini juga :  Semobil dengan narapidana!

 

İni sebagian kecil saya bisa cerita, wuih ga salah ya, perasaan ngetik panjang:D Tiap orang punya kisah tersendiri.İya kisah keluargapanda, maklum bukan turunan sultan. Hidup bisa dimana saja Takdir dan nasip membawanya, asal tetap bersama belahan jiwa..haiyaaaa. Belajar bersyukur sebagai tanda memaknai kebahagian. Eh apa saya merasa terpenjara? ehmm ga juga sebenarnya, memang saya sering mengintip lewat jendela kamar ke Gedung lapas, tapi juga tidak lupa untuk menikmati pemandangan indah dari balkon rumah. Langit yang selalu cantik, matahari terbit di pagi hari yang indah, udara bersih. Gunung-gunung dari kejauhan. Lukisan Alam yang terhampar…Allah Maha Besar, Bumi yang Luas.

Salam

16 replies on “Hidup terpenjara disamping Penjara”

Di Jepang ada yg gitu juga. Para sepuh yg kesepian, sengaja bikin masalah supaya masuk penjara. Lebih comfy katanya. Haha waduh kalau kemarin ada bucin (budak cinta) masa ada lagi pecin (penjara cinta).

kalau yang dr lapas sudah punya skill , bisa langsung kerja di pabrik yang bekerja sama, atau wira swasta, dibekalinya macam2 juga sih, termasuk bidang pertanian, industri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *