Bangunan Rumas dinas untuk pegawai pemerintah biasa disebut Lojman, di Turki umumnya bangunan ini dalam bentuk unit apartemen, Tinggal di Lojman melalui pengajuan, karena hanya terdiri dari 3 unit apartemen, pengajuan ke kantor pusat dalam bentuk surat dan alasan ingin tinggal di lojman, biasanya pegawai yang sudah berkeluarga lebih mudah lolos, kemudian jika sudah dipastikan mendapatkan satu unit tinggal, sebelum pindah ke tempat baru,mendapatkan no unit dan nantinya diberi kunci apartemen beserta kunci cadangan, untuk sewa bulanan dikenakan setengah dari harga sewa apartemen umumnya, ukuran 3 +1 dan untuk pembayaran sewa langsung dipotong setiap tanggal gajian.

Fasilitas Lojman:

Ada taman bermain, parkir yang cukup luas, lift, untuk biaya cleaning service dikenakan 20 lira per-bulan, iuran warga, petugas kebersihan dari warga lokal yang dipekerjakan, satu minggu 2x untuk 3 unit apartemen. dilarang membawa hewan peliharaan di setiap unit dan untuk menyalakan mesin cuci dan juga vacuum cleaner diatas jam 12 siang.

Tipe apartemen: 3+1: 3 kamar tidur, kamar utama ada kamar mandi dalam, lalu kamar mandi utama, dan toilet (lavabo) dengan toilet jongkok untuk tamu, di dua kamar mandi lain: toilet duduk. Yup ada 3 toilet di rumah kami. Lalu ruang tamu yang cukup lapang, ada dua balkon, balkon utama dan balkon dapur, dapur ukurannya sedang saja. Kemudian FREE fasilitas air PAM, dan heater-penghangat ruangan-hanya listrik dan gas untuk memasak saja biaya pribadi. Cukup menghemat pengeluaran bulanan, karena untuk tinggal di negara 4 musim seperti Turki, kebutuhan gas rumah tangga cukup tinggi, puncaknya tentu saja dimusim dingin terutama untuk penghangat ruangan, ditambah saat ini Turki mengalami inflasi cukup tinggi dan Gas alam impor. Di lojman tempat kami tinggal saat ini, kebutuhan penghangat ruangan ditopang oleh energi dari panel surya yang dipasang di gedung lapas, tidak menggunakan Gas alam. Jadi kontrolnya terpusat, untuk kebutuhan listrik, kebutuhan di lapas tentu saja lebih utama, ada genset jika terjadi pemadaman listrik, tapi tidak untuk lojman, karena listrik dibuat terpisah.

fasilitas memadai tidak cukup membuat banyak penghuninya bertahan lama.

Bonus tinggal di lojman:

Kadang mempekerjakan para narapidana untuk membersihkan pekarangan, membersihkan rumput-rumput, membuat pagar, ketika mereka kerja bakti, lebih nyaman tinggal dalam rumah saja hahah, meski saya pernah tidak sengaja keluar gedung dan kebetulan sekali di depan gedung ada yang sedang membersihkan rumput, jujur orangnya tampan, bersih, bak fotomodel atau bintang film turki, tapi seketika masuk kembali ke gedung, kalau kata suami —Bukan untuk dikecengin:V— padahal kalau dipikir, wah lumayan kalau bisa saya posting di blog atau sosial media: seketika DM menumpuk, atau ide buat konten dengan judul heboh supaya viral: gantengnya penjahat turki…, eh.

Lokasi Lojman tergantung jenis pekerjaan:

Sebenarnya tidak semua lojman berada ditengah gunung seperti tempat tinggal kami saat ini, itu semua tergantung tempat bekerja, di Pendik İstanbul, apartemen dinas tentara justru berada dipinggir pantai, dimana pemandangannya cukup indah, laut biru marmara, atau di pusat kota Corum, apartemen dinas jandarma bersebrangan dengan Mall dan hotel bintang 5. Begitu juga apartemen dinas kepolisian yang lokasinya juga masih di pusat kota. Untuk profesi yang sama di İstanbul, justru apartemen dinas jadi favorit, untuk bisa tinggal di apartemen dinas, menunggu antrian. Salah satu teman, sebelum pindah ke lojman sekarang, dulunya sempat tinggal di lojman istanbul juga, dibatasi 5 tahun, kemudian harus keluar. Karena dipastikan selalu terisi penuh. Mengingat biaya hidup İstanbul cukup tinggi, tinggal di apartemen dinas, jelas meringankan dari sisi ekonomi. Jadilah incaran. Tapi di gunung, diberi fasilitas lengkap saja, banyak yang ga betah hahaha, karena jauh dari peradaban. Terlalu tenang. Cocok untuk meditasi.

Meski nyaman secara fasilitas tapi..,

Secara fasilitas dan harga sewa perunit cukup murah ditambah free penghangat ruangan, disaat orang-orang akan mengeluh tagihan gas membumbung tinggi di musim dingin, kami bisa sedikit berhemat tapi apakah seluruh penghuninya betah?

Hampir tiap tahun dimusim panas, ada bongkar pasang, ada penghuni baru dan ada yang pergi,beberapa tetangga, istrinya lebih pilih kembali ke kota asalnya dibanding tinggal di lojman, praktis para bapak bapak ini hidup sendiri di lojman dan tiap ada waktu libur pulang ke kota asalnya.

Dua hari lalu, suami membantu rekannya yang ditinggal sendiri, beliau pindah ke pusat kota, karena kesulitan kendaraan, beliau tidak memiliki mobil atau motor sama sekali, sedang jalur angkutan umum semenjak pandemi terbatas, bahkan nyaris tidak ada sama sekali. Dengan alasan ini, kemudian lebih memilih keluar dari Lojman dan pilih sewa apartemen di pusat kota, jaraknya sekitar 10 km. Untuk pindah dinas, karena mendekati masa pensiun, beliau hanya menunggu waktu saja. İstrinya lebih memilih tinggal bareng anak cucunya di kota asal karena bosan dan merasa kesepian selama tinggal di lojman.

Ya alasan bosan, sepi, rata rata dialami hampir semua penghuni gedung terutama para istri, dimana mereka yang terbiasa hidup di kota kota besar terutama istanbul kemudian diajak tinggal di gunung, jauh dari peradaban, sebagian besar penghuni lojman adalah pegawai yang mendapat mutasi dari İstanbul termasuk suami. Sebagai orang Turki asli, mereka tidak kesulitan, ketika bosan masih bisa pulang ke rumah keluarganya, apakabar dengan saya? dimana harga tiket saja tidak cukup 1 bulan gaji untuk kami sekeluarga. Ketika mengeluh bosan? palingan ketemu teman WNİ saja.

Bulan lalu, salah satu teman saya, zeynep. Dia juga pindah dari lojman, karena suaminya mengajukan pindah ke kota tetangga, dan mereka pilih hidup di kota kembali, satu persatu teman kenalan saya berkurang. Sekarang saya harap-harap cemas, karena salah satu teman dekat juga, dan kebetulan anaknya sebaya dengan Alya, satu TK, teman bermain, suaminya mengikuti ujian kenaikan pangkat bulan lalu, sekarang masa menunggu, jika lulus, mereka pun siap dipindah tugaskan, perpisahan akan kembali terjadi JİKA lulus dan mendapatkan penempatan baru. Rumah dinas ini persinggahan sementara saja bagi kami.

Cocok untuk introvert

Tinggal ditempat sekarang rasanya cocok sekali untuk introvert atau orang-orang anti sosial, percaya atau tidak, sudah satu minggu saya tidak keluar rumah sama sekali, satu satunya cara menghirup udara bebas hanya di balkon, terakhir saya keluar ketika pergi ke yayla minggu lalu, tulisannya sudah saya posting sebelumnya. Kadang saya keluar rumah, kalau cuaca cerah, beberapa ibu-ibu ada di luar, tapi lebih seringnya sepi, biasanya bapak bapak di sore hari, karena tidak mungkin juga saya nongkrong sama tim bapak bapak komplek, anak, terutama Alya cukup sering keluar gedung untuk bermain di luar rumah.

Sesekali saya main ke bukit atau ladang gandum, yang cukup bisa dinikmati ketika musim semi dengan pemandangan hijaunya, sisanya perkebunan, semak belukar, ketika bermain di luar, lalu lalang traktor atau anjing kangal yang sering saya temui di pintu gerbang, menunggu sedekah makanan para penghuni lojman.

Waktu lebih banyak dihabiskan didalam rumah saja, dengan fasilitas pribadi yang dibuat senyaman mungkin, jaringan internet, buku-buku bacaan, dan saya juga mengikuti kursus online, apalagi ketika suami dapat masa karantina, tidak dapat izin keluar , karantina dan bekerja 20 hari, jadi total hanya bisa menikmati kehidupan ‘bebas’ 10 hari saja. Dalam 10 hari tiap bulan, dimaksimalkan belanja kebutuhan pokok dan bepergian jika ada keperluan.

Semakin sepi semakin banyak yang pindah, pada dasarnya manusia makhluk sosial, tidak semua bisa bertahan tinggal di lojman dengan berbagai alasan, apalagi jika terbiasa dengan hiruk pikuk kota besar, kumpul kumpul teman atau keluarga yang rutin, kami saja termasuk jarang dikunjungi keluarga, hanya awal kepindahan saja, sisanya lebih banyak saya dan keluarga yang berkunjung ke mereka , karena rata-rata tinggal di pusat kota Corum. Mertua bahkan sempat mengkhawatirkan saya, karena dia tahu menantunya lebih suka di kota besar, tapi alhamdulilah masih bertahan, realistis saja dengan keadaan, disaat Turki dihajar İnflasi yang cukup tinggi, bertahan di lojman adalah keputusan terbaik saat ini, menekan biaya tagihan bulanan yang tinggi ditambah pajak yang wow sekali saat ini.

pemandangan musim semi di belakang lojman tidak menyurutkan tetangga yang pada pindahan
jalan utama menuju peradaban
ketika musim panen dari
say good bye sama bebek bebek yang sudah ikut pindahan juga, karena pemiliknya juga pindah rumah (petani depan komplek)