Hidup di İstanbul kota terpadat Turki Sebagai kota terbesar dan juga kota metropolitan  dengan penduduk terbanyak se-Turki, menurut data kantor kependudukannya,  Desember 2017 jumlah penduduk istanbul adalah: 15.03 juta jiwa jauh lebih banyak dari penduduk moscow yang berkisar 11 juta jiwa, dan perbandingan dengan penduduk Jakarta menurut badan statistik indonesia pada tahun yang sama 2017  penduduk jakarta berjumlah 10.37 juta jiwa.

Jadi bisa dibayangkan betapa padatnya daerah provinsi İstanbul ini, Sedang ibukota Turki sendiri  yaitu Ankara tahun 2017 penduduknya berjumlah 5.445 juta jiwa, lalu sepadat apa dengan kota Corum tempat kelahiran suami, data statistik pemerintahnya mencatat ‘hanya’ 524.422 ribu jiwa (ga ada apa-apanya sama penduduk İstanbul)kota terpadat di Turki  Hidup di İstanbul? Apa-apa Mahal, Biaya hidup, makan,transport İstanbul menduduki level tertinggi dibanding  semua kota-kota di Turki.

Sebagai gambaran saja:

untuk sewa apartemen ukuran 2 + 1  didaerah saya tinggal per bulan sekitar 800 lira dan itu termasuk murah, karena apartemen biasa, untuk komplek apartemen  dengan tipe yang sama berkisar 1200 lira dan biasanya biaya sewa belum termasuk uang keamanan,gedung, kebersihan.
Saya tinggal  jauh dari pusat kota İstanbul, daerah istanbul asia itupun daerah ujung, semakin mendekati pusat kota harga sewa pun bervariasi, untuk tipe tipe komplek  disini disebut sitesi, didaerah strategis bisa berkisar 2000-3000 lira, untuk komplek apartemen luks di daerah pinggir laut sekitar 5000 lira atau lebih.
 Kisaran UMR di İstanbul datanya saya kurang tahu persis, masih dibawah 2000 lira, perbandingan saja ketika suami pernah bekerja di salah satu pabrik di kota corum 2011, UMR nya hanya 700 lira, karena Corum kota kecil 700 lira masih bisa untuk keperluan hidup sehari-hari, nah kalau 700 lira gaji di istanbul, udah nyerahhh aja.

Biaya tambahan:

air, gas,listrik juga memakan pengeluaran besar, apalagi gas rumah tangga, untuk penghangat ruangan ketika musim dingin, biasanya tagihan bulanan menyentuh angka 400 lira, lalu listrik, air.  Ditambah jika memiliki kendaraan pribadi berbahan bakar bensin, harga terakhir juni 2018 sekitar 6.2 lira.

untuk kendaraan pribadi terutama jika pemiliknya adalah orang asing (kebetulan saya kenal pasangan expatriat dari indonesia yang tinggal di istanbul) pajak kendaraan jauh lebih mahal dibanding penduduk lokalnya.
hitung-hitungan kalau gaji berkisar di angka 2000-3000 lira dan hidup di İstanbul, hidup sederhana atau pas-pasan, ditambah tiap tahun harga sewa apartemen selalu ada kenaikan.
Biaya pendidikan, untuk TK milik pemerintah, gedung dan guru disediakan pemerintah sedang operasional tetap dimintai pembayaran perbulan, sedang SD,SMP,SMA gratis.
Lalu jika berkeinginan menyekolahkan anak di sekolah swasta apalagi sekolah internasional, cukup siapkan dana saja antara 10 ribu sampai 30 ribu lira untuk setahun.
Untuk kebutuhan pokok, sayur,buah dan kebutuhan rumah tangga lainnya ini juga cukup tinggi, sebagai gambaran untuk 1 bulan saya keluar dana belanjan sayur dan buah 200-300 lira, untuk belanja bulanan sekitar 300 lira: jadi biaya kebutuhan pokok kotornya mencapai 600 lira, ini belum uang jajan atau uang transport juga.

Hidup di istanbul enak? iya kalau tiap hari jalan-jalan  terus foto-foto cantik apalagi dengan latar belakang pemandangan bhosporus, jadi turis saja mungkin terlihat bahagia, belum tentu bagi penduduknya apalagi warga pendatang kayak kami yang tidak banyak sanak family di istanbul.

Harga beli  per unit apartemen untuk bangunan baru berkisar 300 ribu-500 ribu lira, lalu untuk harga rumah biasa biasanya jauh lebih mahal, umumnya didaerah perkotaan di Turki, penduduk lebih banyak tinggal di gedung-gedung apartemen.

suami dan impian mutasi kerja dari İstanbul.

Tanggal 30 juni lalu pengumuman mutasi kerja, sayangnya suami saya tahun ini tidak lulus untuk mutasi, sebagai informasi, sistem mutasi kerja di tiap departemen pemerintah Turki berbeda, untuk mutasi kerja ditempat suami, ditentukan point dan kuota yang disediakan, sayangnya mutasi kerja dari İstanbul semakin diperketat, hanya pegawai berpoint tinggi yang bisa lulus, point tertinggi sekitar 200 dan suami baru memiiki point 170an, padahal untuk wilayah di luar istanbul, dengan point lebih rendah pun bisa lulus mutasi, İstanbul kota terbesar dimana angka kriminalitas menduduki tingkat tertinggi, tingkat stress tinggi, biaya hidup tertinggi dan hampir tiap tahun pengajuan mutasi pns dari İstanbul juga cukup tinggi, persaingan ketat untuk mutasi kerja.pukk..pukk sabar yaaa pak. Hidup di istanbul itu memang penuh perjuangan dan penghematan.
Kepadatan lalu lintas nomer satu seturki, ya ini sudah pasti. Padahal jika dibandingkan dengan harga BBM di indonesia, Turki masih jauh lebih mahal,  kemacetan lalu lintas tetap terjadi setiap hari, biasanya warga yang memiliki kendaraan pribadi tetapi tidak memiliki garasi,mobil diparkir dipinggir jalan begitu saja. Pemerintah kota istanbul memang menyediakan kendaraan umum yang nyaman baik metro MRT, Marmaray, Tramvay, bis angkutan umum, dolmus, ferry, dengan jadwal yang cukup teratur disetiap keberangkatannya tiap hari, tapi jika terjebak di jam sibuk dan masih di perjalanan, siap-siap menguji kesabaran dengan kepadatan manusia dan lalulintasnya yang jarang sepi. Cukup bayangkan 15 juta jiwa hidup di kota ini, buat suami yang terbiasa tinggal di kota kecil berpenduduk tidak sampai 1 juta jiwa, datang dan hidup di İstanbul bagi dia cukup membuat stress.
Kalau saya?
Yaaa elahhhh..mantan anak kost jelambar grogol,Jakarta. Siapa sih yang ga tahu daerah itu dengan rutinitas kemacetannya.
 saya  biasa saja ngadepin macet İstanbul beda dengan suami yang biasa hidup tenang di alam pegunungan heheh
sebagai orang asing tinggal di istanbul itu cukup membuat nyaman, karena nyari makanan asia juga lebih mudah:D restoran indonesia,jepang, korea,thailand,china mudah ditemukan.
Tapi kalau ingat biaya hidup sehari-hari cukup tinggi, pindah ke luar İstanbul juga sebuah pengalaman baru. Ya doakan tahun depan keinginan suami saya terkabul, setahun ini biarlah saya menikmati kota cantik istanbul yang kadang tidak ramah dikantong:)
Kan katanya cantik itu butuh modal, tinggal di kota cantik istanbul memang butuh modal besar…,
jadi kayaknya enakan jalan -jalan aja ya ke İstanbul:D
Biaya hidup diistanbul
hidup distanbul kota terpadat diTurki