Karena saya bukan pekerja kantoran lagi, cuma seorang emak-emak yang ngurus dua anak dirumah dan hobby main internetan. Hari libur nya kapan?

Buat saya hari libur itu ketika suami 'dapat hidayah' :D

Artinya:  Tugas rumah tangga hampir sepenuhnya dia pegang kecuali memasak! Yup dan itu hari libur buat saya, kerjaan cuma masak di dapur dan sambil streaming video atau kadang nge draft tulisan untuk blog, anak-anak juga diasuh babanya. Kadang tanpa harus keluar rumah juga cukup bagi saya asal: ‘me time’ dan suami mengambil alih sebagian besar pekerjaan rumah tangga.

Ng-drama

 Salah satu hal yang sering saya lakukan  ketika liburan dan ga sempat pergi keluar, terakhir saya marathon nonton drama china, asli drama kolosal china sedang membuat saya sedikit berpaling dari drama korea, dari awalnya sekadar iseng nonton via streaming di Youtube, lalu melahap beberapa judul.  Beberapa rekomen drama china:

  • Princess agent
  • ten miles peach blossom
  • legend of yun xi
  • ashes of love
  • boss and i
  • when fox fall in love
sedikit beralih dari oppa-oppa kiyut ke koko koko hensem
mark chao  dan lin genxin:  dua male lead dari  ten miles peach blossom dan princess agent, 

Kalau udah ‘lumutan’ di rumah terus, inisiatif ya jalan keluar, dulu seringnya main ke pinggir laut di Pendik sahıl, untuk di tempat baru sekarang, karena laut cukup jauh, apa ganti ke gunung? Terakhir hanya jalan ke carsi, minggu depan kemungkinan ke Corum, sekalian ngurus pelaporan pergantian alamat di ikamet ke kantor Goc iddaresi,  lalu mampir ke Mall, atau ke rumah mertua? Sepertinya opsi ke rumah mertua di pending dulu, karena namanya bukan liburan:D (jujur sekali)))

Kami ini orang rumahan kalau lagi ‘ngirit’ hahah, asal fasilitas dirumah lengkap, ada Wifi, buku buat bacaan dan segala cemilan, rasanya betah aja di rumah. Sempat juga nyoba nonton ke bioskop bareng suami, seumur-umur di Turki, saya emang baru sekali ke bioskop, entah kenapa ga ada ketertarikan gitu masuk bioskop di Turki, selain karena lebih banyak film yang di  dublaj-yang sudah di dubbing-  memakai bahasa Turki, kadang judul film asing nya pun di-Turki-kan, Nah ini yang kadang harus nebak-nebak, Film aslinya berjudul apa. Lalu, adanya jeda-ditengah pemutaran film sekitar 10 menitan , layarnya diganti iklan, penontonnya bisa istirahat dulu buat ke toilet atau beli tambahan cemilan. Nah bayangkan lagi seru-serunya di tengah adegan film, tiba-tiba layar dimatikan dan diganti deretan iklan-.-‘ Asli dengan aturan di bioskop seperti ini, membuat saya semakin malas datang ke Bioskop. Pilihan streaming video atau langganan Netflix sepertinya lebih menarik.

Bermain di alam terbuka! 

Kalau cuaca memang sedang cerah, kami lebih memilih mengajak anak-anak ke Taman, ya syukurnya fasilitas ruang publik disini lumayan lengkap, mengawasi anak-anak bermain, duduk berdua di bangku Taman dengan suami, sambil ngobrol-ngobrol santai. Pulangnya bisa mampir ke cafe langganan untuk sekadar menikmati hangatnya Cay dan roti simit atau restauran, sekalian makan, biar sepulang ke rumah, saya tidak perlu memasak kembali.

Bermain di park 

Kunjungan ke keluarga?

Sebagaimana umumnya keluarga Turki yang hobby sekali kumpul-kumpul, hal ini menjadi jadwal rutin bulanan kami, minimal  dalam satu bulan ada 1 atau 2 kali bertemu dan berkumpul keluarga suami, untuk sekadar nge-cay dan makan malam bersama.  Ya syukurnya keluarga Turki saya bukan tipe yang  frekuensi kumpul-kumpulnya sering, mereka menghargai privasi tiap anak atau saudaranya yang berkeluarga. Kalau tiap minggu ya kapan waktu untuk keluarga sendiri:) untuk keluarga di indonesia cukup dengan video call via WA juga sudah mewakili.

Dari segala aktifitas di hari libur, selama musim dingin lebih banyak di rumah, tapi jika sudah tiba musim panas, hawa-hawa pengin liburan jauh itu pasti ada, selain hibernasi di rumah terus selama musim dingin, sekalian nabung untuk merencanakan liburan di musim panas.