Cerita tentang kawin campur atau pernikahan beda bangsa yang berujung gagal. Penyebab kegagalan pasangan beda bangsa: İstri berasal dari jepang dan suami berasal dari mesir, berujung rebutan hak asuh anak kembarnya. Sedih ya? ehm antara sedih tapi juga lucu menghibur.

Judul asli dalam bahasa arab: Yabani aslı / From Japan to egypt

Rilis: 2017 , Mesir.

Actor: Ahmed Eid as: Muharrom

Actress: Saki Tsukamoto as Sakura

Awal perkenalan Muharrom dan Sakura

Mereka bertemu karena pekerjaan, kebetulan Muharrom bekerja di agen perjalanan dan Sakura sedang dalam tugas misi diplomatik menjadi Guru bahasa arab di kedutaan Jepang di Mesir, Mereka bertemu dan sering berinteraksi hingga akhirnya jatuh cinta Hingga kemudian meresmikan kisah cintanya lewat pernikahan. Sakura mulai hidup baru, tinggal dirumah Muharrom, daerah padat penduduk salf alaban.

Pernikahan Muharrom dan Sakura

Kehadiran anak menjadi pemicu keretakan rumah tangga

Sakura kemudian hamil anak kembar, diberi nama Mustafa dan abdulrahman, Ketika anak kembar mereka berusia satu tahun, mulai timbul banyak perselisihan. Honeymoon its over! Sakura tidak tahan hidup di lingkungan padat salf elaban, tetangga yang berisik, kasar, bahkan sakura sering tersiram air dari tetangga di lantai atas apartemenya setiap membuang air sisa cucian baju. Kesal! apalagi sakura harus membersihkan karpet di balkon. Sakura mulai mengeluh dengan kondisi kehidupannya di Mesir. Membujuk Muharrom untuk pindah ke Tokyo, asal Sakura. Demi kehidupan lebih baik untuk anak-anak mereka. Muharrom jelas tidak mau! karena Mesir adalah tanah airnya, ibarat ikan dia tidak bisa hidup di luar kolamnya, Sampai akhirnya sakura memutuskan kabur membawa anak-anaknya ke jepang dan meninggalkan Muharrom.

sakura yang syok kultur di Mesir

Rebutan Hak asuh Anak

Selama 7 tahun, Muharrom berjuang merebut hak asuh Mustafa dan abdul rahman, bahkan Muharrom beberapakali tampil di talk show TV terkenal untuk meminta simpati dan bantuan, agar hak nya di perjuangkan, di bantu sahabatnya Farahat sebagai konsultan dan pengacara. Sampai akhirnya Duta besar jepang Mr. Tanaka merespon saking Muharrom seringnya tampil di Tv. Lalu dibantulah Mediasi dengan pihak Sakura. Sampai akhirnya dapat kesepakatan, Anak-anak bisa tinggal bersama Muharram selama 6 bulan di Mesir, dengan Surat perjanjian, dan diawasi staf diplomat jepang Mr. Suzuki.

Perjuangan Muharrom menjadi Ayah

Demi bisa bersama kedua anak kembarnya, Muharram mempersiapkan kedatangannya dengan baik, menyiapkan kamar untuk mereka, dan mengatur para tetangga yang berisik dan adiknya Badriyahh dan keluarga yang menumpang di rumah Muharram. Dua anak Badriyah Ezath dan Fathi lumayan nakal. Ditambah suaminya Pemalas. Pokoknya demi kenyamanan Mustafa dan abdulrahman, tapi sayang diawal kedatangan mereka, tidak sesuai harapan, tetangga berisik, adik ipar yang berantem di jalan, polisi ngejar copet, dan Um abderr yang hobby buang air seember dari balkon. si Kembar yang baru datang dari jepang tentu saja syok dengan kultur negara ayahnya.

Review film jepang: Kisah caleg cantik masuk dunia politik

Hidup baru untuk anak Muharom di Mesir.

Sebagai anak didikan ibu jepang, dua karakter anak ini digambarkan sangat disiplin dan kaku, mereka menghadapi lingkungan baru di negara ayahnya, masuk SD negeri, Padahal Muharrom berjanji memberikan fasilitas terbaik untuk mereka demi bisa dapat hak asuh penuh. Apa daya Gaji Muharrom tidak cukup untuk menyekolahkan si kembar ke sekolah İnternasional. Ditambah adiknya Badriyah numpang hidup di rumahnya sekeluarga.

Review drama: Drama cina yang bikin baper

Petualangan si Kembar di Mesir

Di sekolah, mereka berkawan dengan satu anak bernama Shady, sama-sama Pintar, Mereka juga bertemu Guru magang di SD bernama ibu Lubna yang banyak menolong ayahnya, İbu lubna selalu menceritakan tentang kehebatan bangsa mesir, termasuk menceritakan: Kalau meminum air sungai Nil, mereka akan kembali ke Mesir. Anak-anak yang mulai menikmati kehidupan barunya, ketika di ajak wisata naik perahu di sungai Nil, spontan meminum air sungainya langsung, berujung harus masuk rumah sakit karena keracunan. Karena biaya rawat inap yang mahal, ayahnya langsung membawa mereka pulang, sayangnya di jalan kena razia polisi, dikira penculik, karena wajah anak dan ayahnya berbeda, apalagi kondisi anak-anak yang masih tertidur.

Anak mulai terpengaruh lingkungan Buruk

Muharrom yang tidak bisa mengawasi anak-anak 24 jam, menitipkan ke Badriyah, pengaruh buruk suami badriyah, lalu pengaruh di sekolah barunya, karena si kembar ini cerdas mereka masuk kelas persiapan-macam kelas akselerasi, dan sayangnya didominasi anak nakal, sikap si kembar mulai berubah. Muharrom tidak tinggal diam, sebagai ayah. Dia juga sempat bersitegang dengan suami dari adiknya, tetangganya. Mati-matian Muharrom berjuang agar bisa hidup bareng anaknya, Hingga berita tentang ‘kegagalan’ Muharrom menjaga anaknya sampai ketelinga Sakura, Belum sampai 6 bulan dari waktu disepakati, Sakura datang menjemput anak-anaknya.

Kabur bersama Anak-anak

Ketika Sakura menjemput, Muharrom dan anak-anaknya kabur lewat jendela kamar, terjadi kejar-kejaran dengan pihak kedutaan Jepang. Sampai mereka tidur di jalanan. Selama kabur, Muharram semakin dekat dengan anak-anaknya, hingga akhirnya Muharram sadar, keputusannya keliru…., Anak-anak yang mulai dekat dengan ayah kandungnya, merasakan kehangatan khas orang Mesir dengan pelukan dan pertemanan, ada tante badriyah yang cerewet berserta keluarganya, kultur yang berbeda, ketidak teraturan, tanpa sistem, belajar berbohong.

Lalu apakah si kembar bertahan tetap tinggal di Mesir, atau ikut kembali dengan ibunya kembali ke Tokyo jepang?

Film ini juga diselipi adegan-adegan menghibur, karakter Farahat, Badriyah maupun Shahin suaminya cukup memberi warna. Atau muka muka polisinya yang gak percaya Muharrom adalah ayah si kembar, apalagi dia lupa membawa identitas anak (ini nasip yang sering dialami pasangan kawincampur heheh) sampai dikira Muharrom menculik anak-anak jepang.

Pelajaran dari Film ini:

  1. Menikah beda bangsa itu memang tidak mudah, perpisahan Sakura dan Muharrom karena perselisihan, ego sama-sama besar, Muharrom yang tidak mau pindah ke luar mesir, dan Sakura yang tidak siap dengan syok kultur Mesir.—-yaaa emang ada baiknya masalah dimana tinggal juga harus dipikirkan matang–
  2. Muharrom sosok ayah yang bertanggung jawab, sebagai seorang Ayah dia berharap bisa mendidik puteranya, tetap mengenalkan kulturnya, agamanya. Apapun muharram lakukan demi kedua anak kembarnya
  3. Faktor Ekonomi memang sering menjadi pemicu keretakan rumah tangga, menjadi posisi lemah ketika memperebutkan hak asuh anak.
  4. Selalu ada dua sisi kultur yang bisa diambil positifnya, kultur jepang maupun Mesir itu sendiri, Negara maju seperti jepang juga tidak menjamin anak-anak tumbuh dalam kehangatan. Atau negara Mesir dengan ketidakaturannya juga bukan berarti lingkungan selalu buruk untuk anak-anaknya Tumbuh.