Pernah mengalami dapat firasat? Firasat yang ga enak, ketika seseorang yang menurut kita, kok rada berubah nih orang, ga biasanya ya. Saya beberapa kali mendapat firasat, Terutama hal-hal yang tidak biasa terjadi. Seperti kepergian orang-orang terdekat. Firasat itu sendiri bisa diartikan kemampuan seseorang untuk menangkap pesan yang akan terjadi, kemampuan mengenal beberapa kondisi berdasar tanda-tanda yang nampak.

Firasat yang pernah alami

Tahun 2011 ketika saya menikah, antara tahun kebahagiaan dan tahun duka cita. Beberapa kerabat yang hadir dalam pernikahan saya dengan suami waktu itu, kini banyak yang sudah wafat. Dari pihak saya: yang paling menyesakkan tentu saja kepergian keponakan tersayang, akhir 2013. Selepas membeli tiket pesawat untuk mudik ke tanah air. Pagi-pagi di dapur ketika sedang menyiapkan sarapan untuk suami, perasaan kurang enak, kepikiran keponakan. Cemas. İnisiatif buka FB, langsung baca status sepupu yang menulis kondisi keponakan saya kritis di rumah sakit, lemas. Telpon keluarga, berita duka yang saya dapat, keponakan meninggal dunia. Nangis sejadi-jadinya, padahal saya sengaja menyiapkan kejutan untuk dia, mau menunjukan tiket pesawat, kalau lebaran nanti akan mudik dan ketemu dia, sekalian mau mengenalkan Fatih sepupunya yang dia ingin temui, hampir tiap minggu chat, video call, dan selalu bertanya: Tante kapan pulang? pengen ketemu.  

Saya juga sempat diceritakan oleh ibunya (kakak saya) sebelum malam kejadian, keponakan saya bersikap berbeda, minta sholat berjamaah dengan sang ibu, padahal kakak lagi halangan, keponakan berumur 9 tahun. Mohon-mohon minta sang ibu nemanin, selepas sholat ga biasanya dia berdoa lama, lalu peluk ibunya sambil menatap lama. Ke ruang tamu, dia banyak diam sambil memperhatikan satu persatu di ruangan. kakek, nenek, om nya, dia tatap lama, isyarat kalau dia ‘berpamitan’ .

Dari pihak suami, saya juga mengalami, selepas acara pesta pernikahan di Turki. Sepupu suami, yang jarang sekali datang ke rumah tantenya (mertua saya) tiba-tiba suatu hari dia datang dari pagi main ke rumah. Sampai ibu mertua heran: ”wah tumben kamu main, ga sibuk ya?’‘ tanya mertua. Lalu si sepupu bilang kalau dia datang karena sudah kangen sekali sama tantenya ini, padahal belum lama kami sekeluarga masih bertemu di pesta pernikahan saya. Dia dan istrinya main dari pagi sampai sore, sempat makan siang bersama, ngobrol juga dengan saya, kebetulan si sepupu bisa bahasa inggris juga, malah sempat berpesan agar sabar dan bisa adaftasi di Turki, kesannya baik. Seperti titip pamitan ke kami di rumah. Selang beberapa hari kabar duka datang, si sepupu tewas di danau karena menolong seorang anak yang hampir tenggelam, si anak yang bermain-main dengan stir mobil babanya, mobilnya masuk danau, anaknya selamat tapi dia yang justru jadi korban. Ya kami sekeluarga syok berat, terutama ibu mertua yang sebelumnya dipamitin sang keponakan.

Firasat dari Anyer

Setahun lalu, ketika mudik ke tanah air, saya sempat liburan ke anyer sekeluarga, sewa cottage dekat pantai. Bulan Desember biasanya ombak selalu besar,ujar kakak. waktu itu malam-malam kami berniat duduk santai di dekat pantai, Suara deburan ombak dan angin kencang mengurungkan kami untuk mendekat, ngeri liat gulungan ombak dan cipratan air yang mengenai. Sebelumnya kami sempat juga belanja di minimarket yang lokasinya tidak jauh dari pantai, lalu diseberang jalannya warung bakso, di belakang warung bakso langsung bibir pantai. Sempat berguman karena melihat gulungan ombak begitu besar ” ngeri kalau terjadi Tsunami” perasaan saya merinding melihat gulungan ombak dan suaranya yang besar. Di bulan yang sama, tahun ini. Musibah itu terjadi. İnnalilahi wa inna ilayhi rojiuun. Seketika saya teringat keramaian warung bakso di bibir pantai dan minimarket yang kami datangi, jaraknya tidak begitu jauh dari pantai. Selamatkah mereka…, lepas dari isu Tsunami atau karena aktivitas gunung anak krakatau, bayangan gulungan ombak yang besar itu masih terekam jelas diingatan saya. Tidak terbayang bagaimana rasa ketakutan yang mencekam dialami para korban.

Jatuhnya korban jiwa yang mencapat 200 lebih, lalu kisah memilukan dari para korban,kemudian baca-baca berita yang menjadi perhatian di jagad sosial media, tentang ikut tewasnya 3 personil band pop rock Seventeen dan istri dari vokalisnya (Dylan sahara) Sempat mengikuti instastory– vokalisnya, İfan. Dia berusaha tegar mencari sang istri namun akhirnya diketemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Lalu baca-baca juga cerita dari orang terdekat para personilnya yang wafat, sang istri yang dipamiti dengan cara tidak biasa, seakan pertanda sebagai isyarat untuk ‘pamitan’, Maut sudah menantinya di bibir pantai, karena waktu nya di dunia sudah selesai. Semua bukan kebetulan, semua sudah terencana dari takdirnya. Ketika kematian akan datang. Spekulasi kalau Band sebenarnya yang diundang bukan band seventeen tapi grup band element, bukan kebetulan grup band Element selamat dan seventeen menggantikan mereka. Menjelang akhir, tiba-tiba panitia mengganti pengisi acara. Saya hanya bisa berdoa dan turut berbela sungkawa untuk para korban jiwa dan warga sekitar pantai.

Kematian itu sepenuhnya rahasia Allah. Hanya bisa membaca firasat, orang yang ber’pamitan’ untuk berpulang lebih dahulu ke alam akhirat.

”Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda” (surah al hijr ayat 75)