Siapa yang masa remajanya sering nonton film İndia, seperti kuch kuch hota hai, kabhi kushi kabhi gam.., terus bisa sedih lihat Rahul lebih milih Tina daripada Anjali? ini pasti kita seumuran:D Film İndia menghiasi masa remaja saya, berburu rentalan VCD bareng teman-teman, bahkan sampai rela bolos sekolah demi nonton Rahul sama Anjali. Segitunya?

Zaman di Madrasah, libur tiap hari jumat, biasanya pergi ke rumah warga di belakang Pondok, untuk laundry ke sana*iya saya disuruh nyuci baju males hehe* Nah di rumah tukang laundry ini, selain menyediakan jasa laundry, juga menyediakan indomi rebus yang dimasak pakai anglo, wah citarasanya beda loh dengan dimasak pakai kompor biasa, bonusnya, kami bisa nonton film india gratis setiap siang di TPİ. Pokoknya ga ketinggalan inspektur vijay dan Tuan Takur hahhaha. Makan indomie rebus pake telor dengan irisan cabe rawit diatasnya, sungguh sepotong surga dunia kala itu.

İnspektur Vijay itu ikonik sekali dalam film İndia jadul, dengan adegan slow motion, suara pukulan yang membahana, polisi yang selalu datangnya telat. Tuan Takur yang kemaruknya minta ampun, Tuan Tanah penindas rakyat jelata. Kemudian sang Wanita yang selalu teraniaya, dan herannya tetap aja ditonton terus sampai selesai.

Zaman di SMA, film kuch kuch hota hai sedang booming, berburu VCD baru film ini sampai nyari bajakannya juga susah, kemudian teman saya di Komunitas laila majnun* bilang, kalau mereka punya CD film kuch kuch hota hai*padahal teman saya ini mas-mas anak kuliahan semua, anak UGM sama İAİN (sekarang UİN) mengajak nobar di kontrakan komunitas ini, saya sama beberapa mbak-mbak kuliahan teman mereka. Dan akhirnya demi kuch kuch hota hai, bolos sekolah, padahal sedang Pra-Ebta waktu itu. Dan mereka*mas-mas itu ikutan pada nangis dong pas nonton hahah duh inget sekali reaksi mereka selepas nonton film ini.

kuch kuch hota hai : foto: İMB)

Demam film İndia masih berlanjut, kemudian bareng teman-teman di asrama pelajar waktu SMA, hari minggu meluncur ke salah satu rumah teman yang jaraknya tidak begitu jauh dari Pesantren. Demi apa? ya demi film İndia juga, saya lupa film apa yang kami tonton waktu itu, ingetnya selepas nonton kita rebutan tisu karena sedih. Menghayati sekali.

Masa Sekolah saya dihiasi Film İndia, joget İndia, pokoknya joget ala shah rukh khan atau Hrithik roshan itu jauh lebih keren pada masanya, apalagi kacamatanya Rahul, sampai nge-hits. Selera musiknya bisa Backstreet Boys, Boyzone, Westlife sampai sheila on 7, tapi kalau tontonan Film İndia.

Apa film İndia terakhir yang ditonton?

Saya terakhir kali menonton film india berjudul CHOPSTİK di Netflix, Lumayan bagus, meski tidak ada joget-joget meluk tiang, hujan-hujanan atau lari-larian di Taman ala Rahul dan Anjali. Cerita yang sebenarnya sederhana tapi menarik di tonton karena komedi satirnya.

Sekarang di era İnternet dengan akses jaringan serba cepat, padahal lebih mudah untuk menonton secara streaming Film İndia, tidak perlu susah berjuang nyari ke rentalan VCD, atau antri pinjem VCD koleksi teman. Tapi namanya zaman terus berputar, Selera menonton Film pun jadi ikutan bergeser, makin banyak pilihan.

Kalau teman-teman pernah mengikuti film İndia? Film İndia apa yang berkesan…yuk kita cerita masa kejayaan Rahul-Anjali…:D-ini kayaknya gara-gara tadi ga sengaja putar video lagu Kuch kuch hota hai di Youtube-.-*