Saya menulis sebelumnya bagaimana tantangan menjalani Bulan suci Ramadan di tempat baru, daerah pegunungan yang jauh dari masjid dan suasana Ramadan hanya bisa saya rasakan lewat media saja, televisi maupun internet, Suara Azan nyaris tak terdengar sama sekali.

Doa dan harapan saya di penghujung Ramadan 2019- 1440 hijriah-

Semoga masih ada kesempatan umur untuk bertemu Ramadan yang akan datang, agar masih bisa menemani suami dan anak-anak menjalani Ramadan bersama lagi

Semoga Amal ibadah puasa tahun ini yang penuh ujian diterima Allah SWT, terutama ujian menahan diri untuk ga ikut nyebar atau share berita yang berkaitan dengan politik panas, menahan jari untuk tidak mengetik kata-kata tidak pantas. Allah Ampuni segala kekurangan saya jika di anggap sebagal muslimah yang lemah. Jihad bagi saya berusaha menebar kebaikan semampu saya, lewat media ini salah satunya.

Diberi kesempatan di tahun mendatang merasakan kenikmatan berpuasa di tanah suci, 10 terakhir Ramadan, mendengar suara azan nan merdu di masjdil haram

Diberi kesempatan untuk ber hari raya dengan sanak Family di tanah air

Semoga tercapai memiliki kendaraan di Ramadan tahun depan, agar bisa merasakan kembali tarawih di masjid (karena jarak yang cukup jauh 8 km ke masjid pusat)

Untuk İndonesia dan Turki, Semoga Allah senantiasa melindungi dua bangsa, dua negara yang saya cintai, dan seluruh umat islam di dunia Allah beri kekuatan dalam menjalani segala ujian kehidupan.

Amiien amiien Ya Robbal alamiien…