September ini, usia pernikahan kami baru memasuki 10 tahun, tahun tahun terlewati begitu saja dengan penuh warna, kehadiran dua anak, mulai melengkapi formasi inti yang disebut berkeluarga, dari berdua kemudian jadi ber-empat, tanggung jawab bertambah. Permasalahanpun tentu saja hilir mudik mampir, kadang bikin pusing, kadang ya sampai membuat nangis, ngelus dada nguji kesabaran, ya menghadapi gelombang kehidupan, dengan nahkoda dan navigator yang berusaha kompak agar kapal tidak karam dan bisa sampai tujuan yang kami impikan, tetap bersama dikehidupan selanjutnya.

keluargapanda
keluargapanda

Peran kami dalam keluarga

Dalam rumah tangga kami, posisi saya sebagai istri adalah navigator, Pengarah, pengontrol, pembuat rencana, suami sebagai eksekutor, apapun harus lewat perundingan bersama, entah kenapa setiap suami membuat rencana tanpa sepengetahuan saya, selalu berakhir: kurang sukses. Saya sebisa mungkin mengajarkan beliau sedikit belajar sabar, jika ingin sesuatu, dia tipe spontan dan saya selalu mempertimbangkan dari berbagai sisi, saling melengkapi sebenarnya, Jeleknya, beliau jadi sering beli barang yang ga penting terus cepat rusak karena tergoda diskonan (iya penyakitnya ini:S) dan saya selalu di cap ‘lelet’ sama suami karena kebanyakan mikir cuma beli satu barang aja muter dulu satu toko, Beliau sampai ngeluh, kesel sama sifat kebanyakan mikir dan saya balas balik, daripada kamu yang ga pake mikir, lebih banyak ruginya:V salah satu sikap bertolak belakang kami.

Untuk keputusan penting, beliau tidak akan memutuskan sendiri, pasti cerita dan meminta pendapat, mulai dari karir, atau membeli sesuatu dalam jumlah besar, sepertinya beliau kapok kalau saya ‘ledekin’ mengambil keputusan tanpa diskusi dulu sama istrinya hahah, sering terjadi soalnya, seperti tiba-tiba dia beli mesin toas untuk panggang roti yang harganya 3x lipat, padahal jarang juga digunakan, dalam hemat saya, tunggu promosi saja di market dekat rumah, bisa dapat harga 50 persen lebih murah, bukan barang wajib juga untuk di dapur. Alhasil karena beliau tidak mempertimbangkan berbagai aspek, mesin mahal itu copot terus bautnya bikin kesel, Lalu saya sindir-sindir, buang buang duit. Semakin bertambah tahun kita belajar saling memahami, memposisikan partner hidup pada tempatnya, tempat berbagi, diskusi, meski trial error ya masih aja terjadi.

Beberapa kali beli hand blender mesinnya selalu cepat panas dan rusak, sebelumnya sempat nanya teman teman merk bagus apa, banyak yang merekomendasikan merk A, jangan B katanya, tanpa sepengetahuan saya, suami beli merk B duluan, yang ga direkomendasikan teman, dan kejadian lah, rusak lagi. Setelah itu saya sudah mengancam, Dapur adalah wilayah kekuasaan istri, mau beli alat masak apapun harus sepengetahuan saya sebagai kuncen dapur. Dalam membeli barang-barang di rumah, saya emang pemikir sekali, dan suami tipe spontan, ‘ih lucu…beli…ih murah beli’ jadi kalau peran kami memang kebalik, setiap dia check out belanjaan di marketplace karena notifikasinya masuk email saya: ”kamu beli apalagiiii!–yah begitulah rumah tangga.

Belakangan semenjak pandemi, koleksi buku-bukunya bertambah banyak, untuk hobbi bacanya saya maklumin aja kalau dia order buku terus, tapi terakhir tiba-tiba ada paket jam tangan sport, ya ga apa-apa sebenarnya, toh dia juga kepala rumah tangga, pencari nafkah, cuma kalau akhir bulan ngeluh pengeluaran banyak, saya reply ulang apa saja yang sudah dia beli, kalau masih simpan kotak barangnya, saya buat kipas-kipas ‘bu ne!!. Nyengir.

Yang membuat horor suami

Jangan pernah membeli barang tidak sesuai pesanan istri, dia harus sabar mendapat tatapan tajam saya beserta tausiyah, hari ini dia jemput Alya pulang sekolah, dijalan sempat telpon, nanya butuh apa aja, sekalian mau mampir ke market katanya, terus minta dikirim WA listnya, termasuk pesanan saya: minuman kopi instant beraroma coklat mocha, oh ya, ga lupa kirim gambarnya, biar tidak salah beli. Tahu apa yang dia beli? Milk shake pisang coklat:V astaga jauh banget, kotaknya sama tapi produknya beda, udah lah debat ga berfaedah, mempertanyakan kapasitas dia, daya ingat dia, sampai saya ledekin: ” yaslı adam’‘.saya bahas detail, saya tegaskan kalau minta A ya harus A jangan ambil keputusan sendiri pilih B, ingat amanah nya apa, Selain harus saklek sama kemauan saya, beliau tidak berani menjanjikan sesuatu kalau ragu, karena bakal diteror saya habis-habisan, berani ingkar, dengan alasan apapun, perang dingin.

Tidak ada yang benar-benar sempurna

Yang sempurna seorang laki-laki dalam adab,ilmu, sikap,dll hanya satu Nabi Muhammad SAW, karena saya pun belum mencapai level khadijah atau siti Aisyah, seujung kuku pun tidak sampai, ibadah ? masih jauh dari kata sempurna, baik, level iman? siapa kami berdua ini-.-‘

Dalam penampilan, dalam bacaan ayat suci, dalam beribadah, beliau masih jauh dari tipe suami soleh idaman netijen yang wajahnya teduh kayak ubin masjid, tapi ubin masjid Turki rata-rata dikarpetin sih, berbulu-bulu, ya cocoklah:D tapi sebagai istri, saya paham ilmu agamanya yang masih jauh dari kata sempurna, tapi dia terapkan dalam kehidupan sehari-hari, dia paham poligami, tapi otaknya masih realistis, bahwa bersikap adil itu berat, dia ngerti bahwa tugas rumah tangga tidak sepenuhnya ditangan istri, tanpa harus disindir, dia ringankan semua, keluhan ngurus rumah, ngurus anak ditangani berdua. Kekurangannya yang lain biar menjadi cerita kami berdua saja.

Konsep rumah tangga yang kami bicarakan sebelum memutuskan menikah masih tetap dijalurnya, kata orang, tahun tahun awal pernikahan terbuka topeng aslinya, kami memulai dengan kejujuran tanpa menggunakan topeng apapun, kondisi berdua sebelum menikah kita bahas detail, sehingga ketika hidup bersama tidak kaget. Masih sama dan masih dengan bentukan orang yang sama.

Jodoh bersifat tolak belakang emang kami rasakan, tapi masih terkendali sebenarnya, kalau ga ribut ribut kecil ga rame juga, nyari keributan sendiri, kadang bahas yang ga penting, waktu salah satu teman ada yang bilang, dia mirip orlando bloom..saya ngakak terus kita bahas berdua, mirip-miripin. Dan kami juga pernah debat antara lucinta luna vs bulent ersoy..aduh ga penting banget sebenarnya.

sampai beruban–belum 40thn aja ubannya banyak ding

10 tahun awal ini pencapaian terbesar, ketika kita bisa menertawakan masalah yang telah lewat, dan kalau lagi kesal, ngadu tatap-tatapan mata, siapa yang paling kuat tanpa ketawa dan tetap pasang muka sadis. Ketika moment anniversary tiba, percuma nebar kode buat beliau supaya kesambet kasih kejutan order sepaket bunga dari cicek sepeti*salah satu market place Turki khusus ngasih hadiah atau bunga** terus terang saja maunya apa: To the point**

Hadiah ga muluk-muluk, tapi permintaan spesial itu, saya ingin operasi flap gigi yang ketunda gara gara pandemi, dan ternyata ga ada sama sekali di Corum, Dokter spesialisnya ..hadeuhhh-.-” apalagi di İskilip, Rumah sakit -nya ada Dokter jaga aja syukur-syukur, saking sepinya. Dan entah bisa pakai asuransi atau tidak, sebenarnya dulu di istanbul sudah membuat jadwal, karena dokter spesialis ini sibuk berat, saya keburu pindah ke gunung:( dan ketika cek harga untuk operasi flap gigi tahun 2021: per-gigi–iya satu gigi dikenakan harga sekitar 395 lira, jadi kalau seluruh gigi. Lumayan, hadiahnya langsung bikin kantong kering. İni bukan hadiah sih tapi emang rencana yang tertunda demi kesehatan gigi—-Semoga akhir tahun atau tahun depan bisa terlaksana. Doakan yahh.