Masih cerita tentang si horor Corona dan kepanikan dunia. Kondisi badan saya masih ngedrop sepulang dari Koy, masih dalam kondisi Flu, Ditambah penyebaran Corona di Turki juga semakin tinggi angkanya, dari yang tadinya cuma satu, sekarang melonjak jadi 45 orang-per 16 maret 2020, dan yang membuat saya semakin deg-degan ketika baca berita online, kalau di ibukota Provinsi Corum, sudah ada suspect Corona, masih dalam pemeriksaan Lab di Ankara, tapi ciri-ciri orang tersebut semuanya mengindikasikan dia terkena virus Corona. Pasien ini baru datang dari luar negeri!Tepatnya pulang umrah, harusnya mereka yang baru bepergian dari luar negeri, masuk karantina dulu 14 hari, entah kenapa dia bisa lolos pengawasan dan pulang ke Kota Corum, kontan membuat kepanikan di Saglik ocagı, tempat pasien suspect corona ini memeriksakan diri, syukurnya langkah cepat diambil dinas kesehatan lokal, menjemput pasien suspect dan langsung dimasukan ruang isolasi di Rumah sakit Universitas Hittit.

Lalu ada cerita jamaah umrah yang seharusnya masuk karantina dulu selama 14 hari, kabur sebanyak 28 orang , nah ketangkap sama Petugas keamanan di Jalan Corum, rata rata jamaah yang baru pulang umrah ini cukur berumur, usia yang riskan , dikarantina buat dipantau, malah ngeyel-ngeyel mbah-mbah Turki ini, malah ada juga katanya sempat meludahi petugas sambil ngomong, Kalau dia beneran sakit, Petugas yang dia ludahi juga ikutan sakit. Hadeuhhh Manusia-manusia seperti ini banyak dimana-mana, dan di kota terdekat, Samsun. Sudah ada suspect juga 10 orang. Penyebarannya luar biasa:S

Corum, jaraknya 45 Km dari Pluto, keluarga suami tinggal di pusat kota. Semua pusat keramaian di instruksikan ditutup. Saya belum mengikuti kabar terakhir apa sudah diambil langkah lockdown juga untuk Turki. Tapi seperti semi-lockdown, Cuaca minggu ini setelah cek prakiraan cuaca, seminggu ini Sebagian Turki dilanda hawa dingin kembali, sabtu lalu cuaca di Pluto cukup cerah, suami keluar rumah sudah memakai kaos berlengan pendek, dan hari senin ini, tiba-tiba turun salju, Suhu langsung turun kembali ke 0 derajat celcius, dengan hujan salju ringan, tapi diarah perbukitan semua ditutupi salju. Alhasil Flu saya jadi makin lama sembuhnya, sudah minum berbagai herbal, jus buah, konsumsi sayur kemudian badan berasa agak mendingan,

Tapi tadi siang saya belanja bulanan ke BİM, sampai dikira mau nimbun, sama pembeli lainnya. Niat posting Blog Challange, one day one post, jadi tersendat, termasuk ngedrama juga halah..tetep ya:D Alasan lainnya karena dirumah yang kena Batuk Pilek berdua sama Alya, semoga Babanya dan Fatih ga nyusul. Jadi cukup kelimpungan ngurus diri sendiri sama anak rewel. Alhamdulilah Babanya ya pengertian, İstri tepar, dia beberes hahaha kalau engga, sudahlah terkuras tenaga. Ketambahan isu corona, duh makin-makin pikiran kemana-mana, sampai berpikiran yang negatif, tapi setelah baca-baca ciri-ciri corona, İnsha Allah engga. Ga ada demam cuma batuk dan hidung meler. Tapi kewaspadaan harus tetap ada.

Anak belajar di Rumah via EBA /eğitim Bilisim Agı)

Fatih juga diliburkan dan mulai belajar di rumah, dapat Buku untuk PR dan mulai mengaktifkan akun untuk belajar jarak jauh via website: https://www.eba.gov.tr/tanitim Berbeda dengan Ruangguru versi İndonesia, EBA dibawah Departemen pendidikan, Murid maupun Guru punya akses khusus untuk mengaktifkan akun, sesuai sekolah dan kelasnya sendiri, jadi semacam si Guru ini membuat Grup sendiri di EBA, dia sebagai admint-nya, murid-murid interaktif mengikuti pembelajaran dari Guru kelasnya, Memposting tugas-tugas kelas, ada game edukatif juga sebagai pendukung–biar anak didik tidak bosan, Kelas dengan Guru dan teman-teman yang sama hanya dipindahkan ke Media online ini, Pemerintah memberi akses internet gratis selama pendidikan jarak jauh dilaksanakan.

Babanya menambahkan buku-buku bacaan baru untuk Fatih, biar dia semakin cinta buku, annenya ngejar Belajar iqro-nya. Jadi kalau pagi dia masuk kelas iqro dulu sama saya, terus istirahat main dulu, makan. Siang kalau pas babanya di rumah, ngerjain tugas sekolah bareng babanya, kalau pas kerja, diganti malam. Mengkarantina anak dengan setumpuk pelajaran:D ya bagaimanapun pendidikan tanggung jawab Orangtua dan Guru. Buka berarti kebijakan untuk meliburkan anak dari sekolah buat dia liburan ehmm jadi ingat foto foto yang beredar di tempat wisata dengan headline: Liburan korona-.-‘ Saya malah ga berani ajak anak ke pusat keramaian. Biarlah menyepi dulu demi kesehatan keluarga.

Nasip Para Pekerja terdampak corona

Baca postingan teman, tentang banyaknya karyawan di sektor pariwisata terpaksa dirumahkan, karena kebijakan penutupan tempat usaha mereka, saya turut sedih, anak istri di rumah juga butuh makan, sedang mata pencaharian jadi tersendat semenjak Wabah ini merebak di 120 Negara, Dampak ekonomi yang luar biasa, panic buying banyak terjadi dimana-mana. Sementara Dollar juga meroket. Allah korusun-.-‘ berbagai bacaan tentang teori konspirasi juga menghiasi media seputar corona. Berusahalah yang terbaik, saya sampai minta kakak untuk ngejagain orangtua di kampung, agar meminimalisir ke luar rumah. Apalagi keduanya ada Penyakit, Satu jantung , satu lagi darah tinggi. Kata Kakak, mereka paling jauh hanya datang ke kebun, ngurus kebun. Semoga tetap terlindungi. Ga bisa dengan mudah disepelekan, saya juga dapat dari Grup WA teman di Jakarta, salah satu mantan rekan kerjanya dulu posting di İG story, kalau tantenya sudah jadi korban corona, wafat. Beliau memiliki riwayat diabetes. Baca tentang cara penanganannnya di salah satu rumah sakit jakarta, memang agak mengecewakan, mungkin karena alasan itu si temannya sampai posting di İG story. Semoga semuanya sehat-sehat semua ya, Saling mendoakan, semoga wabah ini bisa teratas secepatnya, sebelum Bulan suci Ramadan, biar surau maupun masjid-masjid di seluruh dunia ramai kembali.