Hari raya idul adha 2019, sebenarnya masih biasa saja buat saya dan keluarga, yang ga biasa adalah ketika salah satu teman dekat saya nge-WA, plus kirim gambar menu di restoran Turki yang sedang dia datangi, si teman bertanya tentang menu makanan Turki yang kira-kira bisa cocok dilidahnya.

Sebut saja namanya Rika (tapi emang nama aslinya sih). Rika minta saya terjemahkan menu masakan Turki yang dia kirim, biar ga salah beli katanya. Plus minta kasih gambaran dan bahan dari masakan Turki di menu restoran tersebut.

Emang elo lagi di mana Rik?. Pikir saya Rika lagi di Turki.

Gue di Mekkah Ma? Lagi Haji ” Balas Rika.

oh lo Haji?” tanya saya lagi

iya ni gue lagi cari makan, tertarik sama menu di Restoran Turki, jadi nanya elo dulu.”

Percakapan selanjutnya sensor aja, jadi intinya si Rika tertarik pesan makanan di Restoran Turki ketika di Mekkah, tapi ragu dengan menu yang cocok di lidahnya. Ketertarikan Rika dengan makanan Turki tidak menjadi fokus saya bercerita, tapi tentang keberangkatan Rika dan suaminya Pergi Haji secara Reguler. Karena sebelumnya, Rika tidak pernah menceritakan perihal niatnya berhaji di Grup WA.

Rika kemudian cerita, kalau dia sudah daftar haji semenjak 7 tahun lalu, sebelum dia menikah, memantapkan diri mendaftar Haji, menyisihkan dari uang gajinya sebagai pegawai negeri. Katanya Daftar tunggu Haji bisa sampai 20 tahun, Tapi Alhamdulilah Rika bisa berangkat di tahun ke-7.

Selanjutnya Percakapan lanjut tentang, titipan doa. WA dari Rika itu mengingatkan tentang janji yang terucap bersama teman-teman, kalau suatu saat reuni. Haji dan Umrah bersama, sebelum usia 40 tahun. Rika sudah memenuhi janjinya, Menunaikan Rukun İslam : berhaji jika mampu, Dan Rika sudah dimampukan.

Masalah mampu atau tidaknya, saya pikir bukan masalah di materi, tapi dari hati. Niat untuk berhaji. Kalau saya bilang, saya belum mampu secara materi, rasanya bohong, dua kali saya pulang ke İndonesia sekeluarga, bukan biaya yang murah. cukup untuk biaya pergi haji dengan suami dan anak-anak. Dihitung dengan biaya akomodasi selama mudik. Sudah cukup untuk berhaji. Tapi niat? yah mungkin ini yang terlupa. Pulang bertemu Keluarga menjadi prioritas, panggilan ibadah? Percakapan dengan Rika jadi menyadarkan saya, kenapa ga dimulai? Sering terlintas keraguan, menyisihkan tabungan untuk ber haji?

İdul adha 2019

Beberapa tahun lagi, saya memasuki usia kepala empat, apakah janji bisa berhaji sebelum usia 40 bisa terlaksana? di belakang apartemen adalah lahan gandum yang luas, saya membayangkan posisi Rika di padang Arafah, Ah wajar jika saya terbersit rasa iri dengan Rika saat ini, Saya hanya memandang lahan gandum yang sepi,. Dibelahan bumi sana, Rika sedang berhaji, sulit terbayangkan rasa harunya.

Yah idul adha tahun ini masih sama, saya juga tidak mudik ke rumah mertua, karena suami tetap masuk dinas, meninggalkan dia sendiri di rumah juga berat, urusan makannya masih menjadi PR besar. Komplek yang jauh dari Masjid, Tetangga mudik dan liburan, Suasana yang teramat biasa. Berbalas WA dengan Rika, mengingatkan saya tentang janji, entah bisa terkabul atau tidak. Doanya saja.

Kurban bayraminiz kutlu olsun….temanpanda:)