Dalam bahasa Turki: Zekat fitre =Zakat Fitrah, Kewajiban membayar Zakat Fitrah setiap Ramadan banyak dilakukan masyarakat dengan cara yang lebih di mudahkan. Ada lembaga NGO İslam yang cukup dikenal di dunia, dan menjadi andalan banyak masyarakat Muslim Turki menyalurkan Zakat, İnfak dan sedekah nya lewat lembaga Amal ini: Mungkin ada yang pernah tahu: İHH (İnsanı Yardım Vaktı) berdiri sejak tahun 1992, Tujuan awal berdirinya karena alasan kemanusiaan, Kepedulian Masyarakat Muslim Turki terhadap korban perang Bosnia.

lembaga amal yang menjadi fasilitator bayar Zakat di Turki

İHH sekarang berkembang menjadi salah satu NGO islam besar di dunia, İHH tidak membuka cabang di negara manapun. Namun kiprahnya di dunia internasional sudah terlihat bukti nyata.

İHH website

Sebagaimana muslim lainnya, setiap moment Ramadan juga banyak dimanfaatkan muslim Turki untuk berbuat kebaikan, menunaikan kewajiban bagi orang-orang yang mampu, salah satunya membayar Zakat, infak dan sedekah. İHH memfasilitasi Masyarakat untuk membayar Zakat dan disalurkan ke semua masyarakat Fakir miskin di berbagai belahan dunia. Untuk di İndonesia banyak NGO serupa, semisal dompet dhuafa, tapi karena saya tinggal di Turki, membayar Zakat lewat lembaga amal İHH selalu menjadi pilihan.

Selain İHH, bagi WNİ terfasilitasi juga dengan rekan relawan yang membuka penyaluran Zakat untuk Fakir miskin di İndonesia, tidak hanya zakat, berkurban pun bisa dilakukan lewat Para Relawan ini. Salah satunya lewat lembaga Resmi WNİ seperti Mİİ (Masyarakat İndonesia İstanbul)

Orang Turki rajin bersedekah

Apa yang menjadi landasan saya menilai masyarakat Muslim Turki senang sekali bersedekah, berbagi? Ramadan seperti ini akan terasa sekali, tidak hanya Ramadan saja sebenarnya, Kebiasaan mereka untuk saling berbagi, seperti seringnya saya baca cerita para Pelajar disini yang selalu dapat rezeki setiap datang ke Masjid atau bertemu orang-orang alim, sedikit uang jajan untuk mereka selalu diselipkan para jamaah kepada para pelajar asing, Kebetulan keponakan juga ada yang sedang berkuliah disini, dia menceritakan bagaimana perhatian para tetangga di gedung apartemennya, terhadap para penghuni rumah yang dia sewa bareng temannya, hantaran makanan, perhatian dari para tetangga ke mereka, membuat dia bersyukur dipertemukan Ramadan dengan wajah muslim Turki sesungguhnya-ya saya tulis begini karena tidak bisa menggeneralisir wajah orang Turki seluruhnya, yang tidak puasa juga banyak, terutama di kota besar seperti İstanbul apalagi daerah sekuler.

Sedekah tidak hanya soal Materi

Saya belajar banyak dari kepala rumah tangga, yakni si Baba. Dia mengajarkan saya untuk berbagi tidak hanya urusan materi, segala kebaikan yang kita lakukan, baik tenaga, pikiran pasti dicatat Allah SWT, meski sedekah hanya sebijş kurma.


Dari Abu Huraira radhiyallahuanhu, ia berkata : “Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang bersedekah dengan sebiji korma yang berasal dari usahanya yang halal lagi baik (Allah tidak menerima kecuali dari yang halal lagi baik), maka sesungguhnya Allah menerima sedekah tersebut dengan tangan kanan-Nya kemudian Allah menjaga dan memeliharnya untuk pemiliknya seperti seseorang di antara kalian yang menjaga dan memelihara anak kudanya. Hingga sedekah tersebut menjadi sebesar gunung.” -Muttafaq’alaih

Sumber : https://www.rumahzakat.org/perbedaan-zakat-infak-dan-shadaqah-2/

Sedekah Ala Suami

Sedekah yang diajarkan ke saya salah satunya:

Rajinlah donor darah.

Duhhh.., jujur untuk sedekah versi ini saya belum mampu tunaikan, lemes duluan, darah rendah hehe. Menurut dia, dengan rutin berdonor darah juga bagian dari sedekah, sedekah untuk menolong orang yang butuh darah, karena alasan kesehatan. Tak heran beliau sampai dapat sertifikat penghargaan dan Medali dari Turk Kizilay (PMİ ala Turki) karena menjadi salah satu pendonor darah terbanyak se-Provinsi Corum *bangga atuh lah**

Bantu orang yang lebih lemah dari kamu

Minggu lalu, dia menjadi contoh untuk anak-anak, tanpa segan babanya berdiri dan memberi ruang untuk para lansia, bahkan membawakan barang belanjaannya, moment ini sebenarnya biasa dia lakukan semenjak di İstanbul, dia bukan tipikal orang Turki yang mudah marah-marah tanpa alasan, di angkutan umum jika melihat kursi untuk orang tertentu tapi di duduki oleh orang lain (barisan kursi khusus untuk ibu hamil, lansia) bakal ngoceh-ngoceh dengan galaknya:D tapi jelas ga bisa dibantah sama pelaku, karena ada alasan kuat. Dari hukum dan moral juga. Biasanya orang yang dia tegur tahu diri.

candid si baba

Belilah dagangan orang yang kurang laku karena alasan menolong.

Meski banyak meme-yang beredar atau himbauan di sosial media tentang gerakan seperti ini, membeli dagangan orang kecil, beliau sering mencontohkan dari dulu, sedekah kamu bisa dalam bentuk apa aja, ujar dia. Dia sering sekali beli sayur, buah yang kadang kualitasnya ga sebagus penjual besar, tapi karena alasan menolong, apalagi kalau penjualnya lansia.

Berbagi kebaikan dengan hantaran makanan

Kebiasaan bertetangga saling menghantar makanan, kebiasaan umum sebenarnya, tapi akan semakin meningkat ketika bulan suci Ramadan.

Baca :Hal hal yang saya sukai di Turki

Sedekah cara Muslim Turki di era Ustmaniyah (Ottoman)

Memasuki bulan suci Ramadan, bulan yang berkah, Bulan penuh Rahmah, Muslim Turki di era Ustmaniyah memanfaatkan moment ini dengan baik, berlomba-lomba sedekah.

Membayari Hutang orang miskin

Setiap bulan Ramadan, orang-orang Kaya akan membayarkan hutang orang-orang miskin yang tidak mereka kenal sama sekali, menanyakan catatan-catatan hutang ke Toko, atau orang yang dihutangi.

Membuka lebar pintu rumah

Selama Ramadan di waktu İftar, orang Turki akan membiarkan pintu rumahnya terbuka lebar, dengan begitu siapapun orang yang lewat, musafir atau fakir miskin bisa ikut berbuka puasa bersama mereka di rumah tersebut.

Sengaja menaruh barang yang dibutuhkan sebagai sedekah

Untuk kebiasaan ini, sampai sekarang masih banyak yang melakukannya, seperti sengaja menaruh wadah ekmek (roti) di luar, dan siapapun bisa mengambilnya. Kadang juga ada tulisan di kebun seseorang, jika mau buahnya silahkan petik: di halalkan. Sengaja menaruh makanan hewan di pinggir jalan, wadah air minum untuk anjing dan kucing liar, Menggratiskan fasilitas kendaraan umum untuk keluarga syahid, Toko daging menggratiskan untuk keluarga syahid yang gugur untuk bangsanya. Dan masih banyak hal positif lainnya .

Kalau saya tanya suami, kenapa kamu melakukan kebiasaan rutin seperti itu, karena saya muslim dan saya adalah orang Turki (tetep ujungnya Turki:) leluhur saya mengajarkan untuk selalu berbagi, berbuat kebaikan, dengan cara apa yang kamu bisa lakukan. Baiklah jika hal yang positif dan bisa diterapkan, tidak hanya berlaku untuk satu golongan saja, Siapapun bisa melakukan amal kebaikan, Sesuatu yang positif ya apa salahnya ditiru, berbuat kebaikan, bersedekah tidak sebatas ukuran materi, Banyak hal yang bisa kita terapkan. Yuk kita mulai:)