Usia pernikahan memasuki tahun ke*sembilan insha allah, menjaga hubungan harmonis dengan pasangan buat saya adalah kunci utamanya adalah: bagaimana menjaga komunikasi, karena ini penting banget.

Komunikasi bukan hanya tentang:bahasa apa yang kita pakai dirumah, mengingat kami adalah salah satu dari ribuan dan mungkin jutaan pasangan interracial di dunia ini, jadi bukan sesuatu yang spesial menikah dengan lelaki beda bangsa, beda ceritanya kalau suami saya adalah Alien, Alien ganteng seperti di Drakor My love from the Star, suami saya bukan Do Min joon, Alien ganteng yang jadi profesor, apalagi saya jadi jun ji hyun, duh muka sama body beda-beda beeeeda jauh *tau diri*:D Nah komunikasi sama Alien gimana? sentuhan telunjuk jari kayak ET? udah kan bukan bahas Alien-.-.

Bahasa yang digunakan di rumah

Bahasa yang dipakai di rumah: 75 % bahasa Turki, saya menggunakan bahasa Turki untuk berbicara dengan suami, 25 % nya bahasa campur aduk: inggris, sunda,jawa, apalagi kalau saya lagi PMS, kesempatan besar kalau ingin ngomelin suami tapi dianya ga ngerti: ngacaprak bahasa sunda. Ujungnya paling melongo. Untuk berbicara dengan anak-anak, saya konsisten berbahasa İndonesia, meski kalau khilaf tetap aja keluar kosakata bahasa Turki atau inggris.

Baca:

Belajar bahasa Turki seberapa penting?

Bisa bahasa İndonesia itu penting bagi anak Mix

kata kata romantis dalam bahasa Turki

Waktu terbaik untuk ngobrol sama suami?

Waktu terbaik untuk bicara dengan suami, disaat dia sedang terlihat santai, biasanya saya tanya dulu, bisa ngobrol atau ga? karena kadang sibuk balas Chat di Grup teman-temannya, atau sedang baca buku. Waktu yang saya hindari bicara serius: sepulang dia kerja, karena biasanya lelah. fokus untuk nyiapin makan malam dan membuatkannya Cay. Menunggu jeda, kalau sudah terlihat santai, komunikasi dua arah jadi lebih gampang. Bisa ngobrol apa saja dari hal receh sampai tema serius. Hindari juga berbicara panjang lebar ketika suami sedang terlihat emosi. Ah ini sih bakal runyam ujungnya. İbarat udah ada percikan api eh disiram bensin! mending mlipir nonton drakor, nunggu emosinya menurun. Saya lebih pilih untuk ga banyak bicara sampai dia sendiri yang ngajak ngomong karena pasti nyariiin:D

Dalam pernikahan cinta saja tidak cukup

Menjaga komunikasi penting banget untuk pasangan suami istri, jika sedang berjauhan, teknologi sudah amat sangat memudahkan. Jika sedang berdekatan, obrolin apa saja tanpa harus jaga imej, keterbukaan adalah hal penting yang selalu kami usahakan berdua. saling kritik atau masukan kalau diobrolinnya dalam kondisi sama sama santai, mudah saja saling menerima, tidak saling membenturkan ego, toh kita ini pasangan, ada untuk saling melengkapi, semisal waktu saya cerita, kalau akun sosial media FB ada yang nge Add, pria Turki. Suami tegaskan untuk tidak menerima pertemanan. Dia punya alasan sendiri dan saya juga bisa menerima tentang keberatannya, begitu juga ketika suami ada yang add perempuan İndonesia, tanya dulu: ini siapa! maunya apa, cek latar belakang, kalau cuma gerombolan emak emak kepo, atau emak emak kegatelan pemburu Pria asing. Tenang aja, DM masuk pasti diserahkan ke bininya hahah kan lumayan buat saya latihan menulis, belajar interogasi, sekalian menulis kata kata penuh hikmah agar mereka bertaubat. Tapi sejauh ini belum ada sih yang keganjenan. KArena kami sendiri bukan pasangan ganjen ..hadeuhh apa pula-.-‘

Keterbukaan pasangan

Dari awal menikah kesepakatan kami adalah, keterbukaan informasi, ciee bahasanya, seperti gini, saya cerita tentang masalalu, meski ga penting-penting banget, suami juga cerita tentang masalalu, kisah asmaranya, ya ga apa-apa, saya tunggu sampai benar-benar semua dia ceritakan. Cemburu? untuk apa? semua orang punya masalalu, dan saya ada sekarang adalah masa depannya, teman perjalanan hidup, berbagi beban untuk sekadar meringankan langkah kedepan. Ga ada cerita teringat mantan, karena bagusnya ya lupakan, mereka ada dimasalalu dan cukup jadi bagian masa lalu. Ujungnya kalau sedang ejek-ejekan, bahasan yang seharusnya sensi tentang masa lalu, kami jadikan candaan: ‘‘ciee yang pernah patah hati”

Jangan mau diajak selingkuh Pria Turki

Apapun masalahnya, selesaikan dengan cepat

İni juga kesepakatan kami, untuk tidak memendam amarah, kalau lagi kesal, cukup sehari dan hari itu juga harus selesai. Masalah dibawa berlarut larut sampai besoknya, bikin mood kami hancur. Dan disitu Ego kami diuji, saya atau dia yang minta maaf duluan–meski seringnya kebanyakan suami hahahah-– pasal 1: perempuan selalu benar pasal 2. jika perempuan salah balik lagi ke pasal satu. Tapi beneran sih karena saya juga tipe plegmatis, yang cinta damai dan terkadang terlalu santai. Marahan lama-lama itu ga asyik, capek buang buang energi. Damai kan lebih indah. Kalau ngambek, ga bisa usilin suami, nendang-nendang kakinya, ngelus-ngelus perutnya: ”kapan lahiran?’‘ jadi kangen ga bisa usil. Dan dalam 9 tahun menikah, naik turun tensi rumahtangga, semua bisa diselesaikan dengan cepat. Tetap ingat kesepakatan diawal menikah.

Baca ini ya:

Punya suami Turki seram?sifatnya seragam galak gitu??

Lalu ada banyak juga pertanyaan mampir ke saya:” Mbak ga pernah marahan? suaminya galak juga ya, kan orang Turki terkenal keras bla..bla…” loh saya kan tidak suka mengeneralisir suatu ras bangsa, jika memang orang Turki terkenal dengan watak senyebelin itu, masa dari 75 jutaan penduduk berktp Turki sifatnya seragam:) Sisi positifnya saya bertemu suami dengan karakternya yang memang terbuka, bisa menghargai perbedaan, karakter yang membentuknya seperti itu datang dari didikan ibu dan juga kesukaannya membaca, ya membaca, bisa mempengaruhi pola pikir seseorang, apalagi yang dia baca temanya ga jauh dari bahasan karakter, sosiologi, psikologi. Juga pertemanan yang positif, satu kesamaan saya dan suami, teman dekat kami ga banyak. Ga punya gang zaman sekolah. Kalau berteman dekat Sama A ya akan sama A terus, İni jadi berpengaruh sama kami sekarang, ketika hidup jauh di Pluto, ga punya banyak teman, ya kami berteman berdua, kadang memposisikan diri sebagai teman biasa disamping hubungan suami istri. Mau bahas apapun santai aja. Karena yaitu: menjaga hubungan komunikasi yang lancar penting banget. Biar ga cepat diserang jenuh, bisa tetap menghangatkan hubungan. Karena komunikasi bahkan bahasa kalbu kami nyambung, hahah bahasa kalbu? semacam saya mikirin pengen makan goreng ayam, padahal ga minta beliin, tau tau dibeliin sama suami, serasa dia bisa baca pikiran istrinya. Ya intinya gitu kalau teman teman ngejaga komunikasi sama pasangan, caranya bagaimana? eh nanya balik buat siapa aja–yang jomlo jangan tersinggung yaaaa