Zaman sekarang acara buka puasa jadi ajang silaturahmi , reuni atau sekadar kumpul kumpul teman dekat, bisa juga jadi moment untuk kumpul keluarga, biasanya kalau hari biasa sulit sekali untuk berkumpul, moment ramadhan ngadain acara buka puasa atau bukber bareng menjadi sarana untuk menghangatkan ikatan pertemanan atau persaudaraan.
Lalu bagaimana dengan keluarga ala Turki?
Oh tentu saja mereka pun rata-rata ngadain bukber, kebanyakan mengundang makan di rumah, kalaupun mau ngumpul untuk bukber di luar, pilihan bisa dengan piknik di taman atau cari restoran yang buka 24 jam, pengalaman saya tahun lalu bukber di foodcourt mall dekat rumah, yang ada jadi terburu-buru, karena berkejaran sama jam tutup mal, selesai makan ga bisa bersantai, mall mau tutup dan para pekerja di foodcourt nya pun mulai rapih-rapih bersih-bersih. Jadi rasanya kurang rekomendasi buka puasa di Mall.
kenapa? –karena jam buka puasanya di atas jam 8 malam, sedang Mall jam 9-10 sudah tutup, kebayang kan, baru selesai makan, udah mulai sepi pusat pertokoan, restoran di foddcourtnya juga udah mulai tutup satu persatu.
Jadi kalau ada kesempatan di ajak bukber sama suami, kami lebih memilih ke tempat favorit kami selama tinggal di pendik istanbul, yakni restoran di area sosial tesisleri milik pemerintah kotamadya tempat kami tinggal.
Sosial tesisleri ini, salah satu fasilitas sosial yang biasanya dibangun pihak belediye (kotamadya) untuk masyarakat, tiap belediye memiliki fasilitas sosial seperti ini yang biasanya terdiri dari: arena bermain anak (park) restoran, fasilitas olahraga,tempat untuk santai keluarga.
Buka puasa di restoran milik pemerintah? kenapa engga, mereka juga melayani dengan profesional dan yang paling utama, harga terjangkau.
Tempatnya juga lumayan nyaman dan mewah untuk ukuran kantong kami, karena disubsidi pemerintah,harga menu di restoran ini biasanya lebih ramah dikantong jika dibandingkan makan di restoran lainnya.
Selama bulan ramadhan restoran biasanya sudah menentukan paket menu berbuka puasa, mereka hanya menjual dua menu saja: menu putih dan menu merah, menu putih  untuk menu olahan ayam, dan menu merah untuk menu olahn daging. saya memilih menu putih dan suami menu merah. Untuk anak, kami memilih paket untuk menu anak yang restoran sediakan.
Untuk 1 menu terdiri dari:

  1. Menu pembuka: ada kurma, zaitun, 4 jenis keju termasuk keju dari susu kambing yang warna putih-rasanya bikin saya merinding disko ga tahan sama bau prengusnya-aduh maklum saya ndeso masalah perkejuan, ada selai, butter juga dikotak kecil.
  2.  Roti pide khas ramadhan yang sudah tersedia di meja
  3.  ezogelin çorba-sup ezogelin, sup kaya dengan protein nabati yang isinya dari kacang lentil dll, bagus untuk pemulihan tenaga selepas berpuasa seharian.
  4. menu utama: pilav turki yang dicampur sehriye (sejenis bihun kecil2) tavuk sote (ayam tumis) kentang goreng.
  5.  su boreği (salah satu jenis borek-sebut saja martabak ala turki tapi isinya keju putih sejenis feta cheese)
  6. kazandibi–puding susu karamel
  7. . Salad segar, kalau sajian salad sayur ga akan pernah absen dari meja makan orang Turki.
  8.  mesrubat (minuman softdrink–yang ini ga saya foto, tapi sudah satu paket pilihan jus buah kalengan.
  9.  1 teko isi teh panas, jadi bisa refill minum teh sepuasnya.

Wah banyak ya…

1 paket lengkap ini totalnya sekitar 44 lira, masih harga normal dengan sajian lengkap dimeja makan, bahkan roti pide juga hampir tidak tersentuh, karena sudah double karbo:ada nasi dan kentang juga dipiring saji, oh ya untuk masyarakat Turki, menu pilav atau nasi masuknya bukan menu pokok tapi kategori lauk pauk, menu pokok mereka roti, nasi cuma cemilan..(subhanalllah nyemil ko nasi:D)
Baca juga: lahmacun si pizza Turki
Tempat ini lokasinya lumayan ga begitu jauh dari apartemen kami tinggal sekarang, kadang kami jalan kaki dari rumah, tempatnya cukup nyaman untuk acara keluarga terutama  jika punya anak balita, fasilitas tempat bermain cukup tersedia, anak juga bisa main pasir dipinggir laut.

guzelyali sosial tesisleri

view restoran dr pinggir laut (smbr foto: pendik.bel.tr)

Selesai makan kami masih bisa bersantai di Taman, fasilitas ruang ibadah, ruang untuk balita, dan toilet cukup lengkap untuk menunjang kenyamanan pengunjung, biasanya warga yang datang ke Sosial tesisleri ini selain untuk bersantai bersama keluarga atau orang tercinta, ada juga yang emang datang khusus untuk mancing dilaut, biasanya  banyak pemancing juga duduk santai dipinggir laut.
Ruang publik yang disediakan dipinggir laut ini juga cukup lengkap, banyak warga yang memanfaatkan fasilitas sosial yang disedikan pemerintah lokal, makan direstoran pun cukup terjangkau.
Ditambah waktu berbuka puasa mendekati musim panas, jam berbuka semakin beranjak malam,pilihan datang ke restoran pemerintah ini cukup membuat kami nyaman tanpa tergesa-gesa diburu waktu. Makan di Mall tidak jadi pilihan kami lagi jika berniat buka puasa di luar rumah.
Umumnya Keluarga Turki  lebih senang berkumpul dirumah untuk berbuka puasa bersama sama halnya dengan keluarga muslim lainnya, berhubung kami selama ini di İstanbul hanya ada 2 keluarga suami, bisa dihitung pakai jari untuk kumpul bersama, kecuali kalau nanti bakal tinggal satu kota sama mertua, jadwal kunjungan dan makan padat merayap 🙂 sesekali berbuka puasa di luar  seperti ini jadi pilihan kami.