Sepiring Bolu pun bisa menjadi -Jalan- untuk mengenalkan kuliner İndonesia.

 
Kebetulan Malam tadi, ipar saya datang berkunjung , mereka sudah mengabari lewat suami, bahwa akan berkunjung ke rumah nanti malam. Saya yang tadinya asyik bermain dengan anak-anak di luar apartemen, langsung pulang dan beres-beres rumah, Bak-bik-buk beresin rumah yang berantakan, nge vacuum karpet, beresin mainan yang berserakan, bersihkan sofa–ya maklum ada dua balita dirumah–punya rumah rapih sepanjang waktu sepertinya tunggu mereka besar dulu, tapi menerima tamu dalam kondisi rumah yang berantakan bisa dibilang cok ayıp menurut orang Turki. Untuk urusan kebersihan dalam rumah, ibu-ibu turki menurut saya terdepan, lama -lama saya belajar dan adaftasi dengan keseharian orang Turki. Walau itu yang datang keluarga terdekat, menyambut tamu harus dengan baik dan penuh penghormatan, jangan sampai nyambut tamu cuma pakai baju daster hehe.
Suami sebelum pulang ke rumah, mampir market dahulu beli segala cemilan untuk pendamping minum cay nantinya, Selepas maghrib ipar dan dua orang kerabat datang ke rumah, sayapun sudah siap menyalakan api di kompor dan memasang caydanlik (teko khusus untuk teh turki ) lalu menyiapkan beberapa cemilan, Wafer, kacang asin, kuaci (yang sepertinya tidak pernah tertinggal dalam jamuan cay orang turki)–sepiring bolu pandan yang awalnya saya ragu untuk menyajikan nya ke tamu, tapi tetap saya hidangkan di meja, warna hijaunya menarik perhatian mereka.
Pengalaman sebelumnya, karena saya pun sebenarnya masih amatir dalam urusan per-baking-an, saya pernah membuat bolu kukus, reaksi ipar dan lainnya kurang begitu mengapresiasi, mengukus kue adalah hal yang tidak ada dalam urusan dapur mereka, kue terlalu identik dengan cara dipanggang di oven.
Saya coba tawarkan ke mereka untuk mencicipi , awalnya ragu tapi kemudian reaksi mereka berubah, pujian: ne guzel olmus keluar dari bibir mereka, sambil menikmati segelas cay dan menikmati bolu pandan, Lalu obrolan berlanjut nanya bahan kue  dan apa itu Pandan, karena di Turki tidak mengenal Pandan, mulai lah saya bercerita tentang kegunaan pandan dalam aneka hidangan Nusantara.
 
Dari hal yang tidak pernah terpikir, bisa jadi jalan mengenalkan aneka kue nusantara, ditambah bolu yang saya buat-resep saya copy dari salah satu app- takaran manis nya pas dan mereka menyukainya, sepiring bolu pun ludes mereka nikmati.
Bisa dibilang keluarga suami saya sangat sulit menerima selera yang asing, beberapa teman malah ada yang ibu mertuanya suka sekali dengan masakan indonesia, bahkan ketika si teman tidak sempat masak, sang ibu mertua yang turun tangan memasak masakan indonesia, belajar dari menantu nya–saya acungkan jempol untuk si ibu mertua idaman ini- kasus saya tentu beda, urusan menaklukan lidah keluarga suami dari awal menikah banyak yang failed- karena tidak cocok dengan lidah mereka. Terimakasih untuk bolu panda ini yang akhirnya bisa mereka nikmatin.