Sudah 2 bulan, saya dan anak-anak dirumah aja, apalagi ketika ada peraturan kalau usia 20 tahun kebawah dilarang bepergian jauh, ya praktis saya dan anak-anak mengkarantina diri dirumah. Kadang bosan juga, tapi karena kami tinggal di area pertanian, meski berita terakhir ada kasus positif covid19 di Pluto, padahal awalnya = 0 kasus Covid19, 2 manusia yang positif Covid19 ini adalah orang yang baru datang dari İstanbul alias mereka yang mudik! Manusia yang tidak patuh aturan dimana-mana banyak, termasuk di Turki, Banyak aturan dikeluarkan Pemerintah, tetap saja manusia sulit diatur dan banyak akal, bisa lolos bepergian keluar dari zona merah İstanbul. Membawa kasus Covid19 ke Pluto, syukurnya mereka masih sadar diri ga berbohong riwayat bepergiannya, langsung dikarantina Tim kesehatan Pluto.

Ok, balik lagi tentang kegiatan saya dan anak-anak selama ini. Meski ada aturan tiap akhir pekan, Pemerintah Turki melakukan Lockdown, kami di Pluto masih sering keluar gerbang komplek dan bermain di luar, biasanya ke atas bukit yang jauh dari keramaian,sepulang main biasanya anak-anak langsung saya mandikan. Sejauh ini Masih diperbolehkan, karena memang lokasinya jauh kemana-mana, kecuali mulai jumat nanti, rasanya agak was-was karena akan datang Tahanan baru ke Pluto. Semoga saja mereka semua dalam kondisi sehat.

Main di rumah petani didepan komplek ini menyenangkan, terutama buat Fatih dan Alya, bisa dicek videonya di Youtube:

main dirumah petani

link YOUTUBE: https://www.youtube.com/watch?v=VbKzUijyxlc

Rumahnya memang sederhana, tapi hewan ternaknya banyak, Anak-anak paling suka bermain di pekarang rumah petani ini, bermain dengan anak bungsunya bernama Melisa. Usianya sepantaran Fatih. Mereka memiliki hewan ternak Sapi saja ada 38 ekor yang saya hitung, Belum domba, Bebek dan ayam.

Ladang Gandum di belakang komplek saya tinggal yang dikira mirip screen saver Windows atau halaman rumah teletubies sebagian milik mereka.

ladang gandum ini milik petani tetangga komplek

Yang membuat saya kagum adalah jumlah hewan peliharaan mereka, sapi. Setelah saya hitung, mereka memiliki 38 ekor sapi. Jumlah yang luar biasa. Apalagi saat seperti ini, ekonomi jelas sangat terpengaruh karena wabah Virus corona, banyak yang kehilangan pekerjaan, Kebutuhan bahan pokok tetap meningkat, karena orang tetap butuh makan. Besarnya pengeluaran bulanan, Pasti akan terasa sekali bulan bulan kedepan.

Bersyukurlah masih ada yang mau jadi Petani

Beberapa kali saya pernah baca cerita tentang banyaknya Anak Muda di İndonesia yang mulai melirik Dunia pertanian kembali, Jadi petani di era modern. Siapa takut! Jujur saya kagum sekali dengan semangat mereka yang ingin kembali Menggarap Lahan pertanian yang dikira kurang menjanjikan. Kebutuhan bahan pokok, sayur buah dan Trend gaya hidup sehat dimasyarakat perkotaan yang kian meningkat, bisa jadi peluang usaha. Sayangnya belakangan di Turki justru banyak generasi mudanya meninggalkan Pertanian, hanya sedikit yang mau meneruskan menjadi Petani seperti si Suami yang dirumah..uppss. Besar dan didik dari Keluarga petani tapi dia kurang suka bercocok tanam. minimal bisa bertani bersama di balkon apartemen atau lahan pekarangan komplek yang sekarang banyak dimanfaatkan para penghuninya untuk menanam sayuran.

Ceritanya saya dikirimi Bibit cabe rawit dari İndonesia, saya mau nanam cabe di lahan belakang komplek seperti tetangga lain, karena malu juga sih kalau nyangkul sendiri, tetangga lainnya yang turun tangan para suaminya, tapi dasar ya si Baba. Berhubung dia punya sahabat dekat di Komplek B dan hobby sekali bercocok tanam, dia berikan bibit cabe itu ke temannya minta ditanamin, nanti kalau panen dibantu, hahah teman macam apa ini-.-‘( iya macam Babanya Fatih Alya), Si temannya sih senang aja, biar variasi sayur yang dia tanam semakin banyak, dia juga nanam cabe tapi jenis cabe yang tidak pedas, Nah sudah dijamin hasil panen cabe rawit nanti bakal diberikan ke saya semua, karena mereka sekeluarga bukan pecinta makanan pedas, hanya senang bercocok tanam. Pintar sekali kan si Baba memanfaatkan temannya-.-‘

bermain di atas bukit

Jumat sampai minggu ini, diberlakukan kembali ‘curfew’ di Turki selama 4 hari, Awal Ramadan yang berbeda, sepertinya cita-cita Ramadan tahun ini bisa tarawih di Ulu camii di Carsi pupus sudah karena wabah corona. Selagi wilayah Pluto masih belum terkontaminasi Corona–ya kecuali dua manusia yang sedang di karantina di Pusatnya Pluto sana, dan semoga mereka juga diberi kesembuhan-jaraknya 8 km dari wilayah kami sekarang.

Nanti saya upload lagi lingkungan di Pluto di akun youtube, masih terfokus ngurus kedua anak dirumah tanpa bantuan si Baba, tadinya pengen ikutan Blog challange lagi dari BPNetwork, tapi memundurkan diri. Kemarin juga baru menyelesaikan Video khusus Fatih untuk hari anak Turki, untuk 23 April ini. Tugas sekolah, besok ada tugas lagi. Pikiran bercabang:D Kata siapa dirumah aja bisa asyik rebahan-.-‘ ah sekarang disyukuri aja dulu, semuanya masih dalam kondisi sehat, kumpul bertiga. Semoga Allah selalu melindungi kita semua ya.