Dari harga Lima ribu rupiah, pihak Cina bisa menawarkan lima ratus rupiah saja? pebisnis mana yang tidak tergiur, Pekerjaan terakhir saya selalu berurusan dengan orang Cina, Pengalaman itu jadi merubah sudut pandang saya tentang Orang Cina, Berbisnis dengan Mereka memang butuh ektra kesabaran.

Dulu pekerjaan saya, cuma main Photoshop, Adobe ilustrator, Corel draw, dan rajin cek email kantor. İnternet 24 jam. Jarang ngetik di Ms Word. İya keliatannya kayak main-main aja, padahal otak rasanya mau berasap. Ke-tiga software yang familiar saya gunakan itu karena alasan tersendiri: Ai (adobe ilustrator) saya pake biasanya, karena kiriman CD Final desain dari agency di Thailand, seringnya mereka kirim file dengan format Ai. Nah untuk naik cetak, convert ke Corel, alasannya? karena Corel lebih mudah dalam pengaturan warna, antara hasil desain dengan kualitas cetakan, tidak jauh melesat. Buku panduan Warna itu wajib ada. Selama berurusan dengan kiriman file dari agency Thailand saya tidak pernah menghadapi kendala yang berarti, nah giliran mau naik cetak, apalagi dengan jumlah besar, biasanya kantor lebih milih dilakukan di Cina. Urusan sama pihak Cina ini sering membuat saya emosi, ketawa, geleng-geleng kepala, sungguh menguji kesabaran luar biasa.

Pengalaman pertama bekerja dengan Pabrik di Cina

Pekerjaan saya salah satunya ngutak-ngatik desain sebelum kirim file dengan pihak Pabrik di Cina, bersyukur kalau orang yang saya kirimi email bisa bahasa inggris, lebih membantu, tapi jika yang saya kirimi email tidak bisa bahasa inggris, saya kirim attachment file dalam bentuk JPEG, semacam infografis biar mereka lebih mudah memahami , Tipe orang Cina juga macam-macam, kadang ada yang tetap ga paham dengan kiriman File, saya sudah dengan jelas menuliskan kode warna untuk cetakan tertentu. Karena orangnya males mikir, dia langsung pakai warna sesuai yang terlihat dari screen monitor versi RGB..hasilnya ya hancur, untuk cetakan diaplikasikan dalam rumus warna CMYK dengan kode warna tersendiri-.-‘ Atasan saya sungguh sabarnya luar biasa ngadepin orang Cina. Saya sering dibuat emosi hahah padahal tinggal cetak, pembagian warna sudah saya kerjakan dari Jakarta, tinggal atur sedikit di monitor mereka. Hasil barang yang dikirimkan ke kantor Jakarta, melesat semua warnanya. Beberapa sering bertemu dengan pihak Pabrik seperti ini, tapi yang bagus juga banyak.

Photo by Geraldine Lewa on Unsplash

Etos kerja orang Cina

Ceritanya dulu, kantor dapat klien yang meminta cetak stiker khusus untuk barang promosi, dengan budget sekian. Mencoba untuk menghubungi percetakan di seputaran Jabotabek dan Bandung, hasilnya harga termurah hanya ditawarkan lima ribu rupiah, dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Dilihat dari sisi keuntungan, tentu saja tipis, kemudian atasan saya mencoba kembali kontak dengan pabrik di Cina, oh ya di Cina, ada Orang yang dijadikan agent kantor, dan ketemu pabrik di Cina yang menawarkan harga 1 stiker lima ratus rupiah, setelah sampel datang, kedua hasil cetakan: versi Percetakan Lokal dan Cina, kualitas sama. Lalu mana yang kita pilih? ya tentu saja cetakan dari Cina. Kadang ga habis pikir, beda harga bisa Rp., 4500 sendiri.

Apapun yang kita cari, mereka berusaha mencari solusi, ketika bagian desain Grafis di sebuah agency datang dengan ide out of the box dan di acc kliennya, Klien tersebut akan datang ke Perusahaan promosi untuk mewujudkan ide dari tim Grafis agency tersebut, Ga semua Desainer grafis paham urusan setting. Terkadang karena terlalu nyetrik dengan desainnya, saya tidak bisa untuk kirim File ke pabrik untuk naik produksi, dengan batasan budget klien, kualitas yang diinginkan. Apalagi kalau itu barang promosi yang akan dikirimkan ke seluruh İndonesia. Beberapa kali saya mengobrak -abrik desain dari Agency iklan, minta mereka mengganti kode warna, convert Font, beberapa selalu lupa bagian ini, pake Font terlalu futuristik,terlalu unik, tapi tidak di convert, ketika masuk monitor lain untuk di setting naik cetak, Font berubah. Karena akan lebih ribet lagi kalau hasil desain mereka tidak saya olah dulu sebelum nyampe ke Pabrik di Cina. Mereka ga mau ambil pusing. Maunya terima beres langsung naik cetak, Tugas saya membagi warna, menentukan warna sesuai Brand, jika tidak ada kesesuain, membagi elemennya lagi, sampai menemukan warna yang sesuai.

Urusan warna sepusing ngerjain tugas eksak, pernah juga mencari warna Brand yang harus sama persis, tidak boleh melesat. Apalagi Brand besar, meski warna sudah sesuai seperti yang tertulis di layar monitor dengan kode tersendiri, untuk naik cetak, memastikan kembali dengan buku panduan warna. Jadi mikir, mungkin ini gunanya lulus mata kuliah Nirmana itu penting ketika jaman kuliah dulu. Mabok ngebagi warna saja.

Barang Promosi itu seperti apa

Semisal beli es krim, beli paket makanan kemudian dapat hadiah boneka Figure macam di Mc**d, Boneka Figure harus sesuai karakter sedang budget yang ditawarkan terbatas, disitulah perjuangan nyari pabrik yang mau nyetaknya. Dan selalu Pabrik Cina yang berani ambil resiko. Atau dapat hadiah peralatan dapur yang unik,lucu-lucu, hadiah boneka, lalu ada stiker khususnya, barang promosi macam-macam, semisal tumbler, USD dengan bentuk lucu-lucu. payung,tas. Kaos, masih bisa di pabrik lokal, tapi kalau udah desainnya unik dan jumlah besar, Cina lagi solusinya. Daya saing mereka tinggi, Semakin sering berhubungan bisnis dengan Pihak mereka, lambat laun pasti bisa menemukan Partner Bisnis yang bisa diandalkan, karena tidak semua juga mengerjakan asal-asalan, Atasan saya jatuh bangun berhubungan Bisnis dengan Pihak Cina, berapa kali mengalami kerugian besar.Tapi tidak pernah membuat dia kapok. Jiwa pebisnisnya luar biasa, Selepas saya resign karena Menikah, Beliau melebarkan sayap membuka Rumah Produksi. Perempuan tangguh.

Promosi dan mengundang Buyer

Hampir setiap tahun, selalu ada undangan datang ke Kantor, Biasanya undangan event besar dari Cina. Biasanya pihak Cina akan mengundang para pebisnis diberbagai negara ke Pameran tersebut. Disana Mereka akan bertemu semua elemen seputar Bisnis Cina, Untuk menjalin kerjasama, sebagai supplier atau menjual barang dari Negara Cina. Dengan penawaran harga yang menguntungkan. Ehm hampir setiap tahun Atasan di kantor pergi dengan Tim marketing kantor untuk mengunjungi event tahunan di Cina ini.

The Problem solver.…, kadang saya bisa menjuluki mereka seperti itu, hal yang terlihat tidak mungkin dikerjakan, terkadang bisa mereka wujudkan. Untuk urusan berbisnis, saya tahu kenapa bangsa Cina bisa menguasai dunia dengan berbagai inovasi produknya. Satu sisi mereka dijuluki peniru ulung, hingga istilah baranng KW cina sudah terkenal di seluruh dunia, tapi disisi lain, keahlian mereka berinovasi dalam suatu produk juga patut diacungi jempol.

Kalau ada yang mengklaim: tidak butuh barang cina…,percayalah itu sulit sekali terwujud, saya teringat dengan percakapan Nirma dalam film Chopstik (produksi Netflix) Dimana Nirma sebagai karakter utama digambarkan sebagai sosok translater bahasa Mandarin di Mumbai. Ketika temannya bertanya, kenapa Nirma belajar bahasa Mandarin: Karena Negara Cina akan semakin menguasai Pasar Dunia. Mereka negara terbesar di dunia, pasti pengaruhnya akan masuk ke semua negara, saya ambil peluang itu. Belajar bahasa mandarin dan keahliannya banyak dibutuhkan Orang yang akan berbisnis dengan Cina..ehmm