Selasa 18 Februari 2020, pagi-pagi setelah membuatkan sarapan untuk Fatih, menyiapkan bekal snacknya untuk di sekolah. Kemudian Fatih dan Babanya berangkat untuk sekolah dan baba juga berangkat kerja, Tidak lama Alya bangun dan bergabung duduk di ruang tamu, dia minta nonton kartun dan saya baru ada sedikit waktu buka HP, cek instagram, pas banget buka akun salah satu aktor tanah air yang menulis kabar duka cita, cek Feed Berita tentang wafatnya suami BCL memenuhi sosial media.

Kematian mendadak di usia 40 tahun, saya buka juga twitter dan cek tagar. Sempat juga buka chanel youtube dan menonton prosesi keberangkatan Jenazah ke San diego hills , karawang. Situasi padat sekali, banyak awak media terlihat rebutan untuk mencari posisi merekam keluarga Almarhum, dan yang sangat mengejutkan, diantara suara-suara para awak media yang terekam, ada yang melontarkan kata-kata kurang pantas ke İstri Almarhum, BCL: Janda baru. Komen bernada hujatan pun memenuhi akun youtube tersebut, karena suaranya terdengar sangat jelas. Suasana sedang berduka, tidak ada empati dan etika sekali dari mulut nyinyir wartawan gosip.

Jika ditinggal pasangan secara mendadak

Siapa yang mengira akan ditinggal Pergi pasangannya mendadak seperti itu dan siapa yang mau? Meski pekerjaannya mencari berita, punya etika lah sedikit terhadap seorang istri yang sedang berduka. Jadinya saya rada kesal pas buka akun youtube tersebut. Lalu beralih ke twitter, tagar tentang NOAH putera semata wayang BCL dan suaminya, wajah anak laki-laki 9 tahun yang berusaha tegar menerima kenyataan kalau Daddy kesayangannya wafat. Wajah seorang İbu yang juga menahan kesedihan berusaha menenangkan puteranya, saya yang memang mudah sekali berkaca-kaca melihat adegan di drama keluarga, tak kuasa menahan air mata. Duh kenapa jadi ikut terbawa emosi semudah itu-.-‘ apa karena saya membayangkan diri di posisi BCL, ditinggalkan suami secepat itu, Mimpi, buruk yang nyata--ujar BCL yang dia sampaikan ke rekannya sesama penyanyi Andien.

Bagaimana firasat kematian datang

Pulang kerja, Suami terheran-heran dengan mata sembab saya, dia bertanya-tanya terus ‘‘iyi misin? –Ne oldu?” dia kuatir saya bersedih tapi tidak tahu penyebabnya, saya berusaha mengalihkan pembicaraan, kalau dia tau saya menangis hanya karena membuka sosial media, mendapat kabar duka cita selebritis İndonesia, yang kenal pribadi juga tidak. Paling responnya ”Allah Allah ..kirain apaan”. Ya sudahlah emang bawaan saya seperti ini, mudah sekali mengeluarkan air mata dengan kisah-kisah yang mengharukan atau sedih.

Hikmah yang jelas sekali saya dapat dari membaca berita duka kepergian suami BCL, adalah WAKTU. waktu yang berharga dengan orang-orang yang kita sayangi, karena tidak tahu esok akan apa yang terjadi. Suaminya terlihat sehat masih sempat becanda dengan istrinya sebelum kemudian ajal menjemput. Kita tidak akan pernah tahu waktu perpisahan di Dunia, bisa datang kapan saja. Syok udah pasti, seakan tidak percaya! Kehilangan yang sangat besar itu adalah perpisahan oleh kematian dengan orang yang kita sayangi, karena dia tidak akan kembali ke dunia. Pergi menuju keabadian. Kehilangan Harta, Tahta, masih bisa kita usahakan lagi. Tapi seseorang yang berarti dan terpisahkan oleh maut? Kehilangan terbesar di dunia, meski katanya itu hanya perpisahan sementara, kita akan menyusul juga nantinya.

Dalam pernikahan modal cinta saja tidak cukup

waktu berharga dengan pasangan hidup jangan dsia-siakan. foto:dok pribadi.

Saya pernah merasakan kehilangan mendadak, rasanya benar-benar syok. Air mata tidak terbendung, sementara saya berada jauh di tanah rantau, Hanya Doa, doa yang bisa saya ucapkan.

https://keluargapanda.com/kesedihan-kematian-keponakan-karena-diserang-tawon/

Membicarakan tentang kematian dengan pasangan?

Saya sering berdiskusi tentang ini sama suami, mengerikan? engga juga. karena nantinya juga pasti datang. Rencana-rencana masa depan. Seperti kedekatan suami sebagai Baba dengan Fatih itu luar biasa, mengekpresikan rasa sayang antara Ayah dan anak laki-laki, membiasakan pelukan, ciuman dan ungkapan sayang. Pulang sekolah jika Babanya sedang libur orang yang pertama dia cari, untuk memeluk dan menciumnya adalah Babanya. Melihat kedekatan Suami BCL, Ashraf Alm. dengan puteranya Noah, seperti itu juga saya melihat kedekatan Suami dengan anak laki-lakinya. Pernah saya tanya ” apa kamu ga berlebihan mengekpresikan kasih sayang seperti itu?” jawab dia. ” kenapa tidak!”’. ” saya sedang mendidik anak laki-laki penuh kasih sayang dan tanggung jawab. karena kelak dia yang akan menggantikan posisi saya di rumah, jika saya Wafat duluan, Kamu masih ada anak laki-laki yang akan menjaga’. Jleb. Kata-kata suami seperti itu membuat saya berpikir tentang masa itu yang akan datang, meski saat ini, jujur saja membayangkan saja belum sanggup.

Ketika sedang di titik terendah pernikahan, apa yang harus dilakukan?

Sebenarnya tidak ada resep ajaib untuk menjalani Rumah tangga Bahagia.

Semua berproses, menjalani dan menikmati segala proses adaftasi dua karakter manusia yang dipersatukan ikatan suci pernikahan dalam satu atap. Saling mengenal satu sama lain kemudian melengkapi kekurangan dan kelebihan pasangannya. Tapi kalau ditanya, apa saya bahagia Menikah ? İnsha Allah meski kehidupan pasang surut, saya bahagia mendampingi dia.Keputusan yang tidak saya sesali. Selagi masih ada waktu tersisa hidup bersama dengannya, setiap detik apapun itu saya syukuri keberadaannya. Karena saya tidak tahu esok apakah dia atau saya yang pergi dahulu dijemput ajal. Berharap dipersatukan kembali kelak di Jannah-Nya, itu pasti, untaian doa yang selalu saya selipkan disetiap sujud. Waktu yang tersisa sekarang saya dan dia,menjadikan kesempatan untuk terus memperbaiki diri, menjadi orang baik dan bermanfaat. İtu saja. Semoga BCl diberi kekuatan menjalani hari hari kedepannya, saya tahu pasti tidak mudah bagi dia ketika separuh jiwanya pergi begitu cepat. Dan untuk kita yang masih bersama dengan pasangan hidup, semoga jadi renungan terbaik tentang Cinta, kebersamaan, karena ada gilirannya saya atau teman teman semua merasakan posisi yang sama dengan BCL, dipisahkan oleh maut.