11 September 2019, Sosok Baharudin Jusuf Habibie Menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Jakarta di usia 83 tahun. Lelaki ini tersenyum dihembusan terakhir nafasnya, menyusul pasangan jiwanya sembilan tahun silam, yang berpulang terlebih dahulu, İbu Ainun.

Banyak hal tentang sosok Pak Habibie memberi inspirasi, dibalik kecerdasan intelektualnya, semua rakyat İndonesia mengagumi, dan berharap anak keturunan mereka bisa seperti Pak Habibie, Di masa sekolah, tolak ukur kecerdasan anak İndonesia selalu berpatokan ke Pak habibie, dulu ada istilah: otak habibie. Kalau ada teman yang pintar bisa menjawab soal sulit seperti mata pelajaran Matematika atau Fisika.

Kisah Cinta pak Habibie menjadi İnspirasi

Saya juga menjadi salah satu orang İndonesia dari jutaan yang mengagumi Beliau, apapun tentang pak Habibie selalu membuat rasa bangga sebagai orang İndonesia, Prestasinya diakui Dunia. Dan sebagai sosok perempuan dan İstri, berharap memiliki suami yang penuh cinta sepanjang masa, yang memisahkan hanya tutup usia, layaknya pak Habibie.

Aku tidak pernah berjanji untuk sebuah ‘perasaan’ Tapi aku berjanji untuk sebuah ‘kesetiaan’ –B.J. Habibie

Kata-kata beliau selalu penuh makna dan dalam, menjaga cinta dan setianya untuk ibu Ainun, Wanita yang dia Nikahi tahun 1962, dan berpisah 22 Mei 2010, Hampir setengah abad mereka bersatu dalam Rumah tangga yang harmonis dan menjadi panutan.

Mencintai bukan dengan menemukan seseorang yang sempurna, tapi dengan melihat seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna –B.J. Habibie

Kalimat yang begitu dalam saya baca, menuntut kesempurnaan akan pasangan tidak akan menjadikan hubungan lebih baik, menerima segala kekurangannya, mensyukuri apa yang menjadi kelebihannya, mendampingi dikala suka maupun duka, sepertinya bermain kata saja memang mudah, menjalaninya penuh pengorbanan dan perjuangan, tapi tidak ada yang tidak mungkin selama kita kuat berpegang teguh dengan komitmen Pernikahan, mengingat kembali janji suci di awal pernikahan.

Cara termudah untuk bahagia adalah dengan mensyukuri apa yang kamu punya, dan tidak membandingkan dengan orang lain–Buku pesawat Habibie—

Kalimat sederhana, Selalu bersyukur untuk apa yang kita punya, Cara termudah untuk tetap bahagia, dan sosok Pak Habibie benar-benar menerapkan dalam kehidupan rumah tangganya. Mampukah kita mengikuti resep sederhana ini? Menurunkan Ego, amarah, dan meminimalisir keluh kesah terhadap pasangan, tanpa memperbandingkan sosok pasangan karena kurangnya dia.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan senantiasa mendoakannya, walaupun dia tidak berada disisi kita-B.J Habibie

Ada pertemuan dan pasti akan ada perpisahan, seberapa besarnya rasa cinta terhadap pasangan, perasaan akan kehilangan suatu saat akan datang juga ke kita, ketika dia tutup usia, Bagaimana, siapkah kita? Saya masih sulit membayangkannya, tapi masa itu pasti akan tiba, dia atau saya yang terlebih dahulu meninggalkan dunia. Berdoa hanya perpisahan sementara di dunia dan berharap dipersatukan kembali di dimensi lain. di Surga-Nya.

Jangan menyia-nyiakan waktu, ketika masih diberi kesempatan untuk hidup bersama, menjaga cinta, memupuknya agar tetap bertahan dikala badai kehidupan datang, bisa tetap kokoh berdiri. Saling jaga saling topang. Terimakasih Pak Habibie, sosok mu selalu penuh İnspirasi.

Selamat jalan, selamat bertemu kembali dengan belahan jiwamu di Dimensi sana, Bahagia lah selalu, Semoga Engkau diberi tempat terbaik disisi-Nya, menjadi golongan Umat yang diCintai Rosululloh. Amal jariyah mu di Dunia terus mengalir, mendampingi Kebahagian di Alam sana. Selamat Jalan…..,