Kemarin, seperti biasa setiap jam sarapan sambil menyalakan TV di ruang tamu, suami selalu saja mencari channel ATV untuk menonton tayangan talkshow harian Mugeanli, semacam tayangan investigasi kasus yang dibawakan secara santai. Kebanyakan kasus kriminal yang belum terpecahkan, penipuan, orang hilang, pembunuhan, dengan mendatangkan narasumber saksi-saksi dalam kasus tersebut, biasanya saksi yang dihadirkan orang terdekat korban, lalu ada satu pengacara kondang yang saya ibaratkan Hotman Paris versi Turki, lawyer dengan dandanan selalu necis. Yup memulai hari dengan tontonan ‘suram’ hahaha kebiasaan suami-.-‘

Kasus Hutang piutang

Sebenarnya saya jarang fokus nonton, sibuk makan, dan dengerin orang debat di TV, suram banget dah pagi-pagi cari hiburannya. Tapi kuping tetap dipasang hitung hitung membiasakan mendengar percakapan bahasa Turki. Nah kemarin kasus hilangnya sepasang suami istri akhirnya terungkap, awalnya kurang tertarik. Tapi ketika menyaksikan penemuan mayat korban dan alasan pembunuhannya? hanya perkara uang 2000 lira (dengan kurs Turki sekarang sekitar 3.5 juta rupiah) dia dengan gelap mata membunuh kakak perempuannya beserta suami. Mayatnya dibuang diselokan yang tidak terpakai terus ditutupi semak-semak dan batu batuan, ditengah ladang. Jarak dari rumah korban 1.5 km. Mereka dilaporkan hilang selama 16 hari, kerabat terdekat diundang di acara talkshow TV terkenal ini, presenternya Muge anli mencecar adik korban, dari gesture tubuhnya memang terlihat seperti menyembunyikan sesuatu, dia tidak berani langsung menatap presenternya. Pelakunya ini pria tua, mereka semua sudah berusia senja. Suami istri. Hanya karena uang 3.5 juta rupiah yang ditagih, nyawa kakaknya sendiri melayang. Ya mungkin dari proses sebelum kejadian, mereka ribut terlebih dahulu, entahlah.

talkshow mugeanli: sedang bahas penemuan jenazah suami istri yang dibunuh perkara uang

Belum lama kasus menggemparkan juga terjadi di İndonesia, seorang Guru ngaji dibunuh tetangganya sendiri karena menagih hutang 1 juta. Tinggal buka kolom pencarian Google, kasus pembunuhan karena hutang sering sekali terjadi. Banyak yang gelap mata karena hutang.

Saya berkali-kali sering membaca status sindirin terutama di FB, menyindir orang yang memiliki hutang, tidak jauh-jauh. Kakak saya sendiri mengalaminya, menagih hutang berkali-kali tidak direspon, malah di Block pertemanan, lalu satu ketika tidak sengaja mendapat kabar kalau si Penghutang yang selalu alasan ‘belum ada uang untuk bayar’ malah sedang senang senang belanja di Mall, Ada benarnya juga ya: Yang ditagih hutang lebih kejam dari yang memberi hutang, padahal nagih hak nya. Malah serasa yang memberi hutang, mengemis.

Saya takut berhutang

Saya ingat sekali masa-masa ngekost dulu, karena ada keperluan mendesak. Tapi tetap ga berani berhutang, teman dekat di kost yang sudah saya anggap seperti Kakak sendiri, hanya membaca gerak gerik saya berujung interogasi.Awalnya tetap ga mau ngaku, berujung dia maksa memberi hutangan. Waktu itu kepepet sekali, langsung ketika gaji sudah ditransfer, saya bayar tunai ke teman kost ini, meski dia bilang, ”santai aja, bayar kapan-kapan’‘. Tapi yang ada saya kesulitan tidur karena inget hutang.

Begitu juga suami, pernah kan dimarahi habis-habisan karena perkara meminjam 10 lira ke tetangga bawah untuk bayar kurir. Waktu itu ga ada uang kecil sama sekali, sedang harus jaga bayi dan Fatih di rumah. Babanya kerja. Tetangga bawah ga keberatan sama sekali, namanya kepepet. Tapi beda dengan suami, ampun baru kali itu dimarahi karena berani ngutang! Uang dirumah yang ditinggali simpanan dollar untuk mudik, sama sekali tidak ada uang lira pecahan kecil. kata dia, ”kenapa kamu ga tuker dulu uangnya buat bayar kargo”, astaga mbambang kelamaan-.-‘ yang ada orang kargo nya nungguin, mana penukaran uang juga jauh. Duh ga mikir banget sebelum ngomelin. Langsung saat itu juga dia ketuk pintu tetangga bawah sambil meminta maaf karena istrinya minjem duit 10 lira. Sejak kejadian itu diwanti-wanti jangan sama sekali berani berhutang. Perkara dapat siraman rohani sehari semalam .

Saya dan suami, ngeri aja karena banyak kejadian perkara harta, hubungan kekerabatan jadi renggang, saya belum melihat di keluarga İndonesia, ehm tapi di keluarga Turki..ya, ada. Jadi mungkin dia melindungi saya untuk ga berurusan dengan hutan piutang takut merembet keperpecahan. Duh apalagi keingetan kasus di Mugeanli, ditambah orang Turki terkenal ‘gampang naik darah uppss” nyawa dibayar nyawa jadi perkara umum disini-.-‘ cekcok keluarga sampai mendiamkan bertahun-tahun, wah jangan kaget! di İndonesia, semarah apapun dengan keluarga sendiri, biasa kalau hari raya saling maaf maafan, di Turki, meski bilang: Hakkini helal et…ungkapan minta maaf, tapi belum tentu hubungan bisa balik normal lagi.

Mendiamkan, tidak bertegur sapa. Saya pernah protes ke Kakak ipar, ”kenapa sih, pada keras kepala!!” gara-gara saya dengar cerita tentang satu kerabat yang tidak mau bertegur sapa dengan dia. Si İpar cuma senyum ” ya gitu deh orang Turki, kalau udah ngambekan, emang orang İndonesia kalau marahan sama saudaranya berapa lama?” . ”Ga lama-lama, kalau lebaran biasanya udah akur lagi. Soalnya dosa, marahan lama” sindir saya. ” iya sih dosa, tapi ga tau deh orang Turki ego-nya rata rata gede” Nah tuh tahu.

Perasaan yang punya hutang?

Balik lagi bahas hutang, kadang saya penasaran sama orang yang berhutang, kenapa sih selalu nunda nunda? malah menyerang balik si pemberi hutang, dengan ungkapan sebaliknya: Perhitungan, pelit, ga sabaran?? Karena hutangnya ditanyain terus. Padahal kalau dibalik, coba deh ambil positifnya, si penagih justru menolong kalian dari panas api neraka, dari pribadi yang buruk masuk golongan orang Dzalim, sesuai sabda Nabi: Dari Abu Hurairah R.A Rosululloh Bersabda: Menunda-nunda pembayaran hutang bagi orang yang mampu adalah suatu ke dzaliman (H:R al bukhari) kan jadi ingat perkara kakak saya nagih hutang, dan si teman yang dihutangi ngaku belum ada uang, tapi ketahuan belanja di Mall, Dzalim juga kan itu. ”sesungguhnya seseorang yang (Biasa) berhutang, jika dia berbicara dia berdusta, maka jika dia berjanji menginkainya (H.R Bukhari-muslim) catat ya: yang BİASA. Mungkin tidak golongan orang yang kepepet buat makan, tapi karena menginginkan sesuatu yang lebih diluar kemampuan finansialnya. Cuma gaya hidup agar terlihat orang berpunya. Giliran ditagih ngeles kayak bajay, licin kayak belut. Sudah sering juga saya baca cuitan twitter tentang nasip orang yang dihutangi ketika menagih dan yang ditagih galaknya ampun-ampunan. Seperti ga inget mati aja, perkara hutang bisa menjadi penghalang mereka sendiri ketika azal tiba. Pada ga takut mati karena terlalu diperbudak dunia. Duh saya jadi inget masih punya hutang juga, Hutang puasa:D bayar ah.