Punya anak atau tidak sekarang tidak menjadi prioritas utama dalam pernikahan di Turki, terutama untuk generasi barunya. Mengutip dari sumber Dailysabah.cm . 35 % Pasangan suami istri tidak berencana untuk menjadi orang tua, 60% berencana memiliki anak satu atau dua saja. Ya maksimal dua, meski pemerintahnya gencar mengkampanyekan anak tiga, lalu diembel-embeli tunjangan kelahiran untuk anak dari anak pertama sampai ketiga saja sesuai program.

Saya tanya suami bagaimana pendapatnya melihat angka survey yang dilakukan OKcupid di Dailysabah (salah satu portal berita nasional Turki) Dan dengan jelas dia bilang: OK aja, kita realistis, katanya. ” kamu lihat sendiri bagaimana kondisi ekonomi negara ini sekarang? İnflasi tinggi, biaya hidup tinggi?- Kebutuhan anak? memang biaya sekolah gratis, tidak ada SPP, tapi diluar itu setiap orangtua menyekolahkan anak, harus keluar berapa ribu lira untuk beli peralatan penunjang anak belajar.

Baca

Punya anak capek?

Menikah kemudaan

6 cara terbaik membatasi anak İnternet

my first Born: Fatih

Ehm padahal di ‘luar sana’ banyak yang memuji bagaimana negara ini dijalankan ya…,sampai ada yang pede banget buat konten kalau di Turki semua serba gratis--aih sungguh fitnah yang indah,seandainya bisa jadi nyata…:D” Biaya kesehatan gratis loh di Turki? ehm disini yang Gratis itu karena tertib bayar BPJS-versi Turkinya ya, Serupa tapi tak sama: SGK. Untuk para pekerja biayanya dipotong langsung dari gaji masing-masing.Baik pekerja swasta maupun pegawai publik, untuk wiraswasta bisa mengajukan SGK atau pilih asuransi swasta yang cocok. Kalau ga pake asuransi, terus terang biaya berobat mahal, apalagi untuk perawatan gigi.

di Turki : maksimal 3 anak, ideal satu atau dua

Lalu kenapa fenomena orang Turki semakin engga memiliki anak banyak terjadi?

Faktor utama tetap saja berkaitan dengan Ekonomi. survey juga mengungkap 94 % Banyak yang menginginkan untuk pekerjaan domestik rumah tangga dibagi rata antara suami dan İstri, 81 % mengatakan mulai tidak percaya lagi streotipe gender jika laki-laki sebagai pencari nafkah. Ditambah angka KDRT di Turki juga masih cukup tinggi, kesadaran perempuan untuk mandiri semakin besar.

Hampir semua pasangan muda yang saya kenal, terutama penduduk lokal Turki itu sendiri, kebanyakan memiliki dua anak saja, dan maksimal tiga, saya melihatnya di lingkungan komplek tinggal sekarang. Kebetulan ada tetangga yang berbeda satu orang: sedang hamil anak ke-empat. Kontan menjadi buah bibir warga komplek. AJaib kan, era sekarang punya anak banyak dianggap aneh. Dan karena alasan anak tidak lagi jadi prioritas utama untuk menikah, Mereka (orang Turki) tidak begitu kepo-bertanya, tentang, kapan punya anak, kapan nambah anak (lagi)? Karena itu masuk ranah privasy, nah ini berlaku juga ya buat follower Keluargapanda, terutama jika ada DM masuk, pertanyaaan kapan rencana anak ke-tiga? terutama suami, dia risih sekali jika ditanya perihal anak, ”kok ngurusin banget?”–hahah ga tau aja gimana orang İndonesia:)