Hidup ga neko-neko, selalu dikelilingi orang baik, Kalau mau menghitung berapa banyak nikmat yang sudah diberi-Nya, tak terhitung! Hidup itu menurut saya hanya seputar memutuskan untuk memilih! memilih dengan konsekuensi yang juga harus dihadapi, Seperti saya? melepas karir, jauh dari keluarga, ga bisa mudik tiap tahun, hidup ga begitu banyak ambisi. Ga punya prestasi menonjol, semacam: eh udah ngeluarin buku! ga bisa majang prestasi di Blog buat narik klien, kerjasama. Karena Blogger berprestasi, biasa banget heheh.

Pekerjaan suami juga ga keren-keren amat, yang bisa bantu mamerin barang mewah karena hidup di luar negeri. Ya apalah, Melihat keatas, keren lah si itu: Punya penghasilan sendiri, hobby majang-majang status di sosial media, istri harus mandiri, punya penghasilan sendiri, ya..ya, Dan hidup si slow ini grafik prestasinya selama tinggal di Turki, belum kesampaian keliling Turki, contoh nyata!

Tapi saya selalu percaya, Selalu dikeliling orang-orang baik, jika kita juga selalu berusaha berbuat baik, ya imbas dari suami baik, dia baik dalam artian orangnya supel, berkawan dengan siapa aja ringan tangan, contoh lagi, seperti bahas privilege– ah bener ga ini–jenisnya. Ketika tetangga komplek pada rajin berkebun selama pandemi corona, dan suami saya malas kalau ikutan berkebun (katanya ngapain, tinggal ke koy aja, isi kebon anne banyak–apakah ini privilege??) Lalu dia juga di tempat kerja, punya sahabat dekat yang rajin sekali berkebun, bahkan kebun sayurnya yang paling komplit dan luas dibelakang gedung, hasilnya adalah, setiap panen sayur, anaknya yang besar namanya juga Fatih, akan mengantarkan hasil panen-nya kerumah kami.

Tere otu bisa jadi pengganti kangkung-buat sayur tumisan

Seperti dua hari lalu, saya dikirimi Tere otu dan Kıvırcık (selada ) seplastik besar dari kebun teman suami. Musim gugur tahun lalu seplastik besar bawang bombay sampai bingung menghabiskannya dan berakhir tumbuh tunas semua:D, Kadang daun bawang. Oh ya jangan lupa, saya juga sudah menitipkan bibit cabe dari İndonesia, minta ditanami dikebunnya, nanti panen biar suami tinggal metik--what!!! teman macam apa kami ini!

Saya kadang merasa, : Selalu ada ‘orang-orang’ yang menjaga, kalau dikata punya teman ala-ala anak Geng sekolahn, engga juga, Nah jadi keingetan masa-masa jomlo–ga punya pacar, bukan berarti ga punya teman cowok yang bisa direpotin, sampai akhirnya memutuskan ngapain pacaran, kalau punya teman cowok banyak.Upps. Semasa kuliah ya gitu, ada teman yang rajin direpotin, ga cuma satu tapi ada beberapa, ya karena satu kelas dijurusan saya waktu kuliah banyakan cowok:D Zaman kerja ya gitu juga, selalu menemukan orang-orang tersebut.

Sekarang, ketika sudah menikah, ada kakak-kakak ipar-yang juga selalu saya ‘repotkan’, ya bayangkan saja, awal pindah ke İstanbul, isi rumah yang repot ngurus, masang-masang barang, kakak ipar, kita cuma duduk manis..LOL, pindah dari İstanbul, Beliau lagi yang beberes sampai nganterin.

Pindah ke Pluto, ada kakak ipar yang lain, yang diberi tongkat estafet ngurusin rumah kita sebelum kami tempati. Kok saya enak banget perasaaan?? Benarkah. Eh apa karena slow dan ga pernah ambil pusing. Percaya atau engga-hampir 9 tahun menikah, suami yang mencuci baju, damn! istri macam apa? ya macam saya. Apa ini Privilege-juga?

Lagi-lagi menurut saya hidup itu tentang memilih dan memutuskan saja, Kekuatan terbesar saya menjalani hidup kayak ga punya masalah berat—jalani, hadapi, atasi sebisanya, sisanya tinggal ketuk pintu langit. Masalah rezeki, rutinkan sujudmu di waktu Dhuha–jangan pernah absen selain karena tamu bulanan-ya kalau cewek-atau mendadak harus ke rumah sakit pagi-pagi buta. Mungkin saja, cara saya selama ini mendapat Privilige hidup kayak gitu-yang konon katanya di ibaratkan –titik nol–meski startnya beda-beda. Dikeliling orang-orang baik selama ini– masuknya privilege?? saya kan ga repot nyiram pohon cabe, tapi tinggal metik dan yang metikin juga kalau ga si teman suami atau nyuruh suami, terima beres tinggal buat sambal. Ya kenapa repot-repot berkebun kalau ada orang yang hobby berkebun dan hasilnya selalu dikirim kerumah, saking bingungnya buat ngabisin sayur sendiri. Alhamdulilah..panjang umur lah buat teman-teman suami yang baik. Eh privilege sama keberuntungan apa bedanya? sama atau ada padanan kata lain… teman-teman bagaimana?