Categories
Family

Anak sekolah, fase terbaru sebagai orangtua.

Tahun ini, anak pertama saya. Fatih per-september 2018, Dia masuk TK di usia 5 tahun, Di Turki tahun ajaran baru biasa dimulai bulan september, Anak mulai sekolah adalah fase terbaru tugas saya sebagai orangtua mendampingi pendidikannya, langkah pertama TK 1 tahun Lalu sekolah dasar 4 tahun, SMP 4 tahun, SMA 4 tahun, ini sistem jenjang pendidikan di Turki.
Awalnya saya dan suami mendaftarkannya untuk masuk TK pemerintah di mahalle kami, daftar di hari ke-2 pembukaan, ternyata kuota kursi di TK pemerintah ini dibatasi, lingkungan padat dan ruang sekolah yang belum memadai menjadi alasan dibuatnya sistem kura (undian).
Pihak sekolah mengadakan sistem Undi. Sebulan kemudian para calon wali murid dikumpulkan di  hall komplek sekolah.  Nama-nama yang keluar berhak daftar ulang, kuota sekolah 125 murid, sayangnya nama anak kami berada di nomer undian terakhir. Sistem ini hanya diadakan di mahalle kami, tanya ke beberapa teman yang tinggal di belediye lain, anak mereka bisa dengan mudah masuk TK pemerintah tanpa ada sistem undian.
Faktor lingkungan yang padat, ruang kelas yang belum ada penambahan, ditambah ada kursi prioritas. Kami juga bersaing dengan warga pendatang lainnya seperti orang suriah yang bisa daftar mudah di sekolah pemerintah Turki.Karena sistem per-zona, saya tidak bisa mendaftarkan fatih di Tk pemerintah lain walau dekat dari rumah.
Pilihan TK pemerintah tentu saja dari segi biaya lebih ringan, perbulan SPP hanya sekitar 80-100 lira, sedang pilihan masuk TK swasta di İstanbul terkenal dengan kisaran biaya yang mahal, kami berusaha mencari TK sesuai budget. Lebih dari 1000 lira SPP  Give up! Menyesuaikan dengan salary babanya sebagai pegawai pemerintah saja.

Survey sekolah sesuai impian

Deretan sekolah bagus tentu saja banyak di İstanbul, TK internasional tinggal pilih sesuai budget yang extrakulikulernya berkuda gitu ya pasti ada juga, tapi ber-gaya-lah sesuai kemampuan juga.
Anak campuran bukan berarti semua  ayahnya jutawan hehe. Jangan ukur dengan standar ‘bule’ yang sliweran di layar kaca.
Dulu, saya sering bilang ke suami, kalau saya berharap Fatih sekolah TK mirip seperti di İndonesia, semacam Paud atau TK islami, saya mau Fatih juga mendapatkan pendidikan dasar agama. Tk pemerintah di Turki ya tidak menjamin. Hanya bermain dan pengenalan pendidikan umum saja.
Dan sepertinya gagalnya fatih masuk TK pemerintah ‘sudah’ diatur Allah SWT. Keinginan saya terkabul, karena jujur saja saya  lebih menginginkan Anak masuk TK yang memiliki metode pendidikan agama dasar.
kami mendaftarkan Fatih di TK swasta yang memberikan materi agama dasar (semacam mengenalkan bacaan doa-doa, gerakan sholat, akhlak) Yang bahagia pertamakali tentu saja saya 🙂 kedua baru baba, karena sesuai bujet yang kami sanggupi, sekolah dengan metode montessori dan masih terjangkau dengan bujet kami.

anak sekolah
anak sekolah

Jam sekolah di mulai dari jam 10 pagi dan pulang jam 4 sore, makan siang disediakan sekolah, awalnya saya ragu apakah dia mau makan disekolah, terutama karena semua menu masakan Turki ? dirumah saya sering mengkombinasikan menu turki maupun indonesia, ternyata anaknya mudah beradaftasi, karena lingkungan dan teman teman baru, suasana makan bersama, Fatih bisa lahap makan disekolah tanpa kendala.

Perbedaan baca huruf hijaiyah di Turki

Kendala yang saya hadapi ketika Fatih mulai sekolah dan mendapatkan tugas mingguannya, Sebuah buku berwarna pengenalan huruf hijaiyah dengan cara baca ‘sesuai lidah Turki’
Pernah nonton drama Elif yang sempat populer di indonesia?
Elif itu ucapan  yang sama dengan kata Aalif.
Jadi ketika belajar baca huruf hijaiyah: Alif ba tha (versi internasional pun umumnya mengucap alif ba tha, silahkan cek video youtube) di Turki pengucapannya: A menjadi E semua: Elif be te….
Fatih yang dari awal saya ajarkan İqro, metode belajar huruf hijaiyah menjadi ‘bingung’ dengan perbedaan cara baca yang diajarkan gurunya.
Asmaul husna dibaca esmaul husna, semua awalan Al menjadi El, mungkin saya masih kurang ilmu, harus banyak bertanya lagi tentang perbedaan cara baca orang Turki.
Jadi ingat awal datang di Turki, nama Rahma tiba tiba ada yang manggil Rahime:)

Grup Orangtua di WA

İni dunia baru, beberapa teman yang kebetulan anaknya bersekolah di usia yang berdekatan dengan Fatih, banyak bercerita tentang aktivitas wali murid yang tergabung di grup WA sekolah, anggota grup yang di dominasi ibu-ibu. Lucunya selain seputar anak dan sekolah, ibu ibu ini sangat kreatif untuk mengorganisasi acara kumpul, potluck, tea time dsb, urusan ga jauh dari acara makan dan makan, saling menunjukan keahlian memasak dan membawa hasil masakannya. Wah.
Jadi ingat dengan postingan saya sebelumnya, bisa di baca :ibu ibu berbadan besar di Turki
Seperti kata seorang teman, mustahil ibu ibu ini ngajak nge cay (minum teh) tanpa pendamping cemilan, sekelas baklava, borek atau roti simitlah minimal, cemilan serba mengenyangkan.
Tugas sebagai orangtua mendampingi pendidikan anak di luar rumah (sekolah) baru saya mulai, kesiapan anak masuk dunia sekolah jadi kunci penting. Fatih yang memang sudah menyatakan diri ingin bersekolah.
kami tidak mencoba menyekolahkannya di usia kurang dari 5 tahun. Beberapa teman nya masih saja menangis didepan gerbang sekolah, harus dibujuk ibunya maupun guru terlebih dahulu, Fatih begitu datang ke sekolah, dihari pertama  dia sudah bisa beradaftasi tanpa drama sedikitpun. Saya bisa ringan melangkah meninggalkannya disekolah dan menjemputnya sore hari, dan yang paling utama, adiknya bisa tidur siang dengan nyenyak tanpa gangguan kakaknya disiang hari:)
 

4 replies on “Anak sekolah, fase terbaru sebagai orangtua.”

Apa tindakan anda sbg org tua pd saat anak bingung dgn cara baca iqro versi indonesia dgn versi turki ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *