Kalau ditanya bagaimana cara berdamai dengan masa lalu? emang saya pernah perang? ehm maksudnya dengan masa lalu yang kelam, buruk, menyakitkan? Ya move on dong, tapi bagaimana cara terbaik dari yang baik? Banyak, berhubung saya bukan juga motivator, sebagai Blogger yang lebih suka makan pedas manis ketimbang asam garam, saya mau berbagi tips semoga berguna.

Kita yang sekarang adalah hasil tempaan kita di masalalu, siapa kita sekarang, menjadi lebih kuat, sukses, bahagia setelah banyak melalui proses kepahitan di masa lalu. Sesekali tengok masalalu sebagai pengingat saja.

Hadapi

Saya juga punya kok mantan, eh ngaku-ngaku heheh, tapi apa komunikasi putus begitu saja? engga juga. Kita tetap berteman baik seperti teman yang lainnya, saya tidak pernah menyesal pernah mengenal sosok tersebut. Dia adalah masa lalu, Suami adalah sekarang dan masa depan. Semua balik lagi ke diri sendiri, dan hati itu mudah dibolak-balikan, kita bisa ga mengendalikannya, bahasa anak zaman now: baperan

Memaafkan

Pernah disakiti, dibuat kecewa oleh orang yang kita percayai? iya saya juga pernah, oleh sahabat sendiri juga pernah, kecewa? ya wajar saja. Menenangkan diri, menjaga jarak sementara, kemudian merenungi untuk sampai kapan bertahan, mungkin hubungan hangat tidak bisa kembali seperti awal kenal, tapi silaturahmi tetap terjaga meski tidak sedekat dulu, Memaafkan saja, tapi memang kadang sulit melupakan. Kedepannya bisa berhati-hati. Karena masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan?

When you Forgive, You in No way Change the past, but you sure change The Future-bernhard Meltzer

Bertekad tidak mengulang hal yang sama

Saya pernah kecewa dengan orangtua saya, masih terekam berbagai luapan emosi, omelan. Karena karakter Bapak saya keras, ada sedikit luka batin menghadapi orang dengan tempramen keras, lalu saya bertekad dalam hati, agar kelak tidak berjodoh dengan lelaki berkarakter sama, semua butuh seleksi dan pencarian, saya bersabar sampai bertemu orang yang tepat. Tidak peduli di cap jomlo akut, gak laku-laku, atau sampai teman kantor sibuk menjodoh-jodohkan saya sama kliennya. Saya fokus menyeleksi calon pasangan dari Karakternya. Modal ganteng saja tidak cukup.

Move on itu: karena kita sendiri yang mau

Membaca berbagai tips, mendengar berbagai masukan tapi kalau dari diri kita sendiri yang sebelah kaki masih berada ‘di masa lalu’. Udah tahu orang yang disukai pergi, selingkuh, KDRT, Masih tetap bertahan? semua masukan akan tetap tidak berefek, yang membuat diri kita bahagia adalah keputusan kita sendiri, Hidup yang dijalani. Bukan atas campur tangan orang yang pernah singgah lama di hati.

The moment you accept yourself, You Grow

Bisa? Saya yakin setiap orang diberi kemampuan untuk menjadikan dirinya lebih baik, meninggalkan apa yang tidak layak untuknya, berhak memperjuangkan kebahagiannya dengan cara-cara terbaik.