Masih berkaitan dengan kisah pilu Tsunami di selat sunda, banyak korban jiwa, kisah pilu para personil band yang juga menjadi korban ketika mereka sedang di panggung mengisi sebuah acara. Kabar wafatnya para personil tersebut langsung menjadi trending topik di sosial media, bahkan beritanya sampai diangkat media internasional. Postingan İnstagram mereka dibanjiri ucapan bela sungkawa. Ya sudah sewajarnya sebagai manusia kita berempati dengan mereka yang dirundung musibah. Sedihnya, atau mungkin ‘ajaib’ nya banyak yang tiba-tiba ‘ceramah’ di kolom komen akun-akun tersebut, bahkan di akun mereka yang dinyatakan wafat dalam musibah di Banten. Saya mikir manfaatnya apa? langsung nulis: musik haram, mengkritik pekerjaannya, azab. Dan berbagai pembenaran dengan mengutip ayat-ayat suci.

Bayangkan kalau keluarga, sahabat mereka yang baca dan tahu sosok sebenarnya si korban yang tidak seperti buruk sangkanya netijen yang cuma sekelebatan tau dari media. Oh netijen yang budiman. Jika ngerasa berilmu tinggi, apa lupa belajar adab?? adab,adab. Memberi nasihat ada adabnya, tegur, kritik dengan cara yang baik, bukan di kolom komen mempermalukan diri seperti itu. Merasa berilmu? bagaimana kalau jatuhnya Riya? menghakimi seseorang yang cuma anda kenal lewat media.

Tanggal 25 desember, Natalan. İya seperti biasa setiap tahun ‘keributan di sosial media’ tentang boleh atau tidaknya ngucapin, apalagi mendekati tahun politik, wah sudah jadi ‘dagangan’ laris. Yang merasa paling benar dan tahu, lagi-lagi ceramah membanjiri kolom komen public figure, sekelas siti nurhaliza pun kena sasaran, ternyata netijen tetangga ga jauh beda:) kalau misal saya tulis: Presiden Turki yang banyak fans nya di İndonesia itu, juga ngucapin Natal, oh bukan cuma Natal tapi hanukkah juga untuk Yahudi. Percaya? paling dikira hoax.

https://www.dailysabah.com/minorities/2018/12/03/erdogan-underlines-freedom-of-faith-in-hanukkah-message

lhttps://www.dailysabah.com/minorities/2018/12/23/turkeys-christian-community-counts-down-to-christmas

Pilihan masing-masing, kalau mau ngucapin atau pilih tidak. Masalah mengucapkan atau tidak menjadi perdebatan sampai kini. Sekelas Presiden Turki, beliau paham agamanya. Apa menuai cacian dan hujatan di dalam negeri? anteng aja sih disini.

sumberfoto:www.dailysabah.com (seorang imam yang membantu menyalakan lilin diperayaan hanukkah yahudi di istanbul thn 2015)

Foto diatas kalau terjadi di İndonesia? ga tahu saya bakal ada debat atau demo sampai kapan, dan ‘murtad’in orang sebanyak apa. Beberapa negara di timur tengah berbaur dalam suasana Natal. Apa sosial medianya serame orang indonesia? ceramah semua.

İslam itu terdiri banyak golongan, apa harus diseragamkan?

Sepertinya sudah menjadi ritual tahunan, eh sebentar lagi tahun baru, yang haram-in Natal, ya ada baiknya ga ikutan tahun baruan juga, tingkatnya sama kan. Apalagi bawa pacar belum halal, double haram?

”Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penduduk surga.Namun berakhir jadi penduduk Neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang-orang melakukan amalan penduduk neraka, Namun berakhir dengan menjadi penghunisurga. Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya.” H.R bukhari no 6493