Day-3, Ehm berhubung bertepatan dengan hari jadi Keluargapanda, flashback memory balik ke 9 tahun lalu, ya tepat dimana dua manusia ini dipersatukan. Kalau bahasa inggris-nya Anniversary, kalau bahasa Turkinya: Evlilik YildÖnÜmÜ. Alhamdulilah September tahun ini menginjak usia 9 tahun pernikahan.

Sebagaimana biasanya, euy susahlah menulis kata- kata romantis yang bisa membuat hati pasangan klepek-klepek. Menulis di Blog bisa menjadi cara saya mengingat kenangan manis diawal pernikahan, kenangan yang penuh kejutan. Semua terjadi atas campur tangan Allah SWT. Akad nikah- Pesta pernikahan yang hanya disiapkan satu minggu- Bulan Madu ke Yogya, sekalian napak tilas masa-masa remaja dan mengenalkan kota dimana sang istri pernah tumbuh.

Tahun ke-sembilan Pernikahan

gizi tercukupi dengan baik:ehmm ada yang berbeda?

Problem rumah tangga yang sering terjadi adalah: Cita cita diet yang tidak pernah terwujudkan, beli matras, barbel, sepatu olahraga, beli makanan diet, semua sudah dilakukan, ketika saya ngetik ini, Dia sedang menonton acara TV Master Chef Turkiye sambil ngemil Puding coklat jam 11 malam.

Kalau mengingat kehidupan diawal pernikahan, menghadapi shock kultur luar biasa, terutama perubahan cuaca, alergi dingin sampai jadwal menstruasi saya kacau balau, dulu pernah saya tulis di Multiply sampai konsultasi dengan Bu Dokter Prita, 3 bulan darah mens tidak berhenti, Periksa ke Dokter SPOG, dicek, tidak ada masalah, lebih berkaitan dengan hormon, perubahan cuaca. Awal datang ke Turki, memasuki musim gugur, cuaca dingin berangin, reaksi tubuh saya: Biduran sekujur badan, syok tentu saja, sampai dibawa ke UGD sama suami, mendapatkan penanganan, saya sempat dapat suntikan lalu juga diberi obat alergi: Allerset.

Adaftasi diawal pernikahan, tentu saja urusan makanan, penyambutan sebagai menantu baru di Keluarga besar suami, menu pembuka: Yoghurt corbasi (sup yoghurt) dengan isi sup ditambah cheakpeas, yoghurt, dan ditambah pelengkap tumisan kering daun mint dengan mentega, lidah saya yang biasa menikmati soto betawi, soto ayam, langsung kaget!! apa ini!!! seperti menelan pasta gigi aroma mint..hiks…, telan, telannn penuh perjuangan.

Saya juga sempat menangis pertamakalinya tinggal di rumah mertua, bukan karena mertuanya kejam, tidak! malah baik sekali beliau. Saya syok dengan suasana kampung mertua yang sepiiiiiiiiiiiiiiiiii, perlu berapa huruf ”i”. Di planet manakah ini! batin saya tidak terima. Mengingat saya pernah hidup di kota besar, kost di daerah Jelambar dekat dengan Mall citraland, Universitas Trisakti, Ya bayangkan daerah yang jarang sepi. Suara bising kendaraan, Halte Busway di depan Gang. Belum ramainya pedagang kaki lima, Beli jajanan apa saja tinggal keluar pagar. Lalu terlempar ke 12 ribu kilometer ditengah daratan Turki asia. Penduduk desa yang didominasi orangtua, kurang dari 100 jiwa. Bisa kah hidup disana?? menghibur diri, sempat meragu apakah bisa bertahan dengan pilihan pernikahan ini. Setelah meninggalkan segalanya di İndonesia.

Baca:

Awal cerita kami

Diskusi tentang poligami bersama suami

Mau menikah,wajib masak kah?

Romantis kepasangan, seberapa perlu

Tahun pernikahan: Romantis versi suami

Tapi Dia, lelaki itu yang selalu menguatkan saya, selalu ada dan meyakinkan, bahwa saya akan baik-baik saja hidup bersamanya, Masih terngiang ucapannya ketika namanya lulus ujian, Memeluk dan mengatakan sebuah janji: —eh rahasiaaaaaa—- awal hidup baru di mulai, tidak lama, meninggalkan desa yang sepi itu, kami pindah ke Kota besar bernama İstanbul, siapa yang paling bahagia? oh tentu saya:D Bahkan selama kami tinggal di İstanbul, saya yang paling hafal jalan, sedikit ajaib memang.. Nyawa seperti kembali sebagai manusia perkotaan.

Dia bukan lelaki romantis

Saya tulis berkali-kali sepertinya, tapi bukan berarti kurang perhatian, untuk urusan ini masih saya acungi jempol, kemarin dia pergi ke Corum merkez, saya minta untuk dibelikan İndomie Gurme yang sulit sekali dicari di Pluto. Ternyata di Corum juga stok habis, berakhir dia belikan, Mie telor merk Nudo, alpukat, mangga dan ubi jalar di Migross oh ya seperti biasa, dia tergoda barang diskonan lain: Promosi deterjen untuk diswasher, padahal stok di dapur masih banyak. Tidak lupa membelikan Fatih dan Alya Sweater baru, entahlah setiap melepas suami belanja sendiri, ingat ya saya cuma minta dicarikan İndomie. Entah kenapa belanjaannya selalu beranak pinak. Mungkin sebentuk perhatianya untuk saya ehmm.

Saya juga ingat ketika dia pergi Pelatihan selama 15 hari ke Kota Denizli, Dia sempat membelikan saya satu stel pakaian yang sebenarnya ‘engga’ banget. warna army-.-‘ hijau lumut. Kemudian setiap hari wajib memberi kabar, saya sempat mematikan HP seharian, kemudian tengah malam baru buka HP, cek Facebook, rentetan İnbox darinya yang panjang ga kira-kira, Panik tidak ada kabar sehari, sampai mengancam akan telpon Polisi buat cek rumah**astaga lebay amat pak* padahal istrinya santai aja di rumah main sama anak dan menghabiskan waktu nonton drama. Gitulah kalau istrinya Plegmatis ya. Malah merasa bebas merdeka ketika dia pergi pelatihan yang artinya bebas masak, makanan Turki:V sedang nun jauh di Denizli dia galau.

Tidak terasa perjalanan bersamanya memasuki tahun ke-9. Sambil mengingat kembali perjuangan membangun rumah tangga, tidak mudah tentu saja, tapi jika bisa saling memahami, berjuang bersama. Saya masih ingat bagaimana dia melamar? pertama lewat Yahoo messenger, Jawaban saya: Kamu baik baik aja kan hahahah..becanda ni orang. Terus saya matikan komputer di kantor dan pulang ke kost, chat terakhirnya mengajak menikah saya anggap guyonan. Hingga dia membuktikan keseriusannya: Buka Skype pas di rumah orangtua, minta skype-an sama emak bapak. Sepertinya sudah dia persiapkan matang: Kemudian dengan bahasa İndonesia terbata-bata dia Melamar ke Bapak saya. Damn!! ni orang ga becanda ternyata. Meski lewat perantara Dunia Maya, dia masih tahu adab. Langkah pertama meminta ke si Bapak, langkah pamungkas, melamar resmi dibantu ustaz dan teman-teman Turki yang menjembatani langsung dihadapan keluarga besar. Karena saya yakin dia lelaki bertanggung jawab. Lalu saya percayai hidup saya bersamanya meski tidak selalu indah indah amat , senang senang terus, tapi saya merasa aman. Terimakasih untuk perjalanan penuh warna ditahun ke sembilan…., Love 3.000.000.000.000 Balım.