Judulnya memancing perdebatan ya, jadi setelah menjalani, mengamati , membaca dan mendengar, saya mau tarik kesimpulan tentang hal apa saja yang membuat kita (apalagi sebagai orang asing) bersuamikan Pria Turki. Ada banyak sisi yang mungkin belum terungkap, masih samar-samar dan lumayan membuat terkejut ketika hidup satu rumah. Baiklah ini menurut versi Keluargapanda:

  • Suami Turki kebanyakan lebih mencintai Bantal alias hobby Tidur.

Saya tidak menulis kata SEMUA tapi kebanyakan, Rata-rata jika hari libur, mereka lebih suka bermalas-malasan untuk tidur lama, selepas subuh lanjut tidur dan baru bangun menjelang tengah hari, kemudian sarapan, ga heran jam sarapan orang Turki rata-rata di mulai jam 10-an. Kalau misal Suami bangun subuh tapi ga lanjut tidur, joke saya begini: ” wuih kayak orang İndonesia ?, Alhamdulilah.” atau ‘‘ EH ini serius kamu bangun pagi?” Tapi ketika hari libur saja. Kalau hari kerja dia tetap layaknya para pekerja kok, bangun lebih pagi. Bahkan ada juga yang selesai sarapan, minum cay sebentar, nonton TV kemudian lanjut tidur lagi sampai sore. Jadi bantal itu bisa jadi ‘pelakor utama’ dalam rumah tangga orang Turki. Saking cintanya rebahan dikasur empuk dan tidur diatas bantal.

diajak nikah pria turki
foto ini bukan foto suami saya:P
  • Dilarang atau membatasi Sosial Media

Nah sebagian juga ada yang melarang İstri-istrinya aktif menggunakan Sosial Media, seperti Facebook. Banyak yang setelah menikah atas permintaan si suami, agar İstri menghapus akun FB nya, Hanya aktif di akun chat massenger semacam WA. Ada juga yang masih membolehkan buka İnstagram, posting Foto dengan syarat dan ketentuan, semisal ga boleh posting wajah suami, atau wajah anak maupun wajah dia sendiri, posting pemandangan sama masakan diperkenankan. Alasan kuatnya biasanya mereka akan mengatakan: Nazar (Penyakit Ain)

Baca Mengenal NAZAR istilah Penyakit Ain di Turki

  • Makan dan masak hanya makanan Turki

Terkadang ada yang mengalami, ketika menikah dengan Orang Turki, Suami dan Keluarganya, si İstri ini hanya makan makanan Turki, alasannya, ya karena dia sudah dipinang dan menjadi bagian dari Keluarga Turki, harus terbiasa dan adaftasi dengan rasa dan selera. Untuk masak masakan İndonesia dibatasi.

Baca:Meng’indonesia’kan bahan masakan di Turki

  • Keuangan Keluarga sepenuhnya ditangan Suami

Berbeda dengan Keluarga İndonesia, dimana peran istri dipercayakan mengelola keuangan keluarga, bayar tagihan, belanja dll, Untuk rumah tangga orang Turki, Kebanyakan keuangan keluarga dikendalikan sendiri oleh Suami sebagai kepala Keluarga, urusan bayar segala tagihan, belanja bulanan. İstri biasanya hanya diberikan uang pegangan untuk pribadi, kadang anak-anak juga keuangan dipegang Babanya, jadi harus pintar mensiasati, jatah uang bulanan, bisa disimpan sebagai tabungan pribadi. (jadi cerita nyelip-nyelipin uang belanja agak tipis peluangnya, kecuali nemu uang disaku celana suami, paling pol punya penghasilan sendiri:)

Baca: Terkadang hidup tidak sesuai Rencana

  • Sabar: itu bukan nama keluarga orang Turki

Biasanya kalau ada acara keluar, ngajak suami belanja, stok sabar istri mendengar keluhan suami harus mulai teruji, semisal menunggu, padahal cuma 10 menit tapi kebanyakan akan mengatakan: Ya Ampun aku nungguin kamu sejam, ngapain aja. Atau ketika terjebak kemacetan di jalan, jarang ada Suami Turki yang kalem sambil meditasi gitu, kalau tidak ikut mengoceh, mengomentari jalanan yang macet, ocehannya akan berlanjut sampai tingkat tinggi, sampai bahas pemerintah, kebijakannya, bayar pajak yang mahal atau bahkan sampai mengomentari Presiden amerika sekalian. Tidak puas menggerutu sendiri dan hanya istri disampingnya yang mendengarkan,dia akan buka jendela lalu ngajak ngobrol supir di mobil sebelahnya, untuk sama-sama mengoceh berjamaah, kalau perlu turun ke luar sebentar, lalu ngobrol, untung ga sampai dilanjut nge-cay.

Baca: Tidak ada suami Sempurna

  • Pria Turki hobby ke ‘salon’

Salon khusus Pria biasa disebut Erkek kuaforu, salon atau tempat cukur khusus Pria ini jauh lebih banyak dibanding salon umum atau salon untuk Perempuan. Lebih tepatnya salon khusus untuk pangkas rambut. cukur brewok. untuk pedicure, menicure ga ada kayaknya.Dengan kapsternya juga Laki-laki, jangan bayangkan semacam Pria ‘lembut’ khas kapster salon biasa, Kapster di Kuafor tetap gagah-gagah. Karena kadang Kapsternya juga ganteng-ganteng, ehmm.. Pengunjung salon juga Pria, jarang perempuan masuk erkek kuaforu, Pemandangan İstri nunggu suami pergi ke ”salon” hal biasa di Turki, Dia ”nyalon” istri bisa menghabiskan waktu sambil belanja atau duduk-duduk di Cafe pesan cay.

credit photo : https://www.kolayrandevu.com

Baca: Tips melewati Tahun Pernikahan dengan Suami

  • Jarang Mandi

Kalau untuk urusan mandi, saya juga ga akan mengeneralisir, karena banyak suami Turki jadi lebih rajin mandi setelah menikah dengan orang asing (upps) karena istrinya akan jauh lebih cerewet, terutama jika di negara si İstri, memiliki cuaca tropis yang tentu saja berbeda dengan daerah di Turki, ada memang sebagian orang memiliki gen badannya tidak mudah bau keringat, seperti ulasannya teman Blogger membahas uniknya orang Korea selatan. Nah beda negara beda genetik juga, sayangnya kebanyakan genetik Orang transbenua ini mudah sekali bau keringat. Rasanya akan menyiksa hidung jika mereka tidak rajin mandi. Ya syukurnya Orang Turki di rumah, kategori bau keringatnya masih dibatas normal, dan dia rajin mandi karena tuntutan pekerjaan juga–12 jam dinas–pulang pasti mandi, karena berkeringat. Jadi jika mendapati suami yang malas mandi, mandiin aja**eh.

Tulisan diatas hanya sebagian kecil dari kebiasaan Pria Turki, bersifat umum saja, Resiko dengan kebiasaan pasangan, seperti lebih cinta rebahan ketika hari libur dibanding jalan-jalan. Sebagai pasangan harus lebih kreatif membujuk mereka, mengubah sedikit. Untuk urusan Tidur sampai sekarang saya sendiri jujur belum berhasil. Nah ada yang mau menambahkan?