Kemarin saya ga sengaja baca postingan dari teman di sosial media, dia memposting tentang kelakuan emak-emak yang melakukan siaran live di FB, dengan tanpa malu memakai pakaian seksi, belahan dada ditonjolkan, di salah satu Grup yang katanya berisi orang asing dan İndonesia, dalam hal ini, orang asingnya: Warga negara Turki, lalu komentar tidak pantas juga bermunculan menjurus ke kalimat cabul. Reaksi si tante tante itu seperti senang-senang aja, mungkin dia pikir, itu salah satu trik menggaet bule atau orang Turki.

Lalu belum lama, saya ingat baca berita tentang kelakuaan emak-emak yang mengkritik salah satu pemimpin daerah dengan bahasa yang kurang pantas kemudian dijerat UU İTE, juga istri dari tentara sampai jabatan suaminya dicopot, semua lagi-lagi karena tidak bisa mengendalikan jarinya menulis postingan atau berbalas komentar menjurus ke SARA, ujaran kebencian.

Nah Yang masih hangat, berita wafatnya Suami penyanyi sekaligus artis: Bunga Citra Lestari, komentar tak kalah pedas membanjiri berbagai media yang meliput dia, komentarnya tidak jauh dari: Tausiyah tidak pada tempatnya, niatnya mungkin baik tapi tempatnya yang kurang baik, apalagi sosial media d share publik, mau menunjukan dirinya lebih alim dan yakin dijamin surga atau menunjukan empati?

Belajar tentang berharganya waktu dari kisah sedih BCL

Seorang Mukmin bukanlah orang yang suka mencela, suka melaknat, suka bicara kotor dan suka bicara jorok” (HR Tirmizi no 1977)

Beberapa komentar yang sempat saya baca, berkaitan dengan BCL yang belum memakai pakaian tertutup, BCL belum hijrah, kasian suaminya entar disiksa, BCL harusnya dirumah saja, kenapa malah nyanyi? Dan komentar komentar lainnya yang tidak jauh berbeda, dan hampir semua komentator itu adalah berjenis kelamin sama dengan BCL: Perempuan. Wahai mbak-mbak, emak emak ketahuilah, meski kata-kata itu kalian tulis di internet dengan akun anonim sekalipun, dosa ga akan nyasar, bisa jadi perkataan atau kalimat buruk yang ditulis kelak akan menyeret kalian ke neraka jahanam, ga peduli penampilan kalian sealim apa, kerudung sepanjang apa, kalau hatinya masih terselip iri dengki, Duh mending dari sekarang banyak banyak istighfar. Bisa jadi menurut kita itu kata kata biasa tapi ternyata menyakiti orang lain dan dzolim, kata-kata yang kita ketik bisa menggelincirkan kita.

Baca:

ADAB di SOSMED: ceramahlah pada tempatnya

Emak-emak yang haus cinta kemudian berburu cinta di sosmed

Balik lagi ke cerita awal diatas, belakangan ini komunitas kawin campur di Turki banyak yang membahas ini, kasus kasus yang menurut kita sudah dibatas kewajaran, perselingkuhan. Ada yang rela dinikah siri, jauh jauh nyamperin ke negara cowoknya, meninggalkan suami dan anak-anak di İndonesia, padahal hanya modal kenal diinternet. Efek main sosial media kebablasan, menghancurkan rumahtangga sendiri dan berharap dapat yang lebih baik, sayangnya jalan yang dia tempuh juga salah, pernikahannya tidak bahagia, hanya sebatas mimpi manis diawal berujung jadi korban KDRT, ada yang tetap bertahan, ada juga yang pilih berpisah tapi tidak membuat dia kapok untuk mencari ‘mangsa’ lagi kalau bisa Bule lain. Urat malu sudah putus!

fenomena Para pengejar jodoh Pria Turki

Rebutan cowok onlinei hal terbodoh yang pernah saya dengar tapi terjadi!

Banyak perempuan İndonesia jadi korban scammer cinta kenapa?

5 Tips Main sosial Media buat emak-emak biar aman

Pertama, setiap mau buka sosial media, baca doa dulu deh, minta perlindungan dari hal buruk,minimal baca bismilah.

kedua Usahakan kalau baca berita yang diposting seseorang di sosial media, klik dan baca sampai selesai, jangan cuma baru di Judul yang sengaja klik bait, hati udah panas duluan.

ketiga, Sebelum mengetik kata-kata penuh emosi-amarah, kata kata sumpah serapah penuh kebencian, ambil wudhu atau engga istighfar sebanyak sebanyaknya, sambil pikirin kalau orang yang mau emak serang dengan kata-kata nyakitin itu adalah diri sendiri atau orang yang emak sayangin. Gimana rasanya? kalau dikata katain penuh ujaran kebencian.

Ke empat: Jangan keGR-an jika disapa orang asing yang pasang foto wajah ganteng, Bule, ngaku orang kaya terus nebar kata kata romantis, please jangan meleleh dulu, tegar!!! coba buka google: ketik: CİRİ_CİRİ SCAMMER CİNTA, BULE PENİPU atau kata kata yang serem lainnya, kemudian Baca. cocokkan sama perilaku si cowok online kalau hasilnya kok sesuai, jauhi! block semua akses komunikasi.

Ke-Lima : İnget umur! duh ngingetin jangan cuma pas ulangtahun aja, tapi inget umur agar ga terperangkap bahaya sosial media, sampai rela bugil di kamera, sampai rela kirim duit ke pacar onlinenya, kalau masih punya akal pikiran tolong dipergunakan dengan baik jangan dikalahin sama syahwat, wajah ganteng bisa aja tipuan kamera, sekarang main aplikasi mudah, tapi hati yang baik ga ada Aplikasi permanen, kalau keperangkap hanya modal: foto ganteng taunya psikopat, serem loh mak! sedih kan jauh -jauh ke negara orang, ngimpinya jadi princess taunya dianggap kayak keset, diperlakukan tidak senonoh, harga diri hancur sehancurnya.

Bermain sosial media juga harus ingat waktu, jangan terlalu larut berbagi bahan ghibahan di Grup WA sampai lupa jemuran, goreng ayam gosong atau anak yang tiba-tiba jatuh karena tidak diawasi, emaknya sibuk main HP, kayak gini juga jangan ya. Memilih teman di sosial media juga perlu, agar lingkaran pertemanan tetap positif, kalau kenal atau baca status orang yang isinya ngomel-ngomel mulu, mending di Block, ga usah pakai perasaan ga enakan, pake prinsip: BODO AMAT. Dan tetap harus ingat tentang Dosa besar Zina, perselingkuhan, jangan anggap sepele sosial media, melalui perantara sosmed, jika tidak hati-hati menggunakannnya ,sangat mudah kita tergelincir kedalam kubangan dosa. Main sosial media cari saja yang positif, seperti berbagi resep masakan, parenting, kalau akhirnya ada emak-emak yang gelut di kolom komen, tinggalkan. Buang buang energi dan inget ranah İnternet juga ada UU yang mengatur,agar tidak sembarangan menebar ujaran kebencian yang merugikan orang lain. Ok, saya yakin kalau emak-emak pengunjung Blog ini adalah golongan emak emak atau mbak mbak yang paham literasi. EH bapak bapaknya juga kalau yang ikutan baca, mari saling menebar manfaat lewat tulisan:)