Olahraga

Peluang terbaik yang saya lakukan minggu ini dan dimulai dari awal bulan sebenarnya, adalah olahraga! Yup biasa aja sebenarnya, tapi untuk memulai olahraga itu butuh‘pemaksaan’ dari diri sendiri, melawan rasa malas dan ingin rebahan saja. Konsisten! adalah tantangan terbesar yang harus saya taklukan. Dan saya sudah memulai. Meski 7 menit saja tapi lumayan diawal membuat badan rasanya seperti habis nyuciin baju orang sekomplek.

kamera

Setelah galau 7 hari 7 malam naik turun tanjakan, membombardir suami, menagih janji-janji kampanyenya dari awal pernikahan: kan janjinya, untuk saling membahagiakan, susah senang bersama, masa susah terus, nagih senangnya kan sah-sah aja, senangkan istri dapat pahala. İstri tinggal di Pluto butuh hiburan, butuh hobby , siapa tahu dimasa depan jadi karya yang menghasilkan (pokoknya cia-cita ditinggikan dulu aamin) saya suka fotografi, tapi terbatas dengan kamera, 2 kamera sebelumnya sudah wafat ditangan Fatih Balita, super kreatifnya menghancurkan lensa kamera dan..ah sudahlah. Dan ketika suami memberi sinyal tanda setuju, wejangan panjang pun saya dapatkan, agar menjaga dan menjauhkan kamera dari jangkauan anak-anak, Babanya masih trauma dengan: laptop, HP, kamera yang berakhir dieksekusi Fatih, usia setahunan laptop di geprek, layar retak semua, 2 tahunan: Hp babanya dicuci:D terus dioles merata pakai minyak kayu putih supaya ga masuk angin. kamera Canon, kami lengah pas liburan di koy, dia penasaran ingin mencoba motret, tapi ga berhasil buka lensa, kesal dan banting saja. Dan Peluang minggu ini untuk membeli kamera baru di acc suami, menimbang Fatih sudah besar dan bisa mengerti. Phiuhhh nunggu dia masuk SD dulu -.-‘

Belajar konsisten

Musuh terbesar saya selama ini adalah: tidak konsisten! Konsisten ngeBlog, berkarya, suka berhenti ditengah jalan, dan Blog ini harus jadi motivasi untuk konsisten menulis. Dan saya juga mencoba ambil peluang untuk ikut menyumbangkan antologi karya tulis, semoga terlaksana. Sisanya saya juga mencoba konsisten untuk urusan ibadah, mengontrol diri di sosial media, pokoknya yang dulu suka saya tunda tunda, saya harus bisa selesaikan.

Perubahan terbesar diri kita yang dari diri sendiri, tidak bisa mengandalkan orang luar, seperti olahraga, jujur saja berat banget, cara memotivasi diri sendiri dengan seringnya saya melihat berbagai video transformasi orang, berolahraga demi kesehatan, badan ideal, rasanya menyenangkan melihat raut wajah mereka yang sukses dengan targetnya. Kalau mereka Bisa kenapa saya tidak? Dibilang gemuk, engga juga, tapi perut glambir selepas melahirkan dua anak ini kadang bikin galau, duh problem mamak-mamak sejagat, apalagi pas melihat foto J-LO di usia 50 tahunan, badannya masih singset, astagaaaa tersinggung benar saya:D usia 40 belum sampai , punya glambir diperut. Meski ya ga seseksi J-Lo paling ga, ukuran baju dari sebelum dan sesudah menikah kalau bisa masih sama atau ga jangan jauh-jauh lompat ukurannya.